8 Cara Memperbanyak Cabang Alpukat agar Rimbun dan Pendek Berbuah Lebat

Pohon alpukat yang menjulang tinggi dan sulit dipanen? Simak 8 cara memperbanyak cabang alpukat agar rimbun dan produktif.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pohon alpukat yang tidak pernah dipangkas cenderung tumbuh tinggi menjulang dengan batang yang panjang, gundul, dan kurus. Kondisi ini membuat proses panen menjadi sangat sulit dan produktivitas buah tidak maksimal karena energi pohon habis hanya untuk pertumbuhan vertikal. Padahal, semakin banyak cabang yang sehat, semakin besar pula potensi pohon tersebut untuk menghasilkan buah dalam jumlah banyak.

Kunci utama agar pohon alpukat tetap rimbun dan berbuah lebat adalah dengan aktif memperbanyak percabangan sejak dini. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai teknik, mulai dari pemangkasan rutin yang merangsang pertumbuhan tunas hingga metode perbanyakan vegetatif untuk mendapatkan bibit unggul.

Dengan melakukan perawatan yang tepat, Anda tidak hanya mengontrol tinggi pohon agar tetap pendek, tetapi juga memastikan setiap cabang mendapatkan akses nutrisi dan sinar matahari yang cukup. Berikut adalah 8 cara efektif yang bisa Anda terapkan di kebun sendiri, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (15/7/2026).

1. Pemangkasan Pucuk (Potes/Pinching)

Teknik paling sederhana dan efektif untuk merangsang pertumbuhan cabang baru adalah dengan memotong pucuk utama, atau yang lebih dikenal dengan sebutan "potes". Ini adalah langkah awal yang krusial bagi tanaman alpukat yang masih dalam fase pertumbuhan vegetatif.

Melakukan teknik ini secara konsisten akan merangsang tanaman untuk tidak terus tumbuh ke atas, melainkan membelah diri menjadi lebih banyak dahan samping. Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan pemangkasan pucuk:

  • Tentukan waktu pemotongan: Saat tanaman mencapai tinggi sekitar 60-90 cm, atau sekitar 15 cm jika tanaman berada dalam ruangan, potong ujung pucuk utama tepat di atas simpul pertumbuhan.
  • Gunakan tangan: Karena pucuk alpukat pada fase ini masih sangat lunak, Anda cukup menggunakan tangan untuk memotes ujungnya tanpa memerlukan gunting.
  • Pemicu tunas: Pemotongan ini akan menghentikan dominasi pertumbuhan vertikal dan segera memicu tumbuhnya 2-4 tunas baru di sisi samping.

Setelah 3 minggu hingga 1 bulan, tunas tersebut akan memanjang; Anda bisa mengulangi proses pemotongan ini secara rutin agar pohon membentuk kanopi yang rimbun seperti pohon beringin.

2. Sistem Pemangkasan Open Face

Teknik ini merupakan solusi khusus untuk pohon alpukat yang sudah terlanjur tinggi, bertujuan agar pohon tetap pendek, mudah dijangkau saat perawatan, dan tetap produktif. Dengan metode ini, distribusi nutrisi ke seluruh dahan akan menjadi lebih merata. Berikut adalah langkah-langkah sistem pemangkasan open face:

  • Pilih batang primer: Identifikasi pohon yang memiliki dua batang primer dari bawah, setinggi kurang lebih 50 cm.
  • Hentikan pertumbuhan vertikal: Potong pucuk utamanya untuk memutus jalur pertumbuhan ke atas.
  • Arahkan ke samping: Biarkan dua cabang primer tumbuh menyamping dan jangan biarkan mereka lurus ke atas.
  • Seleksi cabang: Setelah cabang primer mencapai panjang 50-70 cm, pelihara tiga cabang dari masing-masing arah berlawanan, lalu potong kembali untuk merangsang percabangan selanjutnya.
  • Arahkan ke luar: Buang semua cabang yang tumbuh ke arah dalam pohon, pertahankan hanya cabang yang tumbuh ke luar untuk menciptakan bentuk "mangkuk" atau open face.

Dengan pengulangan yang konsisten, pohon alpukat Anda dapat membentuk hingga 54 cabang produktif yang siap menghasilkan buah secara maksimal.

 

3. Pemangkasan Cabang Sekunder dan Tersier

Setelah cabang sekunder mulai tumbuh dengan baik, jangan biarkan mereka tumbuh tanpa kendali. Anda perlu melakukan pemangkasan kembali pada ujung-ujung cabang tersebut apabila dirasa sudah terlalu panjang untuk merangsang munculnya cabang tersier. Berikut adalah prinsip dasar dalam pemangkasan berulang ini:

  • Pemangkasan ujung: Semakin sering Anda memangkas ujung cabang yang terlalu panjang, semakin besar peluang munculnya titik-titik tunas baru di belakang bekas potongan tersebut.
  • Pembentukan kanopi: Lakukan pemangkasan ini secara rutin sebagai teknik "pemangkasan berulang" untuk memastikan pohon alpukat Anda tumbuh lebat ke samping, bukan tinggi ke atas.

4. Pemotongan Cabang yang Tumbuh ke Dalam

Penting untuk selalu memperhatikan arah pertumbuhan dahan. Cabang yang tumbuh ke arah dalam atau menuju pusat pohon harus segera dipotong karena dapat menghambat kesehatan tanaman secara keseluruhan. Fungsi utama dari pemotongan cabang yang tumbuh ke dalam adalah:

  • Menghindari kompetisi: Mencegah percabangan saling bertabrakan yang dapat memicu luka pada kulit batang.
  • Akses cahaya: Membuka jalan agar sinar matahari bisa masuk hingga ke pusat batang dan area perakaran untuk proses fotosintesis yang optimal.
  • Distribusi nutrisi: Memastikan nutrisi tidak terbuang ke cabang yang tidak produktif dan mendistribusikannya lebih merata ke cabang-cabang utama.
  • Caranya sangat mudah: identifikasi cabang yang diperkirakan akan bertemu dengan dahan lain, lalu potong. Sisakan 3-4 cabang utama yang mengarah ke empat penjuru mata angin agar pohon seimbang.

 

5. Sambung Pucuk (Grafting)

Metode ini adalah cara perbanyakan paling populer di industri pertanian Indonesia. Sambung pucuk dipilih karena mampu menghasilkan benih bermutu dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif singkat dibandingkan cara konvensional. Berikut langkah-langkah melakukan sambung pucuk:

  • Siapkan batang bawah: Gunakan bibit dari biji alpukat berumur 1,5-2,5 bulan dengan diameter batang 0,5-0,7 cm.
  • Belah batang: Potong batang bawah setinggi 15 cm, kemudian belah bagian tengahnya sedalam 2-2,5 cm.
  • Siapkan entres: Ambil entres (cabang atas) dari pohon induk unggul sepanjang 7-10 cm yang memiliki 2-4 mata tunas dengan diameter yang sama dengan batang bawah.
  • Penyambungan: Sayat miring pangkal entres hingga membentuk huruf "V", lalu sisipkan ke celah batang bawah.
  • Perawatan: Ikat dengan tali plastik dan sungkup menggunakan kantong plastik bening selama 2-3 minggu.

Keunggulan utama metode ini adalah tanaman bisa mulai berbuah dalam waktu 2-3 tahun, jauh lebih cepat daripada tanaman dari biji yang memerlukan 5-7 tahun.

6. Okulasi (Penempelan Mata Tunas)

Okulasi adalah teknik menggabungkan mata tunas dari pohon induk unggul ke batang bawah hasil semaian. Teknik ini sangat efisien untuk memperbanyak bibit dalam skala besar tanpa memerlukan banyak entres. Berikut beberapa keunggulan dari teknik okulasi:

  • Efisiensi: Lebih mudah dan ekonomis dalam penggunaan material.
  • Produktivitas: Satu cabang dengan beberapa mata tunas dapat ditempelkan pada beberapa batang pokok sekaligus.
  • Waktu terbaik: Waktu paling ideal adalah pada permulaan atau akhir musim hujan ketika aliran getah tanaman sedang lancar-lancarnya, sehingga mata tunas lebih mudah menyatu.

7. Mencangkok (Layering)

Mencangkok merupakan metode perbanyakan yang sangat mudah dilakukan dan dikenal memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dengan pertumbuhan bibit yang cukup cepat setelah dipisah dari induknya. Berikut langkah-langkah praktis mencangkok:

  • Seleksi cabang: Pilih cabang yang subur, tidak terlalu banyak cabang baru, dan berasal dari pohon induk yang memiliki riwayat buah berkualitas baik.
  • Kupas kulit: Kupas kulit cabang sepanjang beberapa sentimeter, lalu kerok bagian kambiumnya (lapisan berlendir) hingga benar-benar bersih menggunakan pisau tajam.
  • Pembungkusan: Tutup bagian yang dikupas dengan tanah subur, bungkus rapat menggunakan plastik, dan ikat di kedua ujungnya agar kelembapan tetap terjaga.

Keunggulan utama mencangkok adalah hasil bibitnya akan memiliki sifat genetik yang sama persis dengan pohon induknya.

8. Pemupukan Rutin untuk Mendukung Pertumbuhan Cabang

Cabang baru membutuhkan energi ekstra untuk tumbuh kuat. Tanpa nutrisi yang cukup, tunas yang dipangkas tidak akan berkembang menjadi dahan yang produktif. Pastikan Anda memberikan pupuk secara teratur:

  • Pupuk organik: Berikan 10-20 kg per pohon, sebanyak 1-2 kali setahun (waktu terbaik adalah setelah panen atau saat buah masih sebesar kelereng).
  • Pupuk anorganik: Gunakan NPK sebanyak 150 gram per pohon, dan tambahkan 50 gram setiap 6 bulan sekali dengan frekuensi 3-4 kali dalam setahun.
  • Dolomit: Tambahkan 100-200 gram per pohon di awal musim hujan untuk menjaga pH tanah tetap stabil.

Pertanyaan Seputar Cara Memperbanyak Cabang Alpukat

Q: Kapan waktu terbaik memangkas pohon alpukat?

A: Saat musim kemarau atau saat pohon tidak sedang berbuah lebat untuk menghindari stres pada tanaman.

Q: Apakah pemangkasan pucuk bisa dilakukan pada pohon yang sudah tinggi?

A: Bisa, dengan teknik open face—potong bagian atas dan arahkan cabang ke samping agar pohon tetap pendek dan produktif.

Q: Berapa lama hasil sambung pucuk bisa berbuah?

A: Sekitar 2-3 tahun, jauh lebih cepat dibanding perbanyakan biji yang membutuhkan waktu 5-7 tahun.

Q: Bagaimana cara memilih cabang untuk entres/sambung?

A: Pilih cabang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda (setengah berkayu) dengan diameter 0,6-0,7 cm dari pohon induk varietas unggul yang sudah terbukti kualitas buahnya.

Q: Apakah semua varietas alpukat bisa dicangkok?

A: Bisa, terutama varietas unggul seperti Mentega, Aligator, Super Jumbo, dan Dori.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6