Sukses

10 Jenis Penyakit Infeksi yang Kerap Menyerang Manusia, Waspadai Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta Tubuh manusia disusun atas berbagai macam organ. Baik berupa organ dalam maupun kerangka tulang yang menopang tubuh manusia. Jika tidak dijaga dengan benar, organ tubuh akan dengan mudah terserang penyakit.

Kebanyakan penyakit yang diderita manusia bersumber dari serangan organisme jahat seperti virus, bakteri, jamur dan parasit. Penyakit yang disebabkan oleh organisme jahat tersebut termasuk ke dalam kategori penyakit infeksi.

Penyakit infeksi sangat banyak macamnya, bergantung pada jenis organisme jahat yang menyerang tubuh. Meski tidak semua organisme tergolong berbahaya, namun tetap akan menimbulkan gangguan kesehatan yang membuat kegiatan sehari-hari tidak nyaman.

Terlebih lagi jika organisme yang hinggap adalah organisme berbahaya. Maka nyawa yang akan menjadi taruhannya. Keempat jenis organisme jahat membawa penyakit infeksi yang berbeda-beda. Selain itu, penyebabnya pun dapat terjadi dengan berbagai cara. Misalnya, secara kontak langsung, melalui makanan yang dikonsumsi, atau melalui sentuhan dengan benda-benda di sekitar.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai jenis-jenis penyakit infeksi, berikut Liputan6.com sajikan penjelasan lengkapnya beserta gejala dan penyebabnya, seperti yang dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (20/3/2019).

2 dari 5 halaman

Penyakit Infeksi Virus

1. HIV/AIDS

Penyakit HIV AIDS merupakan salah satu penyakit ganas yang mematikan. HIV sendiri adalah kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus, sedangkan AIDS adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome. Dari namanya, sudah jelas bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem imun tubuh manusia.

Meski kebanyakan penyakit berhubungan dengan sistem imun, namun yang satu ini sangat berbahaya karena dapat berakibat fatal. Secara berurutan, virus menyerang sel darah putih yang biasa disebut T lymphocyte. Jika perkembangan sel darah putih rusak, maka antibody pun akan terganggu.

2. Polio

Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus genus enterovirus. Virus ini masuk melalui mulut, kemudian menginfeksi saluran usus. Setelah itu masuk melalui aliran darah dan menyerang saraf pusat hingga menyebabkan kelumpuhan permanen dalam hitungan jam.

Polio dapat menular melalui kontak antar manusia, melalui feses atau kotoran yang terkontaminasi virus. Biasanya jika salah satu anggota keluarga terinfeksi, maka anggota keluarga lainnya juga akan terinfeksi.

Orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami lemahnya otot dan bisa sampai mengakibatkan kelumpuhan, terutama pada kaki. Pada balita rawan terserang polio, karena sistem imunitasnya belum sekuat orang dewasa.

Gejala yang dirasakan saat terinfeksi virus polio adalah demam, nyeri sendi, tulang dan otot, kram otot, gangguan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, gerakan tubuh, dan gangguan pada pernapasan.

3. Campak

Penyebab penyakit Campak berupa virus RNA, yaitu virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin. Virus ini masih tergolong famili Paromyxavirus. Jika virus HIV menular jika bersentuhan, Campak menular melalui saluran pernapasan.

3 dari 5 halaman

Penyakit Infeksi Bakteri

4. Pneumonia

Penyakit Pneumonia mungkin tidak sepopuler penyakit kanker. Namun bukan berarti penyakit ini boleh diremehkan. Penyakit Pneumonia yang sering disebut sebagai paru-paru basah atau radang paru-paru ini ditandai dengan adanya infeksi dari satu atau kedua paru-paru yang biasanya disebabkan bakteri.

5. Gagal Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh yang berperan untuk menyaring dan membersihkan darah dari zat dan senyawa asing yang masuk ke dalam tubuh. Namun, ginjal yang tidak sehat akan menyebabkan penyakit berbahaya yaitu gagal ginjal.

Infeksi bakteri dan virus seperti hepatitis A, B atau C, radang tenggorokan, dan infeksi saluran kemih bisa menyebabkan peradangan tiba-tiba di ginjal yang pada akhirnya mengakibatkan gagal ginjal.

6. Bisul

Bisul adalah infeksi kulit berbentuk benjolan merah dan dapat membesar. Bisul dapat tumbuh di seluruh sisi tubuh. Namun bisul lebih sering ditemukan di bagian tubuh yang lembap, seperti lipatan paha, sela bokong, leher, ketiak hingga kepala.

Jenis penyakit kulit ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri stafilokokus aureus pada kulit yang melewati folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, lantas menyebabkan infeksi lokal. Faktor yang menambah risiko terkena bisul di antaranya kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetik yang menyumbat pori, serta penggunaan bahan kimia.

4 dari 5 halaman

Penyakit Infeksi Jamur

7. Meningitis

Salah satu penyakit yang menyerang otak adalah meningitis. Meningitis sering disebut juga dengan radang selaput otak. Lebih jelasnya, meningitis adalah penyakit yang muncul karena terjadinya peradangan pada meninges, yaitu lapisan pelindung yang berperan untuk menyelimuti otak dan saraf tulang belakang.

Peradangan tersebut sebagian besar diakibatkan oleh infeksi jamur. Infeksi virus dapat berupa makanan yang dikonsumsi. Alhasil, peradangan menyebabkan rusaknya saraf dan otak karena terjadi bengkak. Selain itu, meningitis juga bisa menular.

8. Cradle Cap

Cradle cap pada bayi adalah bentuk penyakit dermatologis yang membuat kulit kepala anak berminyak dan muncul ruam. Umumnya dialami ketika bayi memasuki usia tiga bulan.

Cradle cap merupakan pengerasan seperti ketombe yang ada di kulit kepala bayi. Umumnya cradle cap terjadi karena jamur yang menyerang kulit bayi yang bisa terjadi di bagian tubuh mana saja.

5 dari 5 halaman

Penyakit Infeksi Parasit

9. Kudis

Kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau yakni sarcoptes scabiei var hominis. Orang yang terjangkit penyakit kulit kudis biasanya tinggal di tempat kumuh serta tidak melindungi kebersihan tubuhnya.

Tanda-tanda kudis yaitu ada rasa gatal yang demikian hebat saat malam hari, terlebih di sela-sela jari kaki, tangan, di bawah ketiak, alat kelamin, pinggang dan sebagainya. Kudis amat mudah menular pada orang lain.

10. Cacingan

Penyakit cacingan pada manusia sering disebabkan oleh parasit cacing yang hidup di usus besar dan usus halus. Cacing-cacing ini bisa bertahan hidup karena mendapat nutrisi dari menyerap darah di dinding usus dan sari makanan yang dimakan.

Cacing yang menyerang manusia setidaknya ada empat macam antara lain cacing kremi, cacing gelang, cacing pita, dan cacing tambang.