SpaceX Pindahkan Bitcoin Rp 1,6 Triliun ke Dompet Baru, Ini Alasannya

SpaceX tercatat memindahkan 1.163 Bitcoin senilai USD 102 juta ke dua dompet baru, memicu sorotan pasar kripto.

Diterbitkan 28 November 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - SpaceX kembali menjadi sorotan setelah memindahkan 1.163 Bitcoin senilai USD 102 juta atau lebih dari Rp 1,6 triliun (estimasi kurs dolar Rp 16.644) ke dalam dua alamat dompet baru. Transaksi besar ini pertama kali terdeteksi oleh platform analitik blockchain Nansen, yang kerap memantau aktivitas aset digital skala institusi.

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (27/11/2025), perpindahan aset kripto dalam jumlah besar oleh perusahaan raksasa seperti SpaceX selalu memancing perhatian pasar.

Meski tidak ada keterangan resmi terkait alasan di balik transaksi ini, langkah tersebut biasanya berkaitan dengan penataan internal, perubahan sistem penyimpanan (custody), atau peningkatan keamanan dompet kripto.

Sejak keterlibatan Bitcoin SpaceX terungkap pada 2021, publik terus mengikuti pergerakan aset digital perusahaan milik Elon Musk ini. Walau besaran pasti total kepemilikan Bitcoin tidak pernah dibuka secara detail, perpindahan terbaru ini menunjukkan bahwa SpaceX masih aktif mengelola portofolio kripto mereka.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Sudah Sejak 2021

Nansen mencatat bahwa transaksi 1.163 BTC tersebut dilakukan dalam satu kali pengiriman besar, kemudian dibagi ke dua alamat dompet baru yang sebelumnya belum memiliki riwayat transaksi.

Karakteristik ini membuat analis percaya bahwa dompet tersebut kemungkinan merupakan bagian dari restrukturisasi internal atau langkah keamanan baru.

Perpindahan besar seperti ini kerap menjadi perbincangan, mengingat SpaceX termasuk salah satu perusahaan besar yang mengadopsi Bitcoin sebagai salah satu aset keuangan. Keterlibatan mereka pertama kali terpublikasi pada 2021, meski detail jumlah kepemilikan tetap dirahasiakan.

Transaksi ini juga ikut menjadi sorotan setelah diberitakan oleh media industri kripto seperti Cointelegraph, yang menegaskan bahwa pemantauan on-chain membuat aktivitas seperti ini mudah terdeteksi publik.

 

Normalisasi Aset Digital

Bagi pasar kripto, transfer aset berskala besar dari perusahaan seperti SpaceX biasanya memicu spekulasi. Meski begitu, analis menilai perpindahan ini tidak menunjukkan indikasi penjualan, melainkan bagian dari manajemen portofolio. Langkah tersebut justru memperlihatkan bahwa perusahaan besar semakin memperlakukan aset digital sebagai bagian dari strategi finansial jangka panjang.

Di tengah meningkatnya keterlibatan institusi dalam dunia kripto, transaksi seperti ini pun makin dianggap sebagai langkah strategis, bukan sinyal negatif. Transparansi blockchain juga memungkinkan publik memantau pergerakan aset dengan mudah, sehingga setiap aktivitas besar langsung terlihat dan dapat dianalisis.

Pengelolaan aktif oleh perusahaan besar seperti SpaceX semakin menegaskan bahwa aset digital telah memasuki era normalisasi di ranah keuangan korporasi.