Sukses

Akibat Kecanduan Gim PUBG, Bocah 13 Tahun Tewas Mengenaskan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak cara dilakukan masyarakat untuk menghilangkan stres, salah satunya dengan bermain gim. Namun, jangan sampai gim membuatmu menjadi kecanduan hingga menimbulkan kerugian buatmu hingga orang-orang di sekitar kamu.

Seorang bocah laki-laki di Haimen, Jiangsu, Tiongkok menjadi salah satu korban akibat sangat terobsesi dengan video gim populer yang sedang naik daun ini. PlayerUnknown's Battlegrounds atau biasa yang akrab dikenal dengan PUBG ini dirasa menjadi faktor utama yang menyebabkan seorang bocah melompat dari lantai empat sebuah gedung dan meninggal secara tragis.

Menurut ET Today, bocah malang bernama Xu Tianci jatuh dari lantai empat gedung apartemen di pagi hari pada (30/8/2018). Ibunya sangat sedih dan menyalahkan gim yang dimainkan oleh anak lali-lakinya tersebut. Ia mengatakan bahwa gim tersebut yang telah mempengaruhi putranya dan menyebabkan dia melompat dari bangunan.

PUBG adalah gim daring multiplayer online di mana terdapat seratus pemain yang akan terjun payung ke pulau demi mencari senjata dan peralatan untuk membunuh orang lain.

Salah satu slogan gim ini berbunyi "Winner, winner chicken dinner" yang akan muncul apabila Anda merupakan pemain yang terakhir berdiri.

Gim tersebut dirancang bagi pemainnya untuk dapat mengendalikan karakter supaya dapat berlari dan menembak orang lain itu juga dapat melakukan lompatan jarak jauh dari gedung ke gedung lainnya dengan mudah.

Ibu Xu percaya bahwa permainan itulah yang menyebabkan putranya berpikir bahwa dia bisa melakukan seperti apa yang karakter tersebut lakukan dalam permainan yang ia mainkan.

Sebelum Xu meninggal, diketahui bahwa bocah tersebut tengah bermain PUBG.

2 dari 2 halaman

Sosok Xu di mata keluarga

Xu dikenal sebagai anak yang ceria dan baik hati. Ia pun juga memiliki banyak teman dan hidup dalam keluarga yang harmonis. Ibunya merasa tak ada alasan lain yang menyebabkan Xu bunuh diri selain karena memainkan gim tersebut.

Sang ibu mengatakan bahwa dirinya akan segera menuntut perusahaan yang menciptakan permainan tersebut karena dia percaya bahwa permainan itulah yang telah mempengaruhi banyak orang lain yang ingin mencoba hal yang sama.

Polisi yang menyidik kasus ini pun juga tidak menemukan kejanggalan sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa peristiwa tersebut dipengaruhi oleh PUBG.

Pernyataan itu pun disambut dengan beragam respons pengguna jejaring sosial. Mereka berpendapat bahwa orangtua bocah itu telah mengabaikan putranya dan tidak memberi perhatian yang cukup.

Pendapat itu langsung disanggah oleh sang ibu. Ia pun mengatakan jika gugatan yang dilemparkan kepada perusahaan gim tersebut menang, maka ia akan menyumbangkan seluruh uang tanpa mengambil sepeser pun.

"Saya ingin meningkatkan kesadaran tentang masalah ini sehingga tidak ada anak-anak lain yang menjadi korban selanjutnya karena terpengaruh oleh gim ini. Saya lebih memilih anak saya kembali daripada memiliki uang. Saya harap tidak ada orangtua lain yang mengalami hal yang sama seperti saya," katanya.

Ini bukanlah kasus pertama di mana video gim telah mempengaruhi orang banyak untuk melakukan hal-hal gila seperti itu sebelumnya. Sebelumnya, ada insiden di Tiongkok di mana seorang anak laki-laki mendorong ayahnya saat tengah menuruni tangga karena Ia tidak ingin bermain PUBG dengannya. Untungnya, sang ayah hanya mengalami patah pada pergelangan tangan.

Semoga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

 Penulis:

Immanuela Harlita Josephine

Loading
Artikel Selanjutnya
PUBG Mobile Rilis Royale Pass Season 9
Artikel Selanjutnya
Pemain Esports Perempuan: Antara Cibiran Kaum Adam dan Minimnya Kesempatan