Bagaimana Kamu Melalui Trauma: 6 Cara yang Terbukti Membantu Pemulihan

Bagaimana kamu melalui trauma? Temukan 6 cara efektif untuk memulihkan diri secara emosional dan membangun kembali rasa aman.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Trauma meninggalkan jejak yang tidak selalu terlihat, namun pengaruhnya terasa dalam cara seseorang menjalani hari-hari berikutnya. Pertanyaan tentang bagaimana kamu melalui trauma sering muncul ketika rasa sakit itu belum juga mereda meski waktu terus berjalan. Setiap orang memiliki jalan pemulihan yang berbeda, dan tidak ada satu cara yang berlaku sama untuk semua orang.

Banyak orang menahan diri untuk membicarakan pengalaman berat yang mereka alami, sebab mereka khawatir dianggap lemah atau merepotkan orang di sekitarnya. Kekhawatiran ini membuat luka batin tersimpan lebih lama tanpa tersalurkan dengan baik. Proses pemulihan justru membutuhkan ruang aman untuk mengakui perasaan tersebut secara terbuka.

Memahami bagaimana kamu melalui trauma dapat dimulai dari langkah sederhana yang terbukti membantu banyak orang pulih secara bertahap. Berikut ini adalah sejumlah cara yang bisa dicoba untuk meringankan beban emosional dan membangun kembali rasa aman dalam diri yang dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026).

Bercerita Kepada Orang yang Dipercaya

Berbicara dengan orang yang dapat dipercaya menjadi langkah awal yang sering disarankan para ahli kesehatan mental. Seorang psikolog klinis dari UTHealth San Antonio menyebut dukungan sosial dan koneksi sebagai hal terpenting yang perlu dihadirkan bagi orang yang sedang menghadapi masa sulit. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemulihan jarang terjadi dalam kesendirian.

Seseorang yang baru mengalami kecelakaan misalnya dapat merasa lebih tenang setelah menceritakan kejadian tersebut kepada sahabat atau anggota keluarga. Proses berbagi cerita membantu otak mengolah ingatan yang tadinya terasa membebani menjadi sesuatu yang lebih mudah diterima. Dukungan ini tidak harus berupa nasihat, cukup kehadiran dan perhatian yang tulus.

Riset menunjukkan dukungan sosial berperan dalam mempercepat pemulihan gejala stres pascatrauma pada banyak orang. Hubungan yang hangat dengan orang terdekat membantu menurunkan rasa terisolasi yang sering muncul setelah peristiwa berat. Semakin kuat ikatan sosial seseorang, semakin besar peluang untuk bangkit dari pengalaman yang menyakitkan.

Menuliskan Perasaan Lewat Jurnal

Menulis tentang pengalaman berat juga dikenal sebagai cara efektif untuk meringankan beban pikiran. Proses mengubah emosi menjadi kata-kata turut mengubah cara seseorang memandang trauma yang dialami. Pendekatan ini dikenal sebagai terapi menulis ekspresif.

Seseorang bisa memulai dengan menuliskan apa yang dirasakan setiap malam selama beberapa hari berturut-turut tanpa memikirkan tata bahasa atau susunan kalimat yang rapi. Tulisan tidak perlu dibagikan kepada siapa pun, sebab manfaat utamanya datang dari proses mengeluarkan isi pikiran ke atas kertas. Kebiasaan ini dapat dilakukan kapan saja tanpa biaya.

Penelitian menunjukkan kebiasaan menulis tentang peristiwa traumatis dapat memperkuat fungsi imun tubuh dan membuat seseorang merasa lebih tenang. Pikiran yang semula berantakan perlahan tersusun kembali menjadi cerita yang lebih mudah dipahami. Beban emosional yang tadinya terasa berat pun berangsur mereda seiring waktu.

Melatih Kesadaran Penuh Pada Saat Ini

Melatih kesadaran penuh terhadap momen saat ini membantu mengalihkan perhatian dari bayangan masa lalu yang terus berputar di kepala. Dalam materi psikoterapi berbasis ACT, mindfulness digambarkan memiliki kualitas kreativitas, vitalitas, dan keterhubungan bagi orang yang melatihnya secara rutin. Kesadaran semacam ini menjadi dasar banyak pendekatan pemulihan trauma.

Latihan sederhana seperti memperhatikan napas selama beberapa menit atau merasakan tekstur benda di tangan dapat membantu seseorang kembali hadir di masa sekarang. Kebiasaan ini biasa dilakukan pagi hari sebelum memulai aktivitas atau malam hari sebelum tidur. Latihan rutin membuat pikiran lebih mudah dialihkan dari ingatan yang mengganggu.

Dengan latihan yang konsisten, otak belajar membedakan antara ancaman yang benar-benar terjadi dan ingatan yang hanya muncul kembali dalam pikiran. Ketegangan tubuh yang biasa muncul akibat trauma pun berangsur berkurang. Kesadaran penuh membantu seseorang merasa lebih stabil dalam menjalani keseharian.

Menggerakkan Tubuh Secara Teratur

Gerakan tubuh memiliki peran penting dalam memulihkan sistem saraf yang terdampak pengalaman traumatis. Annie Wright, terapis trauma yang berpraktik di Amerika Serikat, menjelaskan pendekatan somatik bekerja dengan menyasar sensasi fisik dan respons bertahan hidup yang masih tersimpan dalam tubuh. Pendekatan ini berbeda dari metode yang hanya mengandalkan percakapan.

Aktivitas seperti berjalan kaki, peregangan ringan, atau latihan pernapasan dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan yang menumpuk sejak kejadian traumatis berlangsung. Gerakan berirama yang dilakukan secara perlahan dinilai lebih sesuai dibandingkan olahraga berat yang justru membebani tubuh. Konsistensi lebih penting daripada intensitas latihan.

Tubuh yang terbiasa bergerak secara teratur berangsur belajar mengenali kondisi aman setelah sebelumnya selalu merasa waspada. Ketegangan otot dan gangguan tidur yang kerap menyertai trauma dapat berkurang seiring waktu. Gerakan tubuh menjadi jembatan antara pikiran dan perasaan yang sebelumnya sulit dijangkau lewat kata-kata.

Melatih Belas Kasih Pada Diri Sendiri

Rasa bersalah dan malu sering muncul setelah seseorang mengalami kejadian yang menyakitkan, meski kejadian tersebut bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Belas kasih pada diri sendiri sebagai respons yang membantu menyembuhkan rasa malu tersebut. Sikap ini berarti memperlakukan diri dengan pengertian, bukan kritik berlebihan.

Seseorang dapat mulai dengan menuliskan surat singkat untuk dirinya sendiri berisi kata-kata yang biasa diucapkan kepada sahabat yang sedang kesulitan. Penelitian menunjukkan kebiasaan menulis surat semacam ini terbukti menurunkan rasa malu dan kritik terhadap diri sendiri. Latihan ini dapat diulang setiap kali perasaan bersalah muncul kembali.

Belas kasih pada diri sendiri membantu melunakkan suara kritis yang sering muncul dalam pikiran pasca kejadian berat. Seiring waktu, seseorang menjadi lebih mudah menerima bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan tidak harus berjalan sempurna. Sikap ini turut membangun rasa aman dari dalam diri sendiri.

Menjalani Terapi Bersama Profesional

Dukungan profesional tetap menjadi pilihan penting bagi orang yang mengalami gejala berat dan berkepanjangan akibat trauma. Penelitian yang dimuat dalam Journal of EMDR Practice and Research menyebut terapi EMDR sebagai salah satu metode pengobatan utama untuk gangguan stres pascatrauma, didukung lebih dari tiga puluh uji klinis. Metode ini bekerja dengan memproses ingatan traumatis secara bertahap.

Dalam sesi terapi, terapis membimbing klien mengingat kembali peristiwa traumatis sambil menerima rangsangan bilateral seperti gerakan mata yang terarah. Proses ini dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan klien tanpa memaksa klien mengingat seluruh detail sekaligus. Terapi semacam ini biasanya berlangsung dalam beberapa sesi terjadwal.

Menjalani terapi bersama profesional memberi ruang aman yang terstruktur, sesuatu yang sulit didapatkan hanya dari usaha mandiri. Pendampingan ahli membantu seseorang memahami pola pikir dan reaksi tubuh yang terbentuk akibat trauma. Dengan bimbingan yang tepat, proses pemulihan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Pertanyaan Seputar Cara Melalui Trauma

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Pulih dari Trauma?

Waktu pemulihan berbeda pada setiap orang tergantung jenis dan tingkat kejadian yang dialami. Sebagian orang membutuhkan beberapa bulan, sementara yang lain memerlukan waktu lebih lama disertai dukungan profesional.

Apakah Trauma Bisa Sembuh Tanpa Terapi?

Sebagian orang dapat pulih melalui dukungan sosial dan kebiasaan sehat sehari-hari, namun terapi tetap disarankan bagi gejala yang berat atau bertahan lama. Pendampingan profesional membantu proses pemulihan berjalan lebih aman.

Apa Tanda Seseorang Belum Pulih dari Trauma?

Tanda yang sering muncul meliputi sulit tidur, mudah terkejut, menghindari hal yang mengingatkan pada kejadian, serta perubahan suasana hati yang drastis. Gejala ini sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga profesional jika berlangsung lama.

Bagaimana Cara Mendukung Orang Terdekat yang Sedang Melalui Trauma?

Dukungan dapat diberikan dengan mendengarkan tanpa menghakimi dan tidak memaksa orang tersebut untuk bercerita sebelum siap. Kehadiran yang konsisten lebih berarti dibandingkan nasihat yang terkesan menggurui.

Apakah Olahraga Benar-Benar Membantu Memulihkan Trauma?

Gerakan tubuh membantu melepaskan ketegangan yang tersimpan akibat trauma dan mendukung sistem saraf kembali ke kondisi tenang. Aktivitas ringan dan teratur lebih dianjurkan dibandingkan olahraga dengan intensitas tinggi.