Veteran Trader Prediksi Bitcoin Bakal Koreksi 70 Persen, Ini Alasannya

Pola teknikal megaphone yang terpantau Peter Brandt membuatnya mengambil posisi short terhadap Bitcoin.

Diterbitkan 01 November 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Trader kawakan Peter Brandt kembali menjadi sorotan setelah mengambil posisi short pada kontrak berjangka Bitcoin (BTC). Meski dikenal sebagai pendukung jangka panjang aset kripto ini, Brandt menilai tekanan teknikal jangka pendek bisa membuat harga Bitcoin kembali turun.

Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (1/11/2025), dalam analisisnya, Brandt menemukan pola grafik “broadening formation” atau megaphone pada pergerakan harian Bitcoin.

Pola ini menunjukkan lima gelombang harga dengan puncak terakhir di kisaran USD 126.000. Setelah menyentuh level tersebut, BTC bergerak datar di area USD 106.000–USD 116.000, lalu menembus batas bawah pola tersebut.

Saat ini, harga Bitcoin berada di sekitar USD 109.500, turun sekitar 2 persen dalam sehari terakhir. Menurut Brandt, penurunan ini bisa membuka peluang koreksi lanjutan menuju USD 97.000 atau bahkan USD 84.721.

Selain itu, data pasar dari Coinglass menunjukkan sebagian besar likuiditas order book justru berada di atas harga saat ini, yakni pada kisaran USD 113.000–USD 116.000.

Kondisi ini bisa memicu short squeeze jika terjadi lonjakan mendadak.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Reaksi Pasar terhadap Pemangkasan Bunga Fed

Sejumlah analis juga mengingatkan bahwa Bitcoin kerap mengalami penurunan besar setiap kali gagal menembus garis tren jangka panjangnya. Dalam sejarahnya, penolakan di level atas ini pernah memicu koreksi 84 persen dan 77 persen.

Jika pola tersebut berulang, BTC berpotensi turun hingga 73 persen, atau sekitar USD 40.000.

“Setiap kali Bitcoin ditolak di garis ini, harganya jatuh sekitar 70 persen,” kata analis kripto Rekt Fencer di platform X.

Penurunan ini juga diperparah oleh reaksi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve sebesar 0,25 persen. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell membuat Bitcoin sempat jatuh di bawah USD 108.000, memicu volatilitas di seluruh pasar kripto.

Meski begitu, data on-chain menunjukkan saldo Bitcoin di bursa terus menurun, menandakan suplai yang semakin terbatas. Transaksi besar di atas USD 1 juta juga meningkat, menandakan minat investor besar masih ada, meski ketidakpastian jangka pendek menekan harga.