Sukses

Harga Bitcoin Beranjak Naik Tersengat Aksi Beli Investor

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin kembali ke level USD 36.000 atau sekitar Rp 516,4 juta (asumsi kurs Rp 14.345 per dolar AS) dan cenderung stabil setelah terkoreksi cukup dalam pada minggu lalu. 

Beberapa faktor fundamental turut mempengaruhi market kripto, tak hanya Bitcoin tapi juga alternatif coin(altcoin) lainnya. Harga Bitcoin naik 3 persen selama 24 jam terakhir, dari level terendah intra day menyentuh level USD 32,917.

Per 25 januari 2022, BTC tertahan di level USD 36,000 karena isu taper tantrum mempengaruhi kepercayaan investor. Dari hal tersebut, Chief Executive Officer Litedex Protocol, Andrew Suhalim memberikan analisa secara teknikal bagi untuk para investor kripto. 

"Level USD 36,000 bisa menjadi area support Bitcoin yang cukup kuat untuk rebound dalam jangka pendek ke area resistence USD 40,500 sampai USD 43.000," kata Andrew dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/1/2022).

Berdasarkan data on chain glassnode, pergerakan investor ritel mendorong harga Bitcoin naik, terlihat dari number of address non zero balance BTC yang bertambah.

Sementara itu, berdasarkan indeks fear and greed dalam sepekan, tingkat kekhawatiran investor mengalami penurunan 12 poin, dari 24 ke level 12 yang berarti kekhawatiran investor makin besar untuk masuk ke market atau extreme fear.

Andrew Suhalim merekomendasikan para investor kripto untuk 'wait and see' hingga menunggu update informasi terkait taper tantrum dari the Fed.

Dominasi Bitcoin mempengaruhi 42 persen pasar kripto, sehingga bisa menjadi acuan para investor untuk melirik koin alternatif lainnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harga Kripto pada Selasa Pagi 25 Januari 2022

Sebelumnya, harga Bitcoin, Ethereum dan jajaran kripto teratas rebound atau menguat pada Selasa pagi, 25 Januari 2022. Kripto yang sebelumnya sempat terkoreksi akhirnya mulai menguat.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat dalam satu hari terakhir sebesar 3,76 persen. Meskipun begitu, dalam sepekan, BTC masih meradang cukup besar yaitu 12,13 persen. Saat ini, harga BTC masih berada di level USD 36.711,19 per koin atau setara Rp 526,8 juta (asumsi kurs Rp 14.350 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua juga rebound sebesar 0,68 persen dalam satu hari terakhir, tetapi masih melemah dalam sepekan sebesar 22,60 persen. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.447,09 per koin. 

Selanjutnya, Binance coin (BNB) yang juga ikut menguat dalam 24 jam terakhir sebesar 1,45 persen. Namun, masih melemah dalam sepekan sebesar 20,57 persen. Hal itu membuat BNB berada di level USD 373,90 per koin. 

Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC), meskipun sedikit turun, tetapi masing-masing harganya masih stabil. USDT masih berada di level USD 1,00, sedangkan USDC yang sedikit menurun ke level USD 0,9997, hari ini kembali ke USD 1,00.

Sedangkan, Cardano (ADA) harus meradang sebesar 1,12 persen dalam 24 jam terakhir dan 30,88 persen dalam sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 1,06 per koin.

Selanjutnya, Solana (SOL) yang ikut meradang sebesar 3,53 persen dalam satu hari terakhir dan dalam sepekan meradang sebesar 34,03 persen. Saat ini harga SOL berada di level USD 92,15 per koin.