Harta Pencipta Bitcoin Tembus Rp 2.100 Triliun, Salip Bill Gates

Nilai dompet digital Satoshi Nakamoto kini setara lebih dari Rp 2.100 triliun, menyalip Bill Gates dan mendekati kekayaan Michael Dell.

Diterbitkan 30 Juli 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sosok misterius di balik pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, kembali jadi sorotan. Sebab, kekayaan yang dikaitkan dengannya melonjak hingga lebih dari Rp 2.133 triliun seiring harga Bitcoin menembus level tertinggi sepanjang masa di atas Rp 1,94 miliar per BTC (sekitar USD 118.536).

Menurut data dari Arkham Intelligence, dikutip dari U.Today, Rabu (30/7/2025), dompet yang diduga kuat milik Satoshi berisi sekitar 1,1 juta BTC yang tidak pernah disentuh sejak Bitcoin pertama kali diluncurkan pada 2009.

Dengan nilai tukar saat ini, kekayaan dompet tersebut mencapai sekitar Rp 2.133 triliun.

Dengan jumlah sebesar itu, Satoshi kini melampaui kekayaan tokoh ternama seperti Bill Gates dan pewaris Walmart Jim Walton, menurut peringkat Bloomberg Billionaires Index.

Kekayaan Satoshi kini hanya sekitar Rp 98 triliun di bawah pendiri Dell Technologies, Michael Dell, yang hartanya diperkirakan Rp 2.231 triliun (setara USD136 miliar).

Jika tren kenaikan harga Bitcoin berlanjut, bukan tidak mungkin Satoshi segera menyalip Dell dan naik peringkat sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Kekayaan Digital yang Belum Pernah Dipakai

Berbeda dari miliarder lainnya, kekayaan Satoshi sepenuhnya berada di ranah digital. Hingga hari ini, tak satu pun dari 1,1 juta BTC yang diyakini miliknya pernah dipindahkan atau digunakan—menambah lapisan misteri tentang identitas dan tujuan pencipta Bitcoin ini.

Sudah lebih dari 16 tahun sejak Bitcoin pertama kali hadir, identitas asli di balik nama samaran Satoshi Nakamoto masih belum terungkap. Apakah ia seorang individu atau sekelompok orang, jawabannya masih menjadi teka-teki besar dalam sejarah keuangan digital.

Mesin AI Buatan Elon Musk Prediksi Harga Bitcoin Tembus USD 25 Juta

Sebelumnya, sebuah pertanyaan sederhana di platform X (sebelumnya Twitter) memicu prediksi mengejutkan: Berapa harga Bitcoin dalam 21 tahun ke depan?

Pertanyaan itu dilontarkan oleh Chaitanya Jain, mantan analis Blackstone sekaligus eksekutif strategi di perusahaan Michael Saylor.

Dikutip dari U.Today, Selasa (29/7/2025), jawaban datang dari Grok — kecerdasan buatan (AI) besutan perusahaan Elon Musk — yang memperkirakan bahwa pada 2046, harga Bitcoin bisa mencapai USD 25 juta per koin atau sekitar Rp 408,66 miliar (estimasi kurs Rp 16.346 per USD).

Tapi prediksi ini bukan asal-asalan. Grok merinci perhitungannya menjadi tiga bagian utama:

1. Pertumbuhan Historis Bitcoin

Grok melihat data pertumbuhan tahunan Bitcoin selama ini yang rata-rata berada di angka 30% (CAGR). Meski pertumbuhan tersebut mulai melambat, tren ini saja sudah bisa mengarah ke valuasi sekitar USD 13 juta di masa depan.

2. Model Stock-to-Flow (S2F)

Model populer ini memperkirakan harga Bitcoin berdasarkan kelangkaannya — yang semakin meningkat setelah setiap peristiwa halving. Dengan pendekatan ini, estimasi harga melonjak hingga lebih dari USD 50 juta per BTC.

3. Adopsi Global dan Pandangan Michael Saylor

Mengacu pada tesis Michael Saylor, Bitcoin diperkirakan akan tumbuh 29% per tahun sebagai aset cadangan global. Proyeksi ini menghasilkan harga sekitar USD 21 juta.