Sukses

Harga Kripto 24 Januari 2022: Bitcoin dan Ethereum Beranjak Naik

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin, Ethereum dan jajaran kripto teratas beranjak naik sedikit demi sedikit pada Senin pagi (24/1/2022). Kripto yang pada sesi perdagangan hari sebelumnya melemah, hingga saat ini terlihat menguat meskipun sedikit.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat dalam satu hari terakhir sebesar 0,94 persen. Meskipun begitu, dalam sepekan, BTC masih meradang cukup besar yaitu 18,04 persen.

Saat ini, harga BTC masih berada di level USD 35.392,35 per koin atau setara Rp 507,1 juta (asumsi kurs Rp 14.329 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua juga sedikit menguat sebesar 1,75 persen dalam satu hari terakhir, tetapi masih melemah dalam sepekan sebesar 27,29 persen. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.435,20 per koin. 

Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC), meskipun sedikit turun, tetapi masing-masing harganya masih stabil. USDT masih berada di level USD 1,00, sedangkan USDC sedikit menurun ke level USD 0,9997 per koin.

Selanjutnya, Binance coin (BNB) yang juga ikut menguat dalam 24 jam terakhir sebesar 3,22 persen. Namun, masih melemah dalam sepekan sebesar 26,28 persen. Hal itu membuat BNB berada di level USD 368,29 per koin. 

Sedangkan, Cardano (ADA) mulai menguat juga sebesar 0,50 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, dalam sepekan masih menunjukkan grafik merah yaitu 23,84 persen. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 1,07 per koin.

Terakhir, Solana (SOL) hari ini sedikit menguat sebesar 1,02 persen dalam satu hari terakhir dan dalam sepekan meradang sebesar 35,59 persen. Saat ini harga SOL berada di level USD 95,18 per koin.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Selain Bitcoin, Harga Ether hingga Solana Ikut Lesu

Sebelumnya, investor bersikap hati-hati dan tekanan jual di pasar kripto global tidak menunjukkan tanda-tanda mereda pada Sabtu, 22 Januari. Hal ini ditunjukkan dengan harga bitcoin turun 4 persen, ether susut sekitar 7 persen pada perdagangan sore di Amerika Serikat (AS).

Bitcoin, kripto terbesar berdasarkan nilai pasar sekitar USD 35.300 atau sekitar Rp 506,24 juta (asumsi kurs 14.341 per dolar AS). Jumlah itu mewakilisi penyusutan lebih dari 50 persen kapitalisasi pasar bitcoin dari level tertinggi sepanjang masa pada November 2021.

Selain itu, trader kripto juga bereaksi dengan sinyal hawkish dari bank sentral AS atau the Federal Reserve, petunjuk peraturan baru oleh Gedung Putih dan ancaman larangan di Rusia terhadap kripto.

Adapun penurunan ether, token terbesar kedua dan dalam koin yang lebih baru telah melampaui penurunan bitcoin.

Selama tujuh hari perdagangan terakhir, bitcoin susut sekitar 20 persen dibandingkan ether hampir 30 persen. Token Solana dan DeFi masing-masing turun hampir 38 persen. Harga Dogecoin merosot 30 persen dalam sepekan. Shiba Inu susut 38 persen, berdasarkan data CoinMarketCap.

“Kripto adalah aset berisiko naik turun. Ini bahkan lebih merupakan aset berisiko sekarang karena sebagian besar kapitalisasi kripto adalah Ethereum, solana dan segala macam hal lain yang pada dasarnya hanya teknologi di mana kami mengedepankan asumsi besar pertumbuhan global hingga saat ini,” ujar Leigh Drogen dari Starkiller Capital dilansir dari yahoo finance, Minggu, 23 Januari 2022.

Sementara itu, Head of Market Insights Genesis Global Trading Inc, Noelle Acheson menuturkan, penurunan ether berarti ether bahkan lebih rentan terhadap perubahan selera risiko yang didorong makro ketimbang bitcoin.