Survei: Kepercayaan Gen Z terhadap Kripto Terus Meningkat

Berdasarkan survei, Gen Z dan Milenial memberikan peringkat 7 terhadap platform kripto. Hal itu berdasarkan survei terhadap warga Amerika Serikat.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Semakin muda usia maka semakin besar kepercayaan terhadap kripto. Seiring hal itu generasi Z atau Gen Z dinilai lebih mempercayai kripto. Temuan itu berasal dari survei OKX terbaru terhadap 1.000 warga Amerika Serikat yang dilakukan pada Januari 2026.

Survei itu mengungkapkan perbedaan yang mencolok antara investor muda dan tua dalam hal aset digital. Demikian mengutip dari Yahoo Finance, Kamis (22/1/2026).

Saat ditanya mengenai seberapa besar kepercayaan mereka terhadap platform kripto, 40% dari Generasi Z dan 41% dari Generasi Milenial memberikan peringat 7 atau lebih tinggi pada skala 10 poin. Dibandingkan hanya 9% dari Generasi Baby Boomer.

Hal itu membuat generasi muda kira-kira lima kali lebih mempercayai kripto dairpada rekan-rekan mereka yang lebih tua.

Generasi Z (lahir antara tahun 1997 dan 2012) adalah generasi digital yang dibentuk oleh teknologi, sementara generasi milenial (lahir antara tahun 1981 dan 1996) menjembatani era pra dan pasca-internet.

Generasi Baby Boomer (lahir antara tahun 1946 dan 1964) tumbuh dalam kemakmuran pasca-perang dengan kepercayaan yang mendalam pada lembaga dan sistem keuangan tradisional.

Namun, keuangan tradisional menceritakan kisah yang berbeda. 74% dari generasi Baby Boomer memberikan skor kepercayaan yang tinggi kepada bank, sementara hanya sekitar satu dari lima responden yang lebih muda yang menyatakan kepercayaan serupa pada lembaga-lembaga lama.

Trader Muda Lebih Optimistis

Dari tahun ke tahun, kepercayaan di kalangan investor muda terus meningkat: 36% dari Generasi Z dan 34% dari milenial mengatakan kepercayaan mereka terhadap kripto telah meningkat sejak awal 2025, dibandingkan dengan hanya 6% dari generasi baby boomer. 

Rencana Gen Z

Optimisme itu diterjemahkan menjadi tindakan. Pada 2026, 40% dari Generasi Z dan 36% dari milenial berencana untuk memperdagangkan lebih banyak kripto, menjadikan mereka hampir empat kali lebih optimistis daripada generasi baby boomer, yang hanya 11% di antaranya berharap untuk memperluas eksposur kripto mereka.

Survei tersebut menunjukkan bagi para trader muda, volatilitas bukanlah penghalang utama, melainkan lebih merupakan ciri khas dari sistem keuangan yang sedang berkembang yang mereka rasa mereka pahami.

Prioritas Setiap Generasi

Ketika ditanya apa yang mendorong kepercayaan mereka, prioritasnya sangat berbeda.

Generasi Z (59%), milenial (50%), dan Generasi X, atau orang yang lahir sekitar tahun 1965 hingga 1980 (54%), semuanya menyebut keamanan platform sebagai perhatian utama mereka.

Namun, generasi baby boomer (65%), di sisi lain, memprioritaskan regulasi dan perlindungan hukum, yang menggarisbawahi ketergantungan mereka pada pengawasan institusional.

Ketika ditanya masalah apa yang dipecahkan kripto lebih baik daripada keuangan tradisional, hampir setengah dari generasi baby boomer mengatakan "tidak ada." Hanya 6% dari Generasi Z yang setuju.

Sebaliknya, pengguna yang lebih muda menunjuk pada aksesibilitas kripto 24/7, pembayaran tanpa batas, dan fleksibilitas keuangan, ciri khas generasi yang mengutamakan digital.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.