Sukses

Bocorkan Kapan Manusia Bisa Tinggal di Mars, Ini Penjelasan NASA

Liputan6.com, Jakarta Planet Mars atau yang biasa dijuluki dengan planet merah, adalah planet keempat yang paling berdekatan dengan matahari. Planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis ini di klaim akan dapat ditinggali oleh manusia. Beberapa para ahli dan taeori juga menyebutkan bahwa planet Mars dapat ditinggali.

Baru-baru ini pimpinan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), Jim Bridenstine mengatakan bahwa rencana manusia untuk tinggal di Mars sudah dipikirkan sematang mungkin. Dalam sebuah acara International Astronautical Conference  (IAC) pada Senin 21 Oktober 2019 lalu, Jim Bridenstine melakukan presentasi bersama badan kepala antariksa internasional lainnya.

Ia mengatakan bahwa, misi terdekat NASA saat ini adalah melakukan pendaratan kedua kalinya di Bulan guna mempercepat pendaratan di Mars. “ Jika kita mempercepat pendaratan di Bulan kita mempercepat pendaratan di Mars, itulah yang sedang kita lakukan,” tuturnya pada Tech Crunch.

Selain menjelaskan misi terdekat NASA, Bridenstine juga menjawab rasa penasaran publik tentang ‘kapan manusia dapat tinggal di Mars?,’ ia menjelaskan bahwa NASA melakukan misi tersebut pada tahun 2035. Dalam misinya juga, berbagai teknologi akan dikembangkan dan uji coba astronot akan dilakukan terlebih dahulu nantinya.

2 dari 5 halaman

1. Elon Musk Memiliki Target 2028

Selain melakukan pendaratan pada Planet Merah, nantinya juga NASA akan membangun pangkalan di planet tersebut. Hal ini juga sejalan dengan Elen Musk, pemilik dari lembaga antariksa swasta SpaceX yang juga berkeinginan untuk membawa astronot tinggal di  Mars.

Namun berbeda dengan NASA, Elen Musk justru memiliki target 7 tahun lebih cepat dibandingkan NASA. Ia memiliki target 2028 untuk mendaratkan astronotnya di planet Mars, pendaratan yang jauh lebih cepat. Ini juga akan didukung dengan menggunakan roket BFR.

3 dari 5 halaman

2. Program Artemis

Sebelumnya NASA juga akan melakukan misi pendaratan di Bulan, seperti yang kita ketahui bahwa pendaratan di Bulan bukanlah kali pertama dilakukan oleh NASA.

Untuk pendaratan kedua di Bulan, nantinya NASA akan mengirimkan astronot wanita asal Amerika Serikat. Misi ini akan dilakukan pada tahun 2024 dan dikenal sebagai, program ‘Artemis’. Dalam misi tersebut juga bertujuan untuk mendaratkan astronot pada 5 tahun kedepan, dari mulai 2024 sampai 2028 dan akan terus berlanjut.

4 dari 5 halaman

3. Memungkinkan Adanya Resiko

Meskipun misi ini disambut baik oleh publik dan para pakar, namun Jim Bridenstine mengatakan bahwa pasti ada risiko teknis, anggaran dan juga jadwal. Beberapa risiko lain juga harus siap dihadapi seperti, terlalu berbahaya dan berisiko untuk menempatkan manusia di roket.

Roket yang akan digunakan ini yaitu roket Space Launch System (SLS) yang sudah diuji pada tahun 2017, namun ditunda hingga tahun 2020. Selain itu kendala yang harus dihadapi adalah biaya. Diketahui roket baru yang akan digunakan NASA tersebut menghabiskan dana sebesar 12,5 milliar dolar AS.

 

Penulis: Natania Longdong

Universitas Esa Unggul

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
NASA Temukan Kandungan Gula di Meteorit yang Hancur ke Bumi
Artikel Selanjutnya
Temuan Mencengangkan Bulan Titan yang Punya Sungai Seperti Bumi