Sukses

Roti hingga Dendeng Sapi, Ini 7 Makanan Tertua di Dunia Temuan Para Arkeolog

Liputan6.com, Jakarta Umumnya yang kita ketahui makanan  hanya bertahan dalam 1 atau 2 hari saja, setelah itu akan membusuk atau basi. Tetapi faktanya arkeolog pernah menemukan makanan yang usianya berabad-abad.

Melansir laman Mental floos, Senin (28/11/22) berikut 7 makanan tertua di Dunia dari hasil temuan arkelog, di antaranya :

1. Anggur Romawi dalam botol tertutup

Di tahun 1867, para arkeolog menemukan sebotol anggur Romawi yang berasal dari sekitar 325 M di dekat Speyer, Jerman.

Sejak saat itu, anggur tersebut diklaim sebagai yang tertua dan juga masih dalam keadaan cair. Botol yang berisi anggur tersebut ditemukan di salah satu dari dua sarkofagus (semacam wadah) dengan banyak botol lain yang sudah lama mengering.

Juga, anggur ini bisa diminum karena menggunakan minyak zaitun untuk melindunginya. Setelah 1600 tahun, isinya menjadi lilin, berlumpur, dan kandungan alkoholnya sudah hilang.

2. Roti tertua di Inggris

Pada akhir abad ke-20, ditemukan potongan-potongan kecil roti dan sisa-sisa Neolitik dalam lubang banjir di Oxfordshire, Inggris 

Diperkirakan berumur 5500 tahun, potongan berupa seperti roti gosong itu awalnya disalahartikan sebagai arang. Kemudian salah satu arkeolog memperhatikan butiran gandum atau jelai yang hancur di dalamnya. Jika usianya cocok, maka roti tersebut dibuat oleh beberapa orang pertama yang bermigrasi ke Inggris dari Eropa.

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

3. Mentega Irlandia

Pada 2009, arkeolog menemukan satu tong mentega di Irlandia. Wadah kayu itu masih penuh dengan mentega dan beberapa di antaranya masih utuh. Namun, mentega tersebut telah kehilangan kekayaan krimnya selama ribuan tahun dan hanya menyisakan zat putih berlemak yang disebut adipocere (senyawa organik yang terbentuk melalui reaksi bakteri anaerob hidrolisis lemak).

4. Kaldu tulang China kuno

Saat tengah menggali tanah untuk membuat jalan bagi bandara baru, para pekerja China menemukan panci masak perunggu tersegel yang berisi kaldu cair dan tulang yang diperkirakan berusia sekitar 2400 tahun.

Saat itu penemuan terjadi di sebuah makam dekat dari bekas ibu kota Xian, yang juga tidak jauh dari situs tentara terakota dari pemakaman kaisar pertama China. Kaldu tulang tersebut telah berubah menjadi hijau sebab oksidasi perunggu selama lebih dari dua ribu tahun.

 

3 dari 4 halaman

5. Mi primal

Berkat penemuan di situs arkeologi Lajia di Sungai Kuning China pada tahun 2005, perdebatan tentang dari mana mi berasal mungkin sudah berakhir. Tidak ada mi bersejarah lain yang usianya mendekati sisa peninggalan Lajia yang berusia 4000 tahun.

Pada saat itu, sebuah gempa bumi purba tiba-tiba membanjiri lembah Sungai Kuning, dan seorang pengunjung yang malang meninggalkan semangkuk mi millet terbalik karena tergesa-gesa untuk melarikan diri.

Kombinasi unik dari faktor-faktor inilah yang menciptakan ruang hampa atau ruang kosong antara bagian atas kerucut sedimen dan bagian bawah mangkuk yang memungkinkan mi terawetkan.

6. Dendeng sapi tertua di China

Para arkeolog menemukan sebuah panci perunggu yang berisi daging sapi di sebuah tempat pemakaman yang berusia 2.000 tahun di desa Wanli, China. Mereka mengklaim daging sapi itu sebagai yang tertua yang pernah ditemukan di China.

Gumpalan daging itu tidak menyusut selama ribuan tahun, sehingga menunjukkan bahwa itu sudah dikeringkan sebelum ditempatkan di dalam kubur.

 

 

4 dari 4 halaman

7. Cokelat

Berawal dari penjelajah Spanyol yang saat itu membawa cokelat ke Eropa pada abad ke-16, sebatang cokelat dari tahun 1902 ditemukan oleh para arkeolog di Skotlandia.

Cokelat itu dijual dalam kotak kaleng suvenir untuk memperingati penobatan Edward VII, dengan tutupnya menampilkan potret raja Inggris dan istrinya, Alexandra. Cokelat tersebut saat ini menjadi koleksi Museum Annan di Skotlandia.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS