Sukses

Tertular Virus Corona, Viral Video Ibu di Wuhan Menangis Tak Bisa Memasak untuk Anaknya

Liputan6.com, Jakarta - Keinginan para ibu pasti ingin terus bersama dan melindung anak-anaknya. Serta apapun kondisi yang dihadapi setiap anaknya pasti sang ibu ingin selalu membantu dan memberi dukungan. Tetapi terkadang banyak hambatan yang dihadapi seorang ibu untuk bisa tetap melindungi buah hatinya.

Beberapa hambatan itu adalah perubahan waktu anak yang semakin besar semakin sibuk dengan dunia permainan, pendidikan hingga pekerjaan mereka. Meski begitu ibu akan terus menanggap anaknya seperti bayinya yang dahulu terus dipeluk dan dijaga.

Begitu halnya yang dihadapi oleh seorang ibu tua di Wuhan, China. Wanita ini tertangkap kamera sedang menangis setelah menaruh belanjaan, dan makanan yang dibelinya di depan pintu rumah putranya yang sedang di karantina.

2 dari 5 halaman

Tidak Boleh Bertemu dengan Anaknya

Sangat tidak mungkin baginya untuk masuk ke rumah itu dan bertemu atau bahkan berkontak fisik dengan putranya. Wanita ini sangat sedih karena tidak bisa menghibur dan memasak untuk anak lekakinya yang masih dalam status karantina.

3 dari 5 halaman

Terjangkit Virus Corona

Menurut video yang dibagikan Shouth China Morning Post, anaknya adalah seorang dokter yang telah mengkarantina dirinya sendiri bersama saudara perempuannya. Mereka dicurigai telah terjangkit virus Corona yang mematikan itu.

Kemudian sang ibu meninggalkan tas berisi penuh makanan untuk anak-anaknya. Ibu itu bersikeras tidak mau meninggalkan rumah anaknya dan tetap berdiri di sana dengan jarak 2 meter dari pintu.

4 dari 5 halaman

Tanpa Kontak Fisik

Dalam video juga terdengar sang ibu berteriak “Tolong jaga dirimu baik-baik”.

Bersyukur bagi mereka yang tidak terkena virus mematikan ini tidak mengalami hal mengharukan seperti ini. Sang dokter dan adiknya hanya bisa mengambil makanan tersebut dan memakannya tanpa ada kontak fisik dengan ibunya.

Penulis :

Ayu Ester Simanjuntak

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini :

Loading
Artikel Selanjutnya
RSHS: Hasil Negatif untuk Pasien Terakhir dalam Pemantauan Virus Corona
Artikel Selanjutnya
WHO Turun Tangan Ikut Perangi Hoaks Soal Virus Corona