Sukses

Kuatkan Tulang hingga Cegah Kanker, 6 Manfaat Berjalan Kaki yang Tak Disadari

Liputan6.com, Jakarta - Meski terlihat sederhana, efek berjalan kaki mempengaruhi seluruh tubuh. Selama berjalan, darah di dalam tubuh Anda secara insentif memperkaya organ dalam dengan oksigen.

Telah banyak penelitian yang membahas manfaat dari berjalan kaki secara teratur. Berikut 6 alasan mengapa jalan kaki harus menjadi kebiasaan Anda.

1. Jalan kaki membantu menurunkan berat badan

Berjalan kaki satu jam membantu membakar sekitar 200-300 kalori. Lumayan, bukan? Selain berjalan membantu menyembangkan hormon stres seperti kortisol yang dikenal dapat meningkatkan penyimpanan lemak.

2. Jalan kaki mengurangi stres

Selama berjalan kaki, Anda menyeimbangkan kortisol dan adrenalin, hormon yang masuk ke dalam darah saat stres. Selain itu, ketika berjalan tubuh menghasilkan endorfin, yang meningkatkan fungsi dan suasana otak serta hati.

Ilmuwan Amerika telah menemukan bahwa jalan kaki lima menit bermanfaat untuk sistem sarah. Tapi akan lebih baik berjalan kaki lebih lama, setidaknya setengah jam.

 

 

2 dari 3 halaman

3. Jalan kaki menguatkan tulang

Faktanya ketika berjalan kaki, tulang menyerap kalsium lebih baik. Selain itu, otot-otot yang berdekatan dengan tulang, berkontraksi selama gerakan, membantu memperkuat rangka.

Berjalan juga memperkuat otot dan ligamen yang membantu menjaga keseimbangan. Ini mengurangi risiko jatuh dan sebagai akibatnya patah tulang.

4. Jalan kaki mengurangi risiko varises

Saat berjalan, otot betis dan paha aktif berkontraksi. Mereka menekan pembuluh darah di ketebalan mereka sehingga darah didorong ke atas.

Ini membantu mengurangi stagnasi, penumpukan di pembuluh darah, peregangan dinding pembuluh darah. Untuk pencegahan varises, sebaiknya berjalan setidaknya 30 menit sehari.

 

3 dari 3 halaman

5. Membantu menormalkan tekanan darah

Dengan gaya hidup modern yang kebanyakan duduk, darah terutama bersikulasi di rongga perut dan dada. Saat berjalan, 80 % darah mengalir ke lengan dan kaki. Ini mengurangi tekanan darah sistemik, mengurangi risiko hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.

Untuk mendapatkan efeknya, setidaknya berjalan selama 30-40 menit sehari, 5 kali seminggu dengan langkah yang sedikit dipercepat.

6. Mencegah kanker usus besar

Studi menunjukkan bahwa orang yang aktif secara fisik 30% lebih kecil kemungkinan menghadapi kanker usus besar ketimbang yang sedikit bergerak. Tapi disarankan banyak berjalan saat muda jika ingin mencegah kanker usus besar yang biasa terjadi setelah usia 50 tahun.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur
Artikel Selanjutnya
LRT Jakarta Targetkan Angkut 14 Ribu Penumpang Setiap Hari