Pertama di Indonesia, Kampus Ini Bakal Terapkan 100% Ijazah Kelulusan Berbasis Blockchain

UDINUS mengumumkan akan menjadi universitas pertama di Indonesia yang menerapkan 100% ijazah kelulusan berbasis blockchain.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dubai Blockchain Center bersama Indonesia Blockchain Center (IBC) dan Sealbound UAE meresmikan Indonesia Blockchain Center (IBC) Chapter Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Melalui peresmian ini, UDINUS resmi ditetapkan sebagai pusat studi dan pengembangan teknologi blockchain di Jawa Tengah, yang berafiliasi langsung dengan Dubai Blockchain Center.

Sebagai bentuk dukungan kolaborasi internasional dalam pengembangan ekosistem blockchain di Indonesia.Dalam langkah strategis, UDINUS mengumumkan akan menjadi universitas pertama di Indonesia yang menerapkan 100% ijazah kelulusan berbasis blockchain.

Implementasi ini bertujuan untuk memastikan keaslian ijazah, mencegah pemalsuan, serta memudahkan verifikasi secara global, sekaligus menegaskan posisi UDINUS sebagai pusat teknologi terdepan di Jawa Tengah.

Perwakilan Indonesia Blockchain Center, Hambali menyampaikan bahwa pendirian IBC Chapter UDINUS merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem blockchain nasional.

“UDINUS akan menjadi role model nasional dalam pemanfaatan blockchain untuk pendidikan, sertifikasi, dan sistem anti-fraud," kata dia, Selasa (27/1/2026).

Rektor UDINUS, Pulung Nurtantio Andono, menegaskan komitmen universitas dalam inovasi teknologi.

“Melalui kolaborasi global ini, UDINUS siap menjadi pusat pengembangan blockchain dan pencetak talenta digital berstandar internasional.”

Sementara itu, pusat studi blockchain pertama di Jawa Tengah akan berlokasi di FIK UDINUS dengan dukungan 30 trainer bersertifikat dari Indonesia Blockchain Center dan Dubai Blockchain Center.

Peresmian ini memperkuat kolaborasi antara Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center, Sealbound UAE, dan NEXSTOX Malaysia, sekaligus menandai langkah strategis Jawa Tengah dalam menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi blockchain di Indonesia.

Beasiswa Platform Kripto Ini Dukung Talenta Blockchain

Sebelumnya, Program beasiswa Future Innovators in Rising Economy (FIRE) yang diberikan Triv Foundation dan MEXC Foundation telah memasuki fase seleksi dan onboarding peserta. Kini peserta terpilih telah mulai mengikuti rangkaian awal program termasuk pengenalan kurikulum, sesi foundational blockchain serta persiapa menuju fase mentorship intensif melalui FIRE Mentorship Lab..

Selain itu, program beasiwa ini juga mendapatkan respons positif dari mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia.

"Minat mahasiswa jauh melebihi ekspektasi awal. Antusiasme ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki rasa ingin tahu dan kesiapan tinggi untuk terlibat lebih dalam di industri blockchain, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai builder dan innovator,” kata CEO & Founder Triv Gabriel Rey seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).

Beasiswa F.I.R.E mencatat ratusan pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Dari program ini, sudah didapatkan delapan mahasiswa berprestasi yang terdiri dari dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI), tiga mahasiswa Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Di mana, secara paralel jumlah tersebut masih akan bertambah lagi.

Profil peserta sangat beragam, berasal dari jurusan seperti Teknik Informatika / Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Data Science, Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen. Serta, beberapa dari latar belakang non-teknis yang memiliki minat kuat pada blockchain dan Web3. “Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem blockchain semakin diminati lintas disiplin,” ujar Gabriel Rey.

Adapun program Beasiswa F.I.R.E merupakan sebuah inisiatif yang dirancang untuk menumbuhkan generasi pemimpin blockchain dan Web3 Indonesia berikutnya melalui pendidikan, pendampingan (mentorship), dan paparan langsung terhadap industri nyata

 

 

Mencetak Talenta

Ia menambahkan, kurikulum Beasiswa F.I.R.E dirancang dengan pendekatan industry driven, mencakup fundamental blockchain dan Web3, use case industri nyata, pengembangan skill teknis dan non-teknis (problem solving, critical thinking, collaboration).

Di mana, melalui F.I.R.E Mentorship Lab, peserta dibimbing langsung oleh praktisi industri untuk mengerjakan studi kasus dan simulasi masalah riil, sehingga pembelajaran tidak berhenti di teori, tetapi langsung aplikatif.

Gabriel Rey menambahkan, sebagai pelaku industri blockchain di Indonesia, TRIV Foundation berperan sebagai jembatan antara akademik dan industri. Oleh karena itu, TRIV Foundation memastikan materi selaras dengan kebutuhan industri saat ini, mentor berasal dari praktisi aktif, dan peserta memahami realitas dunia kerja blockchain, termasuk regulasi, compliance, dan best practices.

"Tujuannya adalah mencetak talenta yang tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga siap secara profesional,” tutur dia.

Sejak diumumkan pada November 2025, Beasiswa F.I.R.E telah memasuki fase seleksi dan onboarding peserta. Saat ini, peserta terpilih telah mulai mengikuti rangkaian awal program, termasuk pengenalan kurikulum, sesi foundational blockchain, serta persiapan menuju fase mentorship intensif melalui F.I.R.E Mentorship Lab.