Analis Kripto Ini Sebut India Bisa Kalahkan Tarif Trump dengan Bitcoin

Mengingat AS adalah pasar ekspor terbesar India, tarif setinggi ini bisa sangat merugikan industri mereka. Untuk menghindari dampak buruk tersebut, seorang analis kripto ternama, Kashif Raza, menawarkan solusi tak terduga.

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mulai 27 Agustus, India menghadapi tantangan besar. Ekspor mereka ke Amerika Serikat (AS) akan dikenakan tarif tinggi hingga 50%. Hal ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengkritik India karena dianggap mendukung Rusia dengan terus membeli minyak di tengah perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

Mengingat AS adalah pasar ekspor terbesar India, tarif setinggi ini bisa sangat merugikan industri mereka. Untuk menghindari dampak buruk tersebut, seorang analis kripto ternama, Kashif Raza, menawarkan solusi tak terduga: mengadopsi Bitcoin.

Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (28/8/2025), lewat sebuah unggahan di platform X, Raza menjelaskan beberapa cara agar India bisa menghadapi kebijakan tarif ini.

Ia menyatakan, "India dapat memperoleh USD 317 miliar hanya dengan berpartisipasi dalam pertumbuhan jaringan Bitcoin."

Berikut adalah beberapa strateginya:

 

1. Manfaatkan Penambangan Bitcoin

Raza menyarankan India untuk memanfaatkan energi terbuang, khususnya dari energi terbarukan dan kelebihan jaringan listrik, untuk menambang Bitcoin. Menurut perhitungannya, langkah ini bisa menghasilkan pendapatan USD 10 miliar setiap tahunnya.

2. Bitcoin untuk Cadangan Negara

Raza juga mengusulkan agar bank sentral India membeli 50.000 Bitcoin pada tahun 2030, bahkan dengan menukar sebagian cadangan emas yang mereka miliki. Jika Bitcoin ini tidak dijual hingga tahun 2050, India bisa mendapatkan keuntungan fantastis, yaitu sekitar USD 300 miliar.

 

3. Mendorong Investasi ETF Bitcoin

Cara lain yang direkomendasikan adalah dengan menarik USD 5 miliar ke dalam dana yang berkantor di bursa (ETF) Bitcoin. Jika dana kelolaan (asset under management atau AUM) mencapai USD 10 miliar, manajer investasi India dapat memperoleh pendapatan tahunan sebesar USD 20 juta dari biaya layanan.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Raza juga pernah menyarankan India untuk melakukan staking Ethereum sebagai cara untuk menghindari tarif yang diberlakukan oleh Trump.