Furnitur Rotan Karya Mahasiswa dan Dosen President University Tembus Pasar Internasional

Karya desain berupa produk furnitur, seperti mebel dan kursi, hasil kreativitas mahasiswa dan dosennya, kini diminati oleh pembeli dari berbagai negara

Diterbitkan 22 Mei 2025, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Program Studi Interior Design President University kembali mencetak prestasi membanggakan di kancah internasional. Karya desain berupa produk furnitur, seperti mebel dan kursi, hasil kreativitas mahasiswa dan dosennya, kini diminati oleh pembeli dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kolombia, Australia, hingga Jepang.

Drs. Prabu Wardono, M.Ds, PhD., dosen Interior Design President University, menjelaskan bahwa ia secara rutin mendukung beberapa pabrik mebel di Cirebon, seperti PT Dilmoni dan PT Balagi, dengan menciptakan desain-desain inovatif. 

"Saya biasanya mulai dengan membuat sketsa mebel dan kursi. Sketsa itu kemudian dikembangkan menjadi prototipe dan dipasarkan ke pembeli internasional," ungkap Prabu di Jakarta, Senin (19/5/2025).

Hasil desain Prabu kini telah dikirimkan ke berbagai perusahaan mebel ternama, seperti Nalika dan Asaya di Amerika Serikat, serta perusahaan-perusahaan di Australia dan Kolombia. Untuk pasar Jepang, produk unggulan yang diminati adalah lounge chair bernama Fikasa, yang dijual melalui PT Balaji. 

"Fikasa adalah desain baru yang ternyata cocok dengan selera pasar Jepang," tambah Prabu.

 

Mahasiswa jalin kerja sama dengan perusahaan furnitur Turki

Prestasi ini juga diraih oleh mahasiswa Interior Design President University, yang baru-baru ini menjalin kerja sama dengan perusahaan furnitur asal Turki. Kesepakatan ini bermula dari pameran IFEX 2025 di Jakarta, di mana enam karya mahasiswa menarik perhatian pembeli asal Turki. 

"Mahasiswa kami selalu aktif memamerkan karya desain mereka, dan hasilnya kini mulai diakui dunia," jelas Prabu.

Keunikan desain, elegansi, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar global menjadi kunci keberhasilan produk furnitur berbahan rotan ini. Menurut Prabu, desainer harus mampu memahami kebutuhan spesifik setiap pasar, seperti desain untuk restoran, kafe, atau hotel. Selain itu, mereka juga perlu menyesuaikan selera pasar berdasarkan negara, seperti Jepang, Eropa, atau Amerika Serikat. 

Fokus mencetak lulusan siap bersaing di tingkat global

Dekan Faculty of Art, Design, and Architecture (FADA) President University, Agus Canny, menambahkan bahwa kampus ini fokus mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global. 

“Kami mengajarkan semua materi dalam bahasa Inggris agar mahasiswa mampu membuat proposal dan menjalin komunikasi dengan mitra internasional. Ditambah dengan keterampilan desain yang unggul, ini menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh prodi serupa di universitas lain,” ujar Agus.

Agus juga percaya bahwa keberhasilan ini bukan hanya membanggakan kampus, tetapi juga berkontribusi pada promosi nilai-nilai desain dan kerajinan Indonesia. 

"Lulusan Interior Design Presuniv sangat strategis untuk mendukung industri furnitur dan kerajinan Indonesia di pasar global," pungkasnya.