Liputan6.com, Jakarta Beras merupakan makanan pokok utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, seringkali beras mengalami masalah bau apek atau bahkan berjamur, yang tentu saja dapat mengurangi kualitas serta keamanannya untuk dikonsumsi. Bau apek pada beras umumnya disebabkan oleh pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri yang berkembang biak karena kelembaban tinggi atau proses penyimpanan yang tidak tepat.
Masalah beras berjamur tidak hanya menimbulkan aroma tidak sedap, tetapi juga dapat menghasilkan mikotoksin yang berbahaya bagi kesehatan jika sampai dikonsumsi. Beras yang berjamur dapat menghasilkan mikotoksin, zat beracun yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.
Beras yang bau apek atau berjamur biasanya disebabkan oleh penyimpanan yang kurang tepat, seperti kondisi lembab atau terkena air. Untuk mengatasi masalah ini, Liputan6 akan memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Selasa (25/11/2025).
Advertisement
1. Sortir dan Bersihkan Beras Secara Menyeluruh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4999417/original/008223200_1731300399-close-up-weevil-destroy-rice_44527-57.jpg)
Langkah awal yang paling krusial dalam mengatasi bau apek dan jamur pada beras adalah menyortir serta membersihkannya dari kotoran atau bagian yang sudah rusak. Proses ini memastikan bahwa hanya butiran beras yang masih baik yang akan diolah lebih lanjut.
Tuangkan beras ke wadah yang lebar atau nampan, lalu pisahkan butiran beras yang berwarna kehitaman, berjamur, atau terlihat rusak. Butiran beras yang menunjukkan tanda-tanda jamur, seperti berwarna kehijauan atau menggumpal, harus dibuang karena kemungkinan besar sudah terkontaminasi mikotoksin dan tidak aman.
Setelah disortir, cuci beras beberapa kali dengan air bersih yang mengalir hingga air cucian terlihat jernih. Proses pencucian ini sangat membantu menghilangkan spora jamur, debu, dan berbagai kotoran lain yang menempel pada permukaan beras. Pastikan untuk menggosok beras dengan lembut saat mencuci agar bau yang menempel dapat terlepas secara efektif.
Advertisement
2. Jemur Beras di Bawah Sinar Matahari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423246/original/071969400_1764056909-pexels-vie-studio-7421207.jpg)
Menjemur beras adalah metode tradisional yang terbukti sangat efektif untuk menghilangkan kelembaban berlebih dan bau apek. Cara ini memanfaatkan kekuatan alam untuk mengembalikan kualitas beras.
Setelah dicuci, sebarkan beras di atas nampan atau alas bersih secara tipis-tipis. Penting untuk memastikan beras tidak menumpuk agar semua bagian dapat terpapar sinar matahari secara merata dan proses pengeringan berjalan optimal.
Jemur beras di bawah sinar matahari langsung selama beberapa jam, atau hingga beras benar-benar kering dan tidak ada lagi kelembaban. Sinar ultraviolet (UV) dari matahari tidak hanya membantu mengeringkan beras, tetapi juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang mampu membunuh mikroorganisme penyebab bau. Selama proses penjemuran, sesekali aduk beras agar keringnya merata.
3. Manfaatkan Bahan Penyerap Bau Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4987862/original/058669900_1730461653-pexels-polina-tankilevitch-4110256.jpg)
Beberapa bahan alami memiliki kemampuan menyerap bau yang kuat dan dapat menjadi solusi efektif untuk menghilangkan bau apek pada beras. Penggunaan bahan-bahan ini aman dan tidak meninggalkan residu kimia.
Anda bisa menggunakan daun pandan. Masukkan beberapa lembar daun pandan segar yang sudah dicuci bersih ke dalam wadah penyimpanan beras. Daun pandan tidak hanya menyerap bau apek, tetapi juga memberikan aroma harum alami pada beras. Ganti daun pandan setiap beberapa hari jika aromanya sudah berkurang.
Bawang putih juga bisa menjadi pilihan. Letakkan beberapa siung bawang putih yang sudah dikupas di antara beras dalam wadah penyimpanan. Bawang putih dikenal memiliki sifat antibakteri dan antijamur, serta dapat menyerap bau tidak sedap. Pastikan bawang putih dalam kondisi kering untuk menghindari penambahan kelembaban pada beras.
Selain itu, arang kayu adalah penyerap bau alami yang sangat efektif. Taruh beberapa potong arang kayu bersih yang dibungkus kain tipis di dalam wadah beras. Pastikan arang yang digunakan bersih dan tidak mengandung bahan kimia agar tidak mencemari beras.
Advertisement
4. Gunakan Wadah Penyimpanan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401528/original/015503800_1762190285-closeup-chinese-plant-healthy-ripe.jpg)
Setelah beras berhasil dihilangkan bau apeknya, langkah selanjutnya adalah memastikan penyimpanan yang benar untuk mencegah masalah serupa di kemudian hari. Pemilihan wadah yang tepat menjadi kunci utama.
Simpan beras dalam wadah kedap udara yang bersih dan kering. Wadah kedap udara akan melindungi beras dari kelembaban, serangga, dan kontaminan lainnya yang dapat menyebabkan bau apek atau jamur. Ini adalah langkah penting dalam menjaga kualitas beras.
Sebaiknya hindari menyimpan beras dalam wadah plastik transparan yang terpapar sinar matahari langsung. Paparan sinar matahari dapat memicu pertumbuhan jamur. Pilihlah wadah yang buram atau simpan beras di tempat yang gelap dan sejuk untuk menjaga kualitasnya lebih lama.
5. Pencegahan adalah Kunci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4683174/original/041489100_1702364645-white-rice-bag-with-copy-space_23-2148685802.jpg)
Mencegah lebih baik daripada mengobati, dan prinsip ini juga berlaku untuk masalah bau apek pada beras. Melakukan tindakan pencegahan akan menghemat waktu dan tenaga Anda di kemudian hari.
Beli beras dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan konsumsi Anda agar tidak terlalu lama disimpan. Penyimpanan beras terlalu lama, terutama di lingkungan yang tidak ideal, meningkatkan risiko bau apek dan jamur. Belilah secukupnya untuk memastikan kesegaran.
Pastikan area penyimpanan beras selalu bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Kelembaban adalah musuh utama beras, jadi hindari menyimpan beras di dekat sumber air atau di lantai yang lembab. Lingkungan yang kering dan sejuk akan membantu mempertahankan kualitas beras.
Advertisement
People Also Ask
1. Apa penyebab bau apek dan jamur pada beras?
Jawaban: Bau apek dan jamur pada beras umumnya disebabkan oleh kelembaban tinggi atau penyimpanan yang tidak tepat, yang memicu pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri.
2. Amankah mengonsumsi beras berjamur?
Jawaban: Tidak aman, karena jamur pada beras dapat menghasilkan mikotoksin, yaitu zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
3. Bagaimana cara membersihkan beras yang bau apek?
Jawaban: Anda bisa menyortir butiran beras yang rusak atau berjamur, lalu mencuci bersih beras dengan air mengalir hingga jernih, kemudian menjemurnya di bawah sinar matahari langsung.
4. Bahan alami apa yang bisa menghilangkan bau apek pada beras?
Jawaban: Beberapa bahan alami yang efektif menyerap bau apek pada beras antara lain daun pandan, bawang putih, dan arang kayu.
5. Bagaimana cara menyimpan beras agar tidak bau apek lagi?
Jawaban: Simpan beras dalam wadah kedap udara yang bersih dan kering, hindari wadah transparan yang terpapar sinar matahari langsung, serta pastikan area penyimpanan selalu bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885023/original/ACg8ocJhAqQ111Qo7aNKJo-e-gQosi_iVPv_IfWPcQDZFdPai56-TQS9%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/761917/original/059625200_1415258198-beras.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)