Sukses

Harga Bitcoin Berpeluang Melemah Hari Ini 24 Januari 2023

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memprediksi harga Bitcoin akan dibuka fluktuatif tetapi melemah di rentang USD 22.461 atau setara Rp 337,5 juta (asumsi kurs Rp 15.1026 per dolar AS) hingga USD 23.213 atau setara Rp 348,8 juta per koin pada perdagangan Selasa (24/1/2023). 

Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya pada perdagangan Senin, mengalami pergerakan yang beragam. Namun demikian, mayoritas berada di zona hijau setelah perayaan liburan Tahun Baru Imlek dan Festival Musim Semi di seluruh Asia Tenggara. 

Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua, juga mencatatkan keuntungan signifikan, mencapai level tertinggi sekitar USD 1.674 atau setara Rp 25,1 juta, level yang tidak terlihat sejak September tahun lalu ketika peningkatan Merge yang sangat dinantikan berhasil dilakukan. 

Ibrahim menjelaskan, serangkaian data ekonomi yang lemah minggu lalu dengan penurunan signifikan dalam penjualan ritel dan produksi industri memberi kesan ekonomi AS melambat tajam pada akhir tahun, meskipun pasar tenaga kerja terus menguat. 

Itu mungkin terlihat dalam pembacaan pertama Produk Domestik Bruto AS pada Kamis, di mana tingkat pertumbuhan kuartalan diperkirakan melambat menjadi 2,6 persen dari 3,2 persen pada kuartal ketiga.

Meskipun begitu, Bitcoin dan Ethereum telah naik sekitar 38 persen dan 35 persen tahun ini. Ada beberapa faktor yang mendorong penguatan pada pasar kripto sejak awal 2023, misalnya inflasi AS yang lebih rendah.

Tingkat inflasi tahunan AS turun menjadi 6,5 persen pada Desember, dibandingkan dengan 7,1 persen pada November. Inflasi yang lebih rendah biasanya dipandang sebagai bullish untuk aset berisiko seperti kripto karena memberikan tekanan pada Federal Reserve AS untuk memperlambat kenaikan suku bunga.

Analis dan komisaris PT Orbi Trade Berjangka Vandy Cahyad mengatakan, AS telah kehilangan posisi kepemimpinan pertumbuhan globalnya jika survei PMI terbaru dapat dipercaya, selain itu, inflasi AS terlihat turun lebih jauh dan lebih cepat dari proyeksi Fed sendiri.

“Reli Bitcoin saat tahun baru Imlek dianggap sebagai entry time yang baik bagi investor dan Bitcoin memiliki ruang untuk naik lebih jauh tahun ini," ujar Vandy dalam catatan hariannya, dikutip Selasa 24 Januari 2023.

Selain itu, anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Klaas Knot, mengatakan suku bunga akan naik 50 basis poin pada Februari dan Maret dan terus naik di bulan-bulan berikutnya. Survei analis Reuters juga mendukung kenaikan 50 basis poin pada Maret dan akhirnya mencapai puncak 3,25 persen dari tingkat saat ini 2 persen.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kinerja Bitcoin dan Ethereum Kalahkan Wall Street dalam Sepekan

Sebelumnya, Cryptocurrency berhasil melanjutkan reli dalam sepekan bahkan ketika saham AS mundur dari reli tahun baru mereka. Penguatan ini juga terjadi saat pemberi pinjaman kripto besar, Genesis Global Capital mengajukan pengajuan kebangkrutan.

Dilansir dari CNBC, Senin (23/1/2023), Bitcoin terakhir berhasil menguat sekitar 12 persen selama seminggu, menurut data dari Coin Metrics, sementara eter telah menguat 14 persen dalam sepekan. Sebagai perbandingan, dua dari tiga rata-rata saham utama AS berada di jalur untuk membukukan minggu dengan penurunan.

S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average terakhir turun masing-masing 0,9 persen dan 2,9 persen, dalam sepekan. Nasdaq Composite, telah menjadi yang terbaik, naik sedikit dalam sepekan dan telah naik 5 persen untuk tahun ini, memimpin indeks besar lainnya.

Di sisi lain, Bitcoin dan eter masing-masing naik 2,73 persen dan 2,15 persen, dalam periode empat hari yang sama. 

Bitcoin diperdagangkan sejalan dengan saham hampir sepanjang 2022 karena investor institusional yang memasuki pasar kripto pada tahun sebelumnya dan stimulus pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve menjadi pendorong harga terbesar.

Namun, pada akhir tahun, korelasi tersebut mereda dan harga bitcoin tetap relatif stabil di tengah gelombang kebangkrutan di industri kripto dan hilangnya kepercayaan secara umum pada kelas aset.

Kenaikan harga kripto minggu ini juga terjadi di tengah pukulan terbaru bagi industri, Genesis salah satu pemberi pinjaman terbesar di kripto dan salah satu kreditur tanpa jaminan terbesar FTX mengajukan kebangkrutan.

3 dari 4 halaman

Senator AS Tegaskan Bitcoin Adalah Komoditas Bukan Mata Uang

Sebelumnya, Senator AS John Boozman mengungkapkan, meskipun disebut mata uang kripto, Bitcoin tetap dianggap sebuah komoditas bukan mata uang. Dia menekankan, pertukaran di mana komoditas diperdagangkan, termasuk bitcoin, harus diatur oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

“Bitcoin, meskipun mata uang kripto, itu tetap adalah komoditas. Ini adalah komoditas di mata pengadilan federal dan pendapat ketua Securities and Exchange Commission (SEC). Tidak ada perselisihan tentang ini,” kata Boozman dalam sebuah sidang, dikutip dari Bitcoin.com, Selasa (6/12/2022).

Menyebut keruntuhan FTX mengejutkan, sang senator berkata laporan publik menunjukkan kurangnya manajemen risiko, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan dana pelanggan. 

Senator Boozman melanjutkan untuk berbicara tentang regulasi kripto dan memberdayakan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sebagai pengatur utama pasar spot kripto. 

“CFTC secara konsisten menunjukkan kesediaannya untuk melindungi konsumen melalui tindakan penegakan hukum terhadap aktor jahat,” lanjut Senator Boozman.

Boozman yakin CFTC adalah agensi yang tepat untuk peran regulasi yang diperluas di pasar spot komoditas digital.

Pada Agustus 2022, Boozman dan beberapa senator memperkenalkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Komoditas Digital (DCCPA) untuk memberdayakan CFTC dengan yurisdiksi eksklusif atas pasar spot komoditas digital. 

Dua RUU lainnya telah diperkenalkan di Kongres tahun ini untuk menjadikan regulator derivatif sebagai pengawas utama untuk sektor kripto.

Sementara bitcoin adalah komoditas, Ketua SEC Gary Gensler berulang kali mengatakan sebagian besar token kripto lainnya adalah sekuritas.

 

4 dari 4 halaman

Bitcoin Menuju Posisi Terendah, Saatnya Investasi di Kripto?

Sebelumnya, harga Bitcoin diperkirakan mendekati titik terendahnya. Pendiri manajer aset SkyBridge Capital, Anthony Scaramucci mengatakan, kemungkinan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi pada aset kripto.

Scaramucci mengatakan investor kripto jangka panjang perlu mempertahankan prospek tiga hingga lima tahun dan tidak memikirkan kinerja harian aset tersebut.

"Saya mendorong orang untuk berinvestasi sekarang. Saat ini kita lebih dekat ke dasar daripada ke puncak,” kata Scaramucci, dikutip dari CoinDesk, Kamis (19/1/2023).

Perusahaan Scaramucci, yang memiliki aset kelolaan senilai USD 2,2 miliar, mencatat sekitar USD 45 juta aset berkaitan dengan kegagalan crypto exchange FTX ketika pendiri Sam Bankman-Fried membeli sekitar 30 persen saham.

Menurut Scaramucci, SkyBridge kemudian membeli token asli FTX senilai USD 10 juta, FTT, yang kemudian dijual dengan perkiraan kerugian USD 9,6 juta. Skybridge sekarang sedang mempertimbangkan apakah akan membeli kembali sahamnya dari FTX yang gagal.

Jika aksi itu dilakukan, Scaramucci berharap perusahaannya melakukan pembelian pada pertengahan tahun ini. Sementara proses kebangkrutan FTX berlanjut, Scaramucci mengatakan perusahaannya tidak melakukan apa-apa selain bergerak maju.

Meskipun Bankman-Fried ternyata menjadi penipu, Scaramucci mengatakan dia tidak akan menyalahkannya atas dampak yang ditimbulkan untuk SkyBridge atau pasar kripto.

"Sejarah mungkin tidak berulang dengan tepat, tetapi Anda dan saya sama-sama tahu bahwa itu berima. Dan tidak ada cerita baru. Itu hanya remix dari cerita masa lalu… Saya sangat optimis tentang ruang kripto. Kami sangat bullish. Saya rasa Anda tidak dapat memprediksi pasar ini [dalam] jangka pendek,” kata dia.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS