Dukung Literasi Teknologi, J Trust Bank Hadirkan Pelatihan IT untuk Anak Yatim di Bali

Program ini menyasar 15 anak berusia 7 hingga 18 tahun di Desa Seraya Timur, Karangasem, Bali, dengan tujuan memperluas akses pendidikan teknologi informasi

Diterbitkan 01 Mei 2025, 17:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank), bagian dari J Trust Co., Ltd, bekerja sama dengan Timedoor Academy dalam program CSR bertajuk “Pelatihan IT Education untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa.”

Program ini menyasar 15 anak berusia 7 hingga 18 tahun di Desa Seraya Timur, Karangasem, Bali, dengan tujuan memperluas akses pendidikan teknologi informasi (IT) untuk mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun fasilitas.

Kerja sama ini terdiri dari tiga langkah utama. Pertama, pelatihan teknis dan pedagogis bagi guru lokal hingga mendapatkan sertifikasi sebagai pengajar IT. Kedua, penyediaan Learning Management System (LMS) dan materi pembelajaran digital oleh Timedoor Academy. Ketiga, pelatihan intensif mingguan untuk peserta selama 12 bulan, disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.

 

Komitmen mendukung literasi IT di Indonesia

Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung literasi IT di Indonesia. “Kami percaya teknologi adalah fondasi masa depan, dan program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menciptakan akses pendidikan yang inklusif,” ujar Fukadai.

Sementara itu, CEO Timedoor Academy, Yutaka Tokunaga, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat peserta. “Anak-anak di Desa Seraya menunjukkan antusiasme luar biasa dalam workshop coding pertama mereka. Meski ada kendala literasi digital, semangat mereka membuat kami yakin bahwa mereka bisa menjadi pencipta teknologi di masa depan,” ungkapnya.

 

Antusiasme para peserta

Ia juga menjelaskan bahwa bagaimana anak-anak tersebut menunjukkan antusiasme luar biasa saat menghadapi berbagai tantangan coding yang diberikan oleh mentor mereka. Berbekal familiaritas dengan game di smartphone, mereka dengan cepat memahami bagaimana memberi perintah pada karakter yang mereka ciptakan.

"Meski awalnya menghadapi tantangan akibat keterbatasan literasi digital, semangat mereka tidak surut," tambah dia lagi.

Dengan visi “Create a Bright Future for the Next Generation with IT Education,” kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung literasi teknologi di seluruh penjuru Indonesia.