Sukses

Bos Binance Changpeng Zhao Minta Regulator Global Atur Industri Kripto Ketimbang Melawan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer Binance, Changpeng Zhao (CZ) mengatakan pada Jumat (25/11/2022), regulasi untuk sektor kripto adalah pilihan yang lebih baik bagi pemerintah dunia karena mata uang digital menjadi lebih utama dibandingkan melawan industri.

Regulasi di industri mata uang kripto telah menjadi fokus tajam regulator setelah runtuhnya beberapa platform, yang berpuncak pada jatuhnya pertukaran mata uang kripto FTX awal bulan ini.

"Saya pikir sebagian besar pemerintah sekarang mengerti bahwa adopsi akan terjadi terlepas dari itu. Lebih baik mengatur industri daripada mencoba melawannya," kata Zhao, berbicara di acara Binance di Athena, dikutip dari Yahoo Finance, Senin, 28 November 2022.

Industri kripto kembali menjadi sorotan ketika FTX mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat pada 11 November setelah pedagang menarik USD 6 miliar atau sekitar Rp 94,2 triliun dari platform dalam tiga hari.

Runtuhnya FTX telah menyebabkan sekitar 1 juta kreditur menghadapi kerugian sebesar miliaran dolar. Meskipun demikian, Zhao mengatakan dia mengharapkan industri pulih. 

"Tahun ini adalah tahun yang sangat buruk, dua bulan terakhir terlalu banyak yang terjadi. Saya pikir sekarang kita melihat industri lebih sehat, anya karena FTX terjadi bukan berarti setiap bisnis lain buruk," ujar Zhao.

Ketika ditanya apakah dia melihat negara menambahkan mata uang kripto seperti Bitcoin ke cadangan mereka di masa depan, Zhao mengatakan dia mengharapkan negara untuk memulai, terutama yang tidak memiliki mata uang sendiri.

“Negara-negara yang lebih kecil akan memulai lebih dulu, saya pikir," pungkas Zhao. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 
 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Bos Binance Kritik Perilaku Mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried

Sebelumnya, kepala eksekutif pertukaran cryptocurrency, Binance, Changpeng Zhao (CZ) mengkritik mantan CEO pertukaran FTX, Sam Bankman-Fried akibat perilakunya. 

Tampil di KTT Timur Tengah dan Afrika Institut Milken pada Kamis, 17 November 2022, Zhao, diminta untuk menanggapi tweet oleh Sam Bankman-Fried di mana dia merujuk pada "mitra tanding", yang sebagian besar diyakini adalah CZ.

"Ketika dia men-tweet tentang sparring partner dan semua ini terjadi, dia kehilangan fokus. Saya tidak tahu masalah ini ada di FTX sebelumnya, kalau tidak kami akan menjual token FTT itu sejak lama,” kata Zhao, dikutip dari CNBC, Jumat (18/11/2022).

Zhao menambahkan, seharusnya Bankman-Fried tidak perlu menulis cuitan tersebut, dia seharusnya mengerjakan hal-hal lain. Zhao juga menambahkan detail tentang keputusan Binance pada 9 November untuk mundur dari kesepakatan untuk menyelamatkan FTX saingannya.

“Untuk lebih jelasnya (Bankman-Fried) mendatangi saya. Ketika dia datang kepada saya, saya tahu dia putus asa. Jadi mungkin banyak orang yang menyampaikan kesepakatan itu sebelum kami,” jelas Zhao.

 

3 dari 3 halaman

Ada Kebohongan dan Penyelewengan

Zhao menuturkan, tidak butuh waktu lama bagi Binance untuk mengetahui ada masalah yang jauh lebih besar di FTX daripada yang dibayangkan. 

Ada Kebohongan dan Penyelewengan

Ketika ditanya apakah menurut dia, mantan CEO FTX adalah seorang penjahat, Zhao mengatakan dia akan menyerahkan penilaian itu kepada orang lain tetapi mengatakan dia tahu ada kebohongan dan ada penyelewengan dana orang yang dia gambarkan sebagai penipuan.

Dalam wawancara terpisah dengan "Squawk Box" CNBC, Zhao mengatakan dia "sangat terkejut" ketika mengetahui tentang bagaimana perilaku Bankman-Fried.

“Saya terkejut dia berbohong kepada semua orang. Saya tidak tahu bahwa dia berbohong kepada semua orang sampai seminggu yang lalu," pungkas Zhao.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS