Cara Memilih Telur yang Bagus dan Segar agar Tidak Salah Beli

Cara memilih telur yang bagus lewat kondisi cangkang, uji apung, aroma, hingga tips penyimpanan agar keluarga terhindar dari telur busuk dan bakteri.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 12:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara memilih telur yang bagus sebenarnya cukup dilakukan dengan mata, tangan, dan hidung. Perhatikan cangkang yang bersih dan mulus, rasakan bobotnya, lalu cium aromanya sebelum memutuskan membeli.

Telur segar terasa lebih berat, tidak berbunyi saat diguncang, dan tenggelam ketika direndam dalam air. Dengan menerapkan cara memilih telur yang bagus seperti ini, risiko mendapati telur busuk saat dipecah bisa ditekan seminimal mungkin.

Telur termasuk bahan pangan yang mudah rusak, sehingga ketelitian sejak proses membeli sangat menentukan. Dilansir dari FDA, telur segar dengan cangkang bersih dan utuh sekalipun tetap berpotensi membawa bakteri Salmonella yang memicu keracunan makanan, sehingga pemilihan dan penanganan yang tepat menjadi kunci keamanannya. Selain aman, telur yang berkualitas juga menjaga beragam manfaat telur ayam untuk kesehatan tetap optimal.

Cara Memilih Telur yang Bagus dari Kondisi Cangkang

Langkah paling awal dalam cara memilih telur yang bagus adalah mengamati bagian luarnya, yaitu cangkang. Cangkang berperan sebagai pelindung utama isi telur, sehingga kondisinya banyak bercerita tentang kualitas dan kesegaran di dalamnya.

  1. Periksa keutuhan cangkang: Pastikan tidak ada bagian yang retak, gompal, atau pecah. Celah sekecil apa pun memudahkan bakteri masuk dan membuat telur cepat membusuk.

  2. Amati warna cangkang: Pilih warna yang pekat dan merata sesuai jenisnya, misalnya cokelat pekat pada telur ayam ras. Warna yang pucat dan kusam kerap menandakan telur sudah lama, meski warna cangkang sendiri tidak memengaruhi nilai gizi.

  3. Raba tekstur permukaannya: Cangkang yang terasa sedikit kasar dengan butiran halus biasanya menandakan telur masih baru. Sebaliknya, cangkang yang licin dan mengilap berlebihan menunjukkan telur telah disimpan cukup lama.

  4. Pastikan cangkang bersih: Hindari telur yang masih banyak kotoran menempel, bernoda hitam, atau berbintik putih menonjol seperti pengapuran. Bintik menyebar bisa menjadi tanda pertumbuhan jamur.

  5. Pilih ukuran yang normal: Jangan tergiur telur berukuran ekstrem besar atau terlalu kecil. Ukuran yang wajar umumnya menandakan induk ayam yang sehat dan kualitas isi yang stabil.

Sebagaimana disampaikan Sauder's Eggs, telur dengan cangkang retak sebaiknya tidak dibeli karena Salmonella dapat menyusup ke bagian dalam melalui retakan tersebut. Jika kamu menemukan telur yang memenuhi ciri-ciri sebaliknya, sebaiknya kenali juga ciri telur yang sudah tak layak konsumsi agar tidak salah ambil.

Cara Menguji Kesegaran Telur yang Bagus di Rumah

Tampilan luar yang mulus belum menjamin isi telur masih prima, sehingga cara memilih telur yang bagus perlu dilengkapi dengan beberapa pengujian sederhana. Tes-tes berikut bisa dilakukan di rumah tanpa alat khusus dan hanya butuh waktu sebentar.

  1. Lakukan uji apung: Masukkan telur ke wadah berisi air. Telur segar akan tenggelam dan berbaring mendatar, telur yang agak lama akan berdiri dengan ujung tumpul terangkat, sedangkan telur yang mengapung sebaiknya dibuang.

  2. Goyang di dekat telinga: Guncang telur perlahan. Telur baru tidak mengeluarkan suara karena isinya masih padat, sementara bunyi kocak menandakan isi telur sudah menyusut dan usianya sudah tua.

  3. Cium aromanya: Telur yang masih dalam cangkang seharusnya tidak berbau. Aroma menyengat mirip belerang, bahkan sebelum dipecah, adalah tanda kuat telur sudah busuk.

  4. Teropong dengan cahaya: Arahkan telur ke sumber cahaya terang atau senter. Telur segar terlihat jernih dengan kantong udara kecil, sedangkan bagian gelap yang menghalangi cahaya menandakan penurunan kualitas.

  5. Pecahkan dan amati isinya: Jika sempat, pecahkan telur di piring bersih. Putih telur yang kental dan tidak melebar serta kuning telur yang bulat menonjol menandakan telur masih segar.

Berdasarkan Australian Eggs, telur yang lebih tua memiliki kantong udara lebih besar sehingga menjadi lebih ringan dan cenderung mengapung, sementara telur segar tetap padat dan tenggelam. Menariknya, telur yang sedikit lebih lama justru lebih gampang dikupas ketika direbus, seperti dibahas dalam rahasia merebus telur supaya mudah dikupas.

Mengutip Fresh Eggs Daily, pakar peternakan ayam Lisa Steele menegaskan, "Jika kamu ragu apakah sebuah telur masih layak dimakan, buang saja dan jangan ambil risiko." Dalam buku The Food Lab, penulis kuliner J. Kenji Lopez-Alt menjelaskan, "Ada tes cepat dan mudah untuk mengukur kesegaran telur, yaitu cukup menjatuhkannya ke dalam semangkuk air."

Memilih Telur yang Bagus Sesuai Bentuk, Ukuran, dan Jenisnya

Selain soal kesegaran, cara memilih telur yang bagus juga mencakup penyesuaian bentuk, ukuran, dan jenis telur dengan kebutuhan masakanmu. Pemahaman ini membuat hasil masakan lebih maksimal sekaligus menghemat pengeluaran.

  1. Kenali telur berbentuk lonjong: Banyak juru masak rumahan meyakini telur yang lebih lonjong memiliki proporsi putih telur lebih banyak. Bentuk ini cocok untuk resep yang membutuhkan banyak putih telur, seperti meringue atau chiffon cake.

  2. Pilih telur yang lebih bulat: Telur bulat cenderung memiliki kuning telur lebih besar sehingga pas untuk kue yang butuh banyak kuning seperti nastar atau custard. Sebelum mengolahnya, tidak ada salahnya menyimak beragam manfaat kuning telur untuk kesehatan.

  3. Sesuaikan ukuran dengan resep: Sebagian besar resep baking menggunakan telur ukuran besar karena memberi keseimbangan cairan dan struktur. Jika ukuran telurmu berbeda jauh, sesuaikan jumlahnya agar takaran tetap tepat.

  4. Tentukan jenis telur: Sesuaikan pilihan antara telur ayam negeri, telur ayam kampung, hingga telur omega dengan kebutuhan dan anggaran. Setiap jenis punya karakter berbeda, misalnya telur ayam kampung dengan sederet manfaat telur ayam kampung bagi kesehatan, atau telur bebek yang kerap diolah menjadi telur asin dengan manfaat telur asin tersendiri.

  5. Pahami label dan grade: Untuk telur kemasan, cermati keterangan grade serta label seperti cage-free, free-range, atau organik. Label ini menjelaskan cara pemeliharaan ayam, bukan sekadar klaim pemasaran.

Sebagaimana dikutip dari America's Test Kitchen, pakar unggas Bourassa menjelaskan, "Cage-free berarti ayam tidak berada di dalam kandang, tetapi kemungkinan besar dalam sistem seperti aviary tanpa akses keluar."

Sebagaimana diungkapkan Pete and Gerry's, istilah "Farm Fresh" tidak memiliki definisi resmi yang baku, dan petani mereka, Tom Giovagnoli, menyatakan, "Apa yang kamu kira kamu dapatkan, memang itulah yang kamu dapatkan."

Tips Menyimpan Telur yang Bagus agar Awet dan Aman

Menemukan telur berkualitas hanya separuh perjalanan, karena menyimpannya dengan benar sama pentingnya agar telur tetap segar dan aman lebih lama. Penyimpanan yang keliru justru membuat telur yang tadinya bagus cepat rusak dan berisiko terkontaminasi.

Mengacu pada panduan keamanan pangan USDA, telur sebaiknya segera didinginkan dan tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam karena bakteri berkembang cepat pada suhu hangat.

  • Segera masukkan ke kulkas: Simpan telur pada suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah untuk memperlambat pertumbuhan bakteri seperti Salmonella.

  • Hindari rak pintu kulkas: Suhu di pintu naik-turun setiap kali dibuka. Letakkan telur di rak bagian dalam yang suhunya lebih stabil.

  • Biarkan dalam karton asli: Karton melindungi telur dari benturan dan menyerap perubahan suhu, sekaligus memudahkan memantau tanggal.

  • Jangan cuci sebelum disimpan: Mencuci menghilangkan lapisan pelindung alami cangkang sehingga pori-pori lebih mudah dimasuki bakteri.

  • Posisikan ujung runcing di bawah: Cara ini menjaga kantong udara tetap di atas dan kuning telur tetap di tengah agar tidak mudah rusak.

  • Jauhkan dari aroma tajam: Simpan terpisah dari bawang atau ikan karena cangkang berpori mudah menyerap bau makanan lain.

  • Terapkan prinsip pakai yang lama dulu: Pisahkan stok lama dan baru serta habiskan yang lebih dahulu dibeli. Kamu bisa memperdalam cara menyimpan telur yang baik dan benar maupun panduan menyimpan telur agar lebih awet.

  • Segera olah telur retak: Bila ada telur yang retak, gunakan lebih dulu dan masak hingga matang, misalnya untuk stok telur rebus yang kaya manfaat.

Sebagaimana dilaporkan NBC News, Elisa Maloberti dari American Egg Board menyarankan penyimpanan di bagian terdingin kulkas sejak hari pembelian, dan menurutnya, "Ini membantu menjaga kesegaran hingga empat sampai lima minggu setelah tanggal pengemasan."

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Memilih Telur yang Bagus

Bagaimana cara mengetahui telur masih bagus atau sudah busuk?

Cara paling praktis adalah uji apung dan tes aroma. Telur yang tenggelam mendatar masih segar, telur yang mengapung sebaiknya dibuang, dan telur yang mengeluarkan bau menyengat mirip belerang sudah pasti busuk serta tidak layak konsumsi.

Apakah warna cangkang telur menentukan kualitasnya?

Warna cangkang lebih ditentukan oleh jenis ayam dan tidak memengaruhi nilai gizi telur. Faktor yang jauh lebih penting adalah kesegaran, kebersihan, serta keutuhan cangkang tanpa retak atau noda mencurigakan.

Lebih baik menyimpan telur di kulkas atau suhu ruang?

Menyimpan di kulkas membuat telur jauh lebih awet, umumnya bertahan tiga sampai lima minggu, dibandingkan suhu ruang yang hanya sekitar satu minggu di iklim tropis. Letakkan di rak bagian dalam dengan ujung runcing menghadap ke bawah agar kualitasnya terjaga.

Dengan menguasai cara memilih telur yang bagus, mulai dari mengecek cangkang, menguji kesegaran, hingga menyimpannya secara tepat, stok telur di rumah akan lebih awet dan aman diolah. Setelah mendapatkan telur terbaik, kamu bisa berkreasi lewat aneka resep masakan telur sederhana, mencoba cara membuat telur dadar yang praktis, atau menyiapkan telur setengah matang untuk sarapan. Baca juga: ragam resep telur enak dan mudah serta resep makanan sederhana dari telur.