Sukses

Memahami Apa Itu Mimpi dan Penyebab Mimpi Saat Tidur Menurut Ahli

Liputan6.com, Jakarta - Tahu tidak kalau manusia itu unik? Bagaimana tidak, terkadang kita suka bertanya akan hal yang cukup acak. Contohnya seperti, "semua orang itu mimpi atau tidak ya? Atau hanya saya saja di sini yang suka sekali bermimpi?"

Jika Anda salah satu individu yang suka bertanya demikian, tenang saja, semua orang sudah pasti bermimpi.

Tapi itu bukan poin utamanya. Yang jadi masalah adalah apakah kita mengingat apa yang kita mimpikan saat tidur? Apakah kita bermimpi setiap malam atau hanya sesekali saja? Lalu apa arti dari mimpi kita sebenarnya? Justru pertanyaan inilah yang memiliki jawaban rumit.

Meski demikian, pertanyaan unik tersebut menarik perhatian bagi para peneliti, psikoanalis dan seorang pemimpi itu sendiri. Untuk itu, ketahui penjelasannya lengkapnya seperti melansir dari Healthline, Selasa (17/5/2022).

Apa itu bermimpi?

Bermimpi adalah periode aktivitas mental yang terjadi saat kita sedang tidur. Mimpi merupakan pengalaman indrawi yang indah, melibatkan gambar ataupun suara yang terkadang muncul juga bau-bauan atau rasa.

Mimpi bahkan dapat mengirimkan sensasi kesenangan atau rasa sakit. Selain itu, sebuah mimpi suka mengikuti alur cerita naratif yang terjadi secara acak. Biasanya terjadi skurang lebih selama 2 jam setiap malam.

Apa perbedaan mimpi dan halusinasi?

Baik mimpi ataupun halusinasi, keduanya bisa diartikan sebagai pengalaman multisensor. Ada beberapa perbedaan yaitu bahwa mimpi terjadi saat Anda dalam kondisi tidur atau halusinasi terjadi saat Anda terjaga.

Perbedaan lain yaitu mimpi biasanya terpisah dari kenyataan, sedangkan halusinasi berhubungan pada pengalaman sensorik pada konsidi Anda sadar atau bangun.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Mengapa kita bermimpi?

Selanjutnya, adakah alasan mengapa manusia selalu bermimpi di saat tidur? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti sudah menganalisis tujuan biologis, kognitif dan emosional dari mimpi-mimpi yang berjalan selama bertahun-tahun.

1. Mimpi dapat membantu Anda mengkonsolidasikan ingatan dan memproses emosi

Beru-baru ini, peneliti telah menemukan hubungan penting antara pengalaman hidup yang emosional terhadap mimpi yang kuat. Keduanya diproses pada area atau wilayah yang sama di sepanjang jaringan saraf yang sama pula.

Jawaban dari alasan mengapa manusia bermimpi adalah mungkin mimpi menjadi sebuah latihan pemecahan masalah yang dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk menangani krisis kehidupan.

Sedangkan teori lainnya mengartikan bahwa mimpi terutama yang aneh, ternyata dapat membantu mengecilkan pengalaman menakutkan sesuai dengan kesanggupan diri Anda sendiri.

2. Mimpi dapat membantu Anda dalam memproses informasi yang sedang dipelajari secara berlebihan

Dalam sebuah studi di Universitas Hokkaido, Jepang, para peneliti menyimpulkan bahwa mimpi bisa terjadi jika Anda terlalu banyak menggunakan otak pada siang hari untuk mengumpulkan informasi-informasi secara berlebih.

Secara alam bawah sadar, saat Anda mulai tidur di malam harinya otomatis ingatan pada siang hari akan terbawa ke dalam alam tidur. Fungsinya untuk membantu otak melepaskan informasi yang diterimanya secara berlebihan.

3 dari 5 halaman

Mengapa beberapa orang berpikir mereka tidak bermimpi?

Jawaban singkat dari pertanyaan ini adalah bahwa mereka yang tidak mengingat isi mimpinya dapat dengan mudah menyimpulkan jika mereka tidak sedang bermimpi.

Tidak mengingat mimpi bukanlah hal yang aneh. Sebuah studi besar tahun 2012 yang melibatkan lebih dari 28.000 orang menemukan bahwa lebih umum bagi para pria untuk melupakan mimpi mereka daripada wanita.

Bahkan jika Anda yakin tidak mengalami mimpi sepanjang hidup, kemungkinan besar Anda selalu bermimpi setiap malam, tapi lupa saat terbangun.

Dalam sebuah studi tahun 2015 menunjukan bukti bahwa seiring bertambahnya usia, kemampuan kita untuk mengingat mimpi terus menurun.

Apakah hewan bermimpi?

Jawabannya ya. Setiap pemilik hewan peliharaan yang telah melihat cakar atau kucing dikala mereka tertidur, kemungkinan pada saat itu mimpi tengah berjalan. Namun sejauh ini masih menyangkut pada sebagian besar hewan mamalia.

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut jika ingin mengetahui apakah hewan lain selain mamalia bermimpi atau tidak.

4 dari 5 halaman

Apakah orang buta bermimpi?

Jika ditanya apakah orang buta sekalipun pernah merasakan mimpi? Jawaban para peneliti tentu sangat kompleks. Sebuah studi yang cukup lama menemukan bahwa individu yang kehilangan pengelihatan mereka setelah usia 4 atau 5 tahun ternyata dapat ‘melihat’ dalam mimpi mereka.

Tetapi ada beberapa bukti bahwa orang yang lahir buta (kebutaan saat lahir) mungkin juga memiliki pengalaman visual saat mereka bermimpi.

Pada tahun 2003, para peneliti memantau aktivitas otak tidur pada orang buta dan orang yang bisa melihat. Ketika subjek penelitian terbangun, mereka diminta untuk menggambarkan gambar apa saja yang muncul dalam mimpi mereka.

Meskipun subjek yang lahir buta lebih sedikit mengingat apa yang mereka mimpikan, namun analisa ini menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami aktivitas visual selama mereka tidur.

Bahkan dalam studi 2014, peneliti menemukan bahwa orang dengan kebutaan bawaan lahir mengalami mimpi dengan suara, bau dan sensansi setuhan yang lebih jelas daripada orang yang memiliki pengelihatan.

5 dari 5 halaman

Apakah kita bisa mengubah atau mengendalikan mimpi?

Beberapa orang ternyata mampu menginduksi lucid dream (kemampuan tanpa batas dalam menjelajahi mimpi), yang merupakan pengalaman tidur dimana Anda sadar bahwa tengah bermimpi. Biasanya ini terjadi pada orang yang pernah mengalami trauma atau didiagnosa dengan gangguan stres.

Jika Anda mengalami mimpi buruk yang mengganggu tidur dan kehidupan emosional Anda, terapi sangat membantu untuk meringankan masalah tersebut.

Kesimpulannya, semua orang termasuk orang buta, hingga hewan sekalipun pernah merasakan mimpi di dalam tidurnya. Meskipun tidak semua orang mengingat apa yang mereka impikan, tapi seluruh kekhawatiran mereka tentang hidup sudah dapat dipastikan sebagian besar akan tergambar kembali di mimpi.

Siapa sangka, ternyata mimpi dapat membantu Anda memproses apa yang terjadi di dunia. Bahkan, beberapa orang telah berhasil mengendalikan mimpi buruk yang disebabkan oleh trauma.

Karena mimpi bertujuan untuk melayani kognitif dan emosional seseorang, adalah penting jika Anda mengalami mimpi di saat tidur. Walau kita tidak mengingat atau lupa pernah bermimpi, itu tidak jadi masalah. Pada intinya, mimpi itu penting!