Sukses

Hal Ini Bisa Meningkatkan Kemungkinanmu Diterima Saat Wawancara Kerja

Liputan6.com, Jakarta - Kamu akan menjalani wawancara kerja? Berikut sedikit saran untukmu: lupakan gaya tenang dan kalem. Tunjukkan sedikit antusiasme.

Saran tersebut datang dari para peneliti dari Stanford University yang diterbitkan dalam jurnal Emotion. Penelitian mereka menemukan bahwa para pencari kerja secara umum lebih memilih kandidat yang tampil bersemangat ketimbang mereka yang tampak santai dan kalem.

Penelitian ini menyoroti fenomena yang disebut "ideal affect." Yaitu, bagaimana seseorang ingin merasakan atau bagaimana mereka ingin orang lain melihatnya. Ini seringkali kontras dengan bagaimana seseorang benar-benar dilihat oleh orang lain.

Menariknya, budaya juga berpengaruh terhadap fenomena tersebut. Diklaim bahwa orang Amerika dan Eropa lebih suka dengan pencari kerja yang memiliki antusiasme saat wawancara, sebaliknya orang-orang Hong Kong dan Tiongkok (timur) lebih memilih orang-orang yang penampilannya kalem.

Melansir dari Iflscience, Jeanne Tsai, seorang psikolog dari Universitas Standford menjelaskan lebih jauh penelitian tersebut. Jeanne bersama rekannya melakukan lima penelitian yang melibatkan 1.041 peserta dengan berbagai skenario tempat kerja. Kemudian, tim membandingkan hasil penelitian Amerika Eropa dengan orang-orang yang bekerja di Hong Kong.

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Dalam tugas pertama, 236 sukarelawan ditugaskan berpura-pura melamar magang yang kompetitif di mana mereka harus membuat video perkenalan diri pada calon pewawancara. Mereka kemudian memberi tahu para peneliti kesan seperti apa yang mereka coba buat.

Sebanyak 86 persen orang Amerika Eropa menyebutkan antusiasme terhadap pekerjaan, tapi hanya 48 persen sukarelawan di Hong Kong yang melakukannya juga. Kemudian video yang berbeda diperlihatkan pada pencari kerja di mana terdapat tiga kandidat: yang satu bersemangat, tenang, dan netral. Sebanyak 47 persen memilih kandidat yang bersemangat, 23,7 persen memilih yang tenang, dan 29,3 persen memilih yang netral.

Dari penelitian tersebut menurut Jeanne, adalah penting untuk mengetahui bagaimana persepsi seseorang terhadap kita saat mencari kerja dan hanya memikirkan bagaimana persepsi kita terhadap pekerjaan tersebut. Dengan kata lain, jika Anda melamar di perusahaan Barat, berusahalah untuk tampak bersemangat saat wawancara kerja. Sementara di perusahaan Timur, cobalah untuk terlihat lebih tenang. Inilah yang kemudian menjadi bias budaya dalam perekrutan pekerja.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Sebelum Akhiri Wawancara Kerja, Perhatikan 7 Hal Ini
Artikel Selanjutnya
6 Hal yang Tak Boleh Dilupakan Saat Wawancara Kerja