Liputan6.com, Jakarta - Alasan orang pakai alas kaki di rumah tidak selalu berkaitan dengan kebiasaan atau kenyamanan semata. Bagi sebagian orang, sandal rumah membantu menjaga kebersihan lantai, menopang telapak kaki, dan mengurangi risiko terpeleset saat beraktivitas. Kebiasaan ini juga bisa memberikan perlindungan tambahan ketika seseorang harus berdiri lama untuk memasak, membersihkan rumah, atau mengurus anggota keluarga.
Meskipun banyak orang terbiasa melepas alas kaki begitu memasuki rumah, sebagian lainnya memilih menggunakan sandal khusus untuk aktivitas di dalam ruangan. Keduanya memiliki pertimbangan tersendiri, mulai dari kebersihan hingga kondisi kesehatan penghuni rumah.
Lantas, apa saja manfaat memakai alas kaki di dalam rumah? Dengan memilih alas kaki yang tepat dan memisahkannya dari sepatu luar, kebiasaan ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kaki sekaligus membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (29/10/2026).
Advertisement
1. Membantu Mengurangi Paparan Kotoran dari Lantai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191998/original/093134800_1745063601-pexels-shvets-production-8899503.jpg)
Salah satu alasan orang pakai alas kaki di rumah adalah untuk membatasi kontak langsung antara telapak kaki dan lantai yang mungkin kotor. Debu, remah makanan, rambut, dan partikel kecil lainnya dapat menempel di permukaan lantai meskipun rumah dibersihkan secara rutin.
Ketika seseorang berjalan tanpa alas kaki, kotoran tersebut dapat menempel pada telapak kaki. Sebaliknya, sandal rumah yang bersih membantu mengurangi kontak langsung dengan permukaan lantai selama beraktivitas.
Namun, manfaat kebersihan ini bergantung pada cara penggunaan alas kaki. Sepatu yang digunakan untuk berjalan di jalan raya sebaiknya tidak langsung dipakai di dalam rumah karena dapat membawa tanah, debu, dan berbagai mikroorganisme dari luar.
Solusi yang lebih praktis adalah menyediakan sandal khusus untuk pemakaian di dalam ruangan. Letakkan sandal tersebut di dekat pintu masuk agar penghuni rumah terbiasa mengganti alas kaki setelah melepas sepatu luar.
Kebiasaan ini juga perlu disertai dengan menyapu dan mengepel lantai secara teratur. Bagi keluarga yang memiliki bayi yang mulai merangkak, area bermain dapat dijadikan zona tanpa alas kaki luar agar permukaannya lebih mudah dijaga kebersihannya.
2. Menopang Telapak Kaki saat Beraktivitas
Berjalan tanpa alas kaki sesekali di rumah umumnya tidak menjadi masalah bagi orang yang tidak memiliki keluhan kaki. Akan tetapi, kebiasaan berdiri atau berjalan berjam-jam di atas lantai keras dapat menimbulkan tekanan berulang pada telapak kaki.
Lantai keramik, beton, dan kayu keras tidak memberikan bantalan yang sama seperti permukaan alami, misalnya rumput atau tanah. Ketika seseorang menghabiskan banyak waktu untuk memasak, mencuci piring, atau menyetrika sambil berdiri, tekanan tersebut dapat membuat kaki terasa pegal.
Alas kaki dengan bantalan dan penopang lengkung telapak yang sesuai dapat membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata. Dukungan ini juga dapat mengurangi ketidaknyamanan pada tumit bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki keluhan seperti plantar fasciitis, yaitu gangguan pada jaringan yang menopang lengkung telapak kaki.
Meski demikian, tidak semua sandal rumah memberikan dukungan yang memadai. Sandal yang terlalu tipis, mudah terlipat, atau kehilangan bantalan belum tentu memberikan perlindungan yang dibutuhkan.
Pilih alas kaki yang mengikuti bentuk kaki dengan nyaman, memiliki sol cukup kokoh, dan tetap memungkinkan bagian depan kaki bergerak secara alami. Jika nyeri kaki berlangsung terus-menerus, pemilihan alas kaki sebaiknya disesuaikan dengan saran tenaga kesehatan.
3. Mengurangi Risiko Terpeleset dan Cedera
Lantai rumah dapat menjadi licin akibat air, minyak, sabun, atau permukaan keramik yang memang memiliki daya cengkeram rendah. Berjalan tanpa alas kaki maupun hanya menggunakan kaus kaki dapat meningkatkan risiko tergelincir dalam kondisi tertentu.
Alas kaki rumah dengan sol antiselip dapat membantu memberikan daya cengkeram tambahan. Fitur ini sangat berguna ketika penghuni rumah harus berpindah dari ruang keluarga ke dapur atau kamar mandi, terutama jika lantainya sering terkena air.
Selain itu, alas kaki dapat melindungi jari dari benturan dengan kaki meja, lemari, atau benda keras lainnya. Perlindungan ini juga berguna ketika terdapat mainan kecil, balok permainan, atau benda tajam yang tidak sengaja tertinggal di lantai.
Bagi orang yang memiliki gangguan keseimbangan, lansia, atau mereka yang mengalami penurunan sensasi pada kaki, pemilihan alas kaki perlu mendapat perhatian khusus. Sol yang terlalu licin, sandal longgar, dan model yang mudah terlepas justru dapat menambah risiko jatuh.
Karena itu, utamakan sandal dengan ukuran pas, sol yang mencengkeram lantai, dan bentuk yang tidak mudah bergeser ketika digunakan berjalan. Hindari pula sandal yang terlalu besar atau terlalu sempit karena dapat mengganggu langkah.
Advertisement
4. Menjaga Kaki Tetap Hangat dan Nyaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194510/original/063370300_1596082158-tim-foster-cYqxZS-moEc-unsplash.jpg)
Suhu lantai dapat memengaruhi kenyamanan kaki, terutama ketika cuaca dingin atau seseorang berada di ruangan berpendingin udara dalam waktu lama. Permukaan keramik dan batu alam sering terasa lebih dingin dibandingkan karpet atau lantai kayu.
Alas kaki rumah yang memiliki lapisan dalam dapat menjadi penghalang antara telapak kaki dan lantai. Bahan seperti wol atau tekstil yang lembut dapat membantu mempertahankan kehangatan, sedangkan bahan yang lebih terbuka cocok digunakan di lingkungan tropis yang cenderung panas.
Pemilihan bahan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi ruangan dan karakter kaki. Sandal tertutup mungkin terasa nyaman pada pagi hari, tetapi bisa membuat kaki berkeringat ketika suhu meningkat. Sebaliknya, sandal terbuka memberikan sirkulasi udara lebih baik.
Bagi orang dengan diabetes atau gangguan sirkulasi tertentu, menjaga kaki tetap hangat dan terlindungi menjadi perhatian penting. Namun, alas kaki bukan pengobatan untuk gangguan sirkulasi. Penderita diabetes, khususnya yang mengalami neuropati atau berkurangnya sensasi kaki, perlu memeriksa bagian dalam sandal dan kondisi kulit secara rutin agar luka atau lecet dapat diketahui sejak dini.
Hindari mengandalkan panas berlebihan untuk menghangatkan kaki karena gangguan sensasi dapat membuat seseorang tidak menyadari risiko luka bakar.
5. Membantu Melindungi Kaki dari Benda Kecil dan Permukaan Kasar
Tidak semua bahaya di dalam rumah terlihat jelas. Pecahan kaca kecil, serpihan kayu, ujung benda tajam, dan bagian lantai yang kasar dapat melukai telapak kaki ketika seseorang berjalan tanpa alas kaki.
Alas kaki yang cukup kuat memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap benda-benda tersebut. Hal ini bermanfaat bagi orang yang sering melakukan pekerjaan rumah, memindahkan perabot, atau beraktivitas di area penyimpanan yang berpotensi memiliki benda berserakan.
Kebiasaan memakai alas kaki juga dapat membantu melindungi kuku jari dari benturan. Seseorang yang sering tidak sengaja menabrak kaki meja atau lemari mungkin merasa lebih aman menggunakan sandal rumah dengan bagian depan yang cukup melindungi jari.
Meski demikian, sandal terbuka tidak memberikan perlindungan penuh terhadap benda tajam atau benda berat. Untuk pekerjaan yang lebih berisiko, seperti memperbaiki perabot atau mengangkat barang berat, gunakan alas kaki yang sesuai dengan jenis pekerjaan tersebut.
Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga lantai tetap rapi. Alas kaki sebaik apa pun tidak dapat menggantikan kebiasaan menyimpan perkakas, mainan, dan barang-barang kecil di tempat yang semestinya.
6. Membantu Menjaga Kebersihan dan Keawetan Lantai
Alasan orang pakai alas kaki di rumah juga berkaitan dengan perawatan lantai. Partikel pasir dan debu yang terbawa dari luar dapat bertindak seperti bahan abrasif ketika terinjak berulang kali. Pada jenis lantai tertentu, gesekan tersebut berpotensi menimbulkan goresan atau membuat permukaannya lebih cepat kusam.
Dengan memisahkan sepatu luar dan sandal rumah, jumlah kotoran yang berpindah ke dalam ruangan dapat dikurangi. Lantai pun lebih mudah dibersihkan karena tidak terlalu banyak terpapar tanah dan pasir dari luar.
Namun, sandal rumah juga perlu dirawat. Sol yang kotor dapat memindahkan debu dari satu ruangan ke ruangan lain. Sementara itu, pasir atau kerikil yang menempel pada bagian bawah sandal dapat menggores permukaan lantai yang sensitif.
Bersihkan sol secara berkala dan cuci sandal sesuai petunjuk perawatannya. Pastikan sandal benar-benar kering sebelum digunakan kembali, terutama jika terbuat dari bahan yang mudah menyerap air.
Perhatikan pula jenis sol yang dipilih. Sol karet yang tidak meninggalkan bekas cocok untuk sejumlah lantai kayu dan keramik, sedangkan sandal dengan bagian bawah yang kasar atau kotor perlu dibersihkan lebih sering.
Dengan perawatan sederhana, alas kaki rumah dapat membantu menjaga kebersihan sekaligus mengurangi pekerjaan membersihkan lantai.
7. Menciptakan Rutinitas yang Lebih Nyaman dan Mendukung Relaksasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415917/original/067725000_1763434911-pexels-fotios-photos-1444417.jpg)
Bagi sebagian orang, mengganti sepatu luar dengan sandal rumah menjadi penanda bahwa aktivitas di luar telah selesai. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu membentuk transisi antara pekerjaan dan waktu beristirahat.
Setelah seharian bepergian, alas kaki yang ringan dan nyaman dapat membuat aktivitas di rumah terasa lebih menyenangkan. Sebaliknya, bagi orang yang masih harus berdiri untuk memasak, membersihkan rumah, atau mengurus keluarga, sandal dengan penopang yang baik dapat membantu menjaga kenyamanan selama bekerja.
Pengaruhnya terhadap suasana hati memang berbeda pada setiap orang. Memakai sandal rumah tidak secara langsung menjamin stres berkurang, tetapi rutinitas kecil yang terasa nyaman dapat menjadi bagian dari kebiasaan perawatan diri.
Aspek budaya dan kebiasaan keluarga juga berperan. Di sejumlah rumah, melepas sepatu sebelum masuk merupakan bentuk penghormatan terhadap kebersihan ruang pribadi. Ada pula keluarga yang menyediakan sandal khusus untuk penghuni dan tamu agar lantai tetap terjaga tanpa mengabaikan kenyamanan kaki.
Agar kebiasaan ini berjalan baik, sediakan tempat penyimpanan alas kaki dekat pintu masuk. Pilih sandal tamu yang mudah dibersihkan dan pastikan ukurannya cukup beragam. Dengan begitu, penggunaan alas kaki di rumah dapat menjadi rutinitas yang praktis, higienis, dan nyaman bagi seluruh penghuni.
Tips Memilih Alas Kaki yang Tepat untuk di Rumah
Sebelum membeli sandal rumah, perhatikan beberapa hal berikut agar manfaatnya sesuai dengan kebutuhan.
Pilih ukuran yang pas. Tumit dan telapak kaki sebaiknya tertopang dengan baik tanpa bagian kaki menggantung di luar sol.
Perhatikan penopang telapak. Jika sering berdiri lama atau memiliki keluhan kaki, pilih alas kaki dengan bantalan dan dukungan lengkung yang sesuai.
Utamakan sol antiselip. Pastikan bagian bawah sandal memiliki daya cengkeram yang baik pada jenis lantai di rumah.
Sesuaikan bahan dengan cuaca. Bahan yang menyerap kelembapan dan memiliki sirkulasi udara baik cocok untuk lingkungan tropis.
Pisahkan sandal dalam dan luar rumah. Jangan memakai sandal yang sama untuk berjalan di jalanan dan beraktivitas di dalam ruangan.
Periksa kondisi alas kaki. Ganti sandal jika sol mulai licin, bantalan mengempis, atau bentuknya berubah sehingga mengganggu kestabilan.
Pada akhirnya, manfaat alas kaki di rumah bergantung pada kebutuhan penggunanya. Orang yang tidak memiliki masalah kaki mungkin nyaman berjalan tanpa alas kaki selama beberapa waktu. Namun, bagi mereka yang sering berdiri lama, memiliki keluhan pada telapak kaki, atau membutuhkan perlindungan tambahan, sandal rumah yang tepat bisa menjadi pilihan yang bermanfaat.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Alas Kaki di Dalam Rumah
1. Apakah memakai alas kaki di dalam rumah lebih baik daripada bertelanjang kaki?
Tidak selalu. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Berjalan tanpa alas kaki dapat terasa nyaman bagi sebagian orang, sedangkan alas kaki dengan dukungan yang baik dapat membantu mengurangi tekanan pada telapak kaki dan melindungi dari benda tajam. Pilih berdasarkan kondisi kaki, jenis lantai, dan aktivitas sehari-hari.
2. Apakah sandal yang dipakai di rumah harus berbeda dari sandal luar?
Sebaiknya iya. Sandal khusus dalam ruangan membantu mengurangi perpindahan debu, tanah, dan kotoran dari luar. Kebiasaan ini juga memudahkan penghuni menjaga kebersihan lantai.
3. Apakah kaus kaki cukup untuk menggantikan sandal rumah?
Kaus kaki dapat membantu menjaga kehangatan, tetapi tidak selalu memberikan dukungan telapak kaki atau perlindungan terhadap benda tajam. Kaus kaki biasa juga bisa licin pada lantai keramik. Jika membutuhkan perlindungan tambahan, pilih sandal dengan sol antiselip dan bantalan yang sesuai.
4. Bagaimana memilih sandal rumah untuk orang yang sering mengalami nyeri tumit?
Pilih sandal dengan bantalan yang nyaman, penopang lengkung telapak yang sesuai, dan sol yang cukup kokoh. Hindari sandal yang terlalu tipis atau mudah terlipat. Jika nyeri menetap atau semakin berat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
5. Seberapa sering sandal rumah perlu dibersihkan atau diganti?
Frekuensi pembersihan bergantung pada bahan, intensitas pemakaian, dan tingkat kekotorannya. Bersihkan sandal secara rutin dan keringkan dengan baik. Tidak ada masa penggantian yang berlaku untuk semua sandal; ganti ketika sol kehilangan daya cengkeram, bantalan menipis, atau sandal tidak lagi menopang kaki dengan baik.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3357784/original/082513900_1611472016-pexels-lisa-fotios-1272328.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384569/original/076391700_1793176444-pexels-artempodrez-6786612.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340138/original/049519900_1788488702-Rumah_3_Kamar_dengan_Ruang_Keluarga_dan_Ruang_Makan_Menyatu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384319/original/033498800_1793166308-pexels-dextarstudio-15223424.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384635/original/085180700_1793178348-pexels-mtyutina-13211183.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365623/original/049262600_1791187278-01M45ADMC58A26HFC5R9W5Q645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387139/original/048619000_1793435987-q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387095/original/047386000_1793432999-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372080/original/045217100_1791867644-01M4SRBXZJR3ZY3HV69CCN6DVS.jpg)