Metaplanet Siapkan Rp 60 Triliun untuk Beli Bitcoin Lagi

Perusahaan Jepang Metaplanet akan menerbitkan saham preferen untuk menggalang dana hingga Rp 60 triliun demi memperbesar simpanan Bitcoin. Target mereka: mengumpulkan 210.000 BTC pada 2027.

Diterbitkan 02 Agustus 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan investasi Jepang, Metaplanet, berencana mengumpulkan dana hingga USD 3,7 miliar atau kurang lebih Rp 60 triliun (estimasi kurs Rp 16.383 per USD) untuk membeli lebih banyak Bitcoin. Dana ini akan diperoleh lewat penerbitan saham preferen baru, yang rencananya dilakukan secara bertahap mulai Agustus 2025 hingga 2027.

Mengutip coinmarketcap, Sabtu (2/8/2025), Metaplanet menargetkan kepemilikan hingga 210.000 BTC pada akhir 2027. Saat ini mereka sudah memiliki lebih dari 17.000 BTC, senilai sekitar Rp 32,8 triliun.

Metaplanet yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo dikenal sebagai perusahaan dengan strategi agresif dalam investasi Bitcoin. Mereka telah mendaftarkan rencana ini kepada otoritas dan kemungkinan akan dilakukan secara bertahap dari Agustus 2025 hingga Agustus 2027, tergantung pada kondisi pasar.

Meski belum tentu akan langsung menerbitkan saham, Metaplanet menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk mengumpulkan hingga 210.000 BTC pada akhir 2027.

Saat ini, Metaplanet sudah memiliki 17.132 BTC, termasuk pembelian terbaru sebanyak 780 BTC pada 28 Juli. Dengan harga Bitcoin saat ini, total nilai simpanan mereka mencapai sekitar Rp 32,8 triliun.

Nilai penerbitan saham yang direncanakan ini hampir setara dengan tiga perempat kapitalisasi pasar Metaplanet saat ini, yakni Rp 79,7 triliun. Namun, rencana ini masih menunggu persetujuan dari para pemegang saham.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Gelar Rapat Pemegang Saham

Untuk itu, perusahaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 1 September. Mereka akan meminta persetujuan atas penambahan jumlah saham resmi dan pembentukan dua jenis saham preferen baru, yaitu Kelas A dan Kelas B.

Masing-masing kelas dapat menggalang dana hingga Rp30,3 triliun, dengan batas dividen maksimal sebesar 6%, lebih tinggi dari pemegang saham biasa.

Dalam pernyataannya, Metaplanet menyebut bahwa penerbitan saham preferen yang didukung oleh Bitcoin akan menjawab kebutuhan pasar terhadap pendanaan ekuitas yang berbasis aset digital.

Langkah ini juga menempatkan Metaplanet sejajar dengan perusahaan besar lain seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy), yang juga menerbitkan saham berbasis Bitcoin dengan imbal hasil tahunan 9%.

Gabungan antara Strategy, Metaplanet, dan perusahaan serupa kini disebut telah menguasai Bitcoin senilai lebih dari Rp 1.523 triliun.

 

Target Harga Bitcoin

Beberapa analis percaya bahwa akumulasi Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan besar, ditambah tren pertumbuhan pasokan uang global, bisa mendorong harga Bitcoin tembus Rp 2,1 miliar (USD 130.000) pada akhir 2025.

Dalam laporannya hari Jumat, Matrixport juga menyebut bahwa potensi tekanan fiskal baru di AS setelah Kongres kembali dari masa reses bulan September bisa meningkatkan minat terhadap aset seperti Bitcoin.

Sementara itu, pasar saat ini memperkirakan peluang 60% bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 17 September, menurut data dari CME Group.