Sukses

Baznas Berdayakan Sopir Angkot Lewat Cash for Work

Liputan6.com, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Baznas Tanggap Bencana menggandeng sopir angkot yang biasa beroperasi di wilayah Kampung Melayu untuk membantu menyalurkan bantuan logistik ke PMI DKI Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Bantuan yang disalurkan berupa kopi seduh dan teh celup untuk membantu kebutuhan logistik para tenaga kesehatan saat bertugas dalam penanganan pandemi Corona atauCovid-19.

Kepala Baznas Tanggap Bencana, Dian Mandana Aditya Putri mengatakan keterlibatan sopir angkot dalam pendistribusian bantuan ini merupakan salah satu upaya memberdayakan mereka di tengah krisis Covid-19.

Sopir angkot menjadi salah satu profesi yang ikut terdampak secara ekonomi akibat pandemi ini.

“Sopir angkot adalah salah satu profesi yang ikut menjadi korban dalam situasi meluasnya pandemi ini karena pendapatannya pasti berkurang karena penumpang sepi. Untuk itu BAZNAS Tanggap Bencana berupaya melibatkan mereka dalam aksi kami yakni membantu menyalurkan bantuan untuk tenaga kesehatan, sekaligus memberdayakan mereka,” kata Dian. 

2 dari 3 halaman

Diberdayakan untuk Aksi Lainnya

Selain itu, para sopir angkot ini juga akan diberdayakan untuk membantu dalam aksi penyemprotan disinfektan.

“Baznas Tanggap Bencana memiliki agenda penyemprotan disinfektan ke berbagai area dan transportasi publik setiap harinya. Keterlibatan para sopir angkot tentunya juga akan menambah kekuatan kami dalam upaya pencegahan Covid-19,” lanjut Dian.  

3 dari 3 halaman

Komitmen Bantu Warga Terdampak Pandemi Corona

Direktur Pendistibusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik menambahkan bahwa Baznas tak berhenti bergerak untuk terus mengulurkan bantuan kepada mereka yang tengah terdampak secara ekonomi akibat krisis Covid-19.

“Dalam kondisi yang sulit seperti, Baznas berkomitmen untuk tetap memberikan bantuan yang maksimal kepada mereka yang membutuhkan. Semoga Baznas bisa menjadi roda penggerak lembaga zakat lainnya untuk tak hentinya berjuang demi kesejahteraan umat,” kata Irfan.

Sebelumnya, Baznas telah menjalankan program Cash for Work untuk para kekerja informal dan kelompok rentan diantaranya adalah para driver ojek online (ojol), tukang penjahit keliling, dan juga pedagang nasi dan gorengan.