Sukses

Jenis dan Waktu Terbaik untuk Olaharga Bagi Individu yang Sulit Tidur

Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan merupakan salah satu hal harus terus diperhatikan di masa pandemi Covid-19. Salah satu caranya dengan berolahraga, selain badan menjadi bugar nyatanya aktivitas itu mampu memperbaiki kualitas tidur seseorang.

Selagi banyak waktu luang di dalam rumah, sebenarnya menjadi peluang memperbaiki waktu rutinitas olah raga yang berdampak positif bagi tidur Anda. 

Jangan sisakan rasa kekhawatiran dan kepanikan menghantui pikiran Anda di masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada imunitas tubuh.

Melansir dari Timesofindia, beberapa penelitian mengatakan bahwa waktu olahraga menentukan kualitas tidur Anda di malam hari. 

2 dari 5 halaman

Aerobik tenangkan suasana hati

Olahraga jenis ini biasanya disukai ibu-ibu yang menyukai beat cepat dan mampu menyehatkan organ jantung Anda untuk mendapatkan asupan oksigen lebih banyak. 

Di sisi lain, latihan aerobik ringan juga dapat meningkatkan tidur nyenyak yang membantu menenangkan pikiran dan menyeimbangkan suasana hati. Pikiran yang tenang membuat Anda tertidur pulas tanpa terganggu di tengah malam.

Beberapa ahli juga menilai naiknya suhu tubuh akibat berkeringat saat berolahraga juga bisa membantu dalam mengatur tidur.

3 dari 5 halaman

Angkat beban bisa jadi alternatif lain

Dibandingkan senam aerobik, manfaat yang diberikan pada latihan beban hanya berjangka waktu pendek dan baiknya dilakukan mendekati waktu jam tidur, misalnya sore hari.

Tujuannya agar Anda bisa langsung merasaka tidur nyenyak, ditambah olahraga angkat beban juga memperbaiki kerusakan otot. 

Meskipun termasuk olahraga yang berat, olahraga jenis ini bisa dilakukan kapan saja selama bermanfaat terhadap kualitas tidur dan tidak menganggu stamina tubuh Anda. Mengingat, daya tahan tubuh menjadi faktor penting melawan virus Corona Covid-19.

4 dari 5 halaman

Kapan waktu yang tepat berolahraga?

Idealnya, segala macam olahraga dilakukan saat sore hari. Pada jam-jam itu akan memberikan kesempatan bagi tubuh berelaksasi hingga tubuh menjadi stabil.

Sementara itu, jika pagi hari, olahraga yang Anda jalani tak cukup membuat tubuh mengalami kenaikan suhu.

Sebaliknya, jika olahraga terlalu malam, akan menyulitkan Anda tertidur karena detak jantung masih belum stabil dan suhu tubuh yang tinggi.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: