Sukses

Selama 23 Tahun, Pria Ini Iseng Buat Kuil di Bawah Rumahnya Sendirian

Liputan6.com, Jakarta - Kadangkala hal kecil tak terduga dapat mendorong kita untuk melakukan tindakan serius yang berujung dengan hasil yang menakjubkan.

Levon Arakelyan, pria tua asal desa kecil Arinj, Provinsi Kotayk, Armenia ini tak pernah menyangka niat untuk menggali tanah di bawah rumahnya bisa diubahnya menjadi kuil nan indah.

Hal ini bermula saat sang istri memintanya untuk menggali lubang penyimpanan kentang. Tapi lama kelamaan ia menjadi tak henti untuk menggali, sekaligus memahat lubang itu hingga menjadi tempat seindah kuil.

Bukan tanpa kemampuan bagi Levon untuk mengubah tanah di rumahnya menjadi suatu kuil. Bedasarkan keterangan sang istri, Tosya, suaminya termotivasi untuk terus menggali dan memahat bebatuan di bawah tanah rumahnya karena panggilan alam gaib.

Selain karena mulanya membangun untuk kentang, Levon terus menggali karena mengalami rangkaian mimpi dan gambaran dari suara misterius.

2 dari 3 halaman

Berkerja membangun kuil selama 23 tahun

Disebutkan bahwa pria itu sebelumnya disuruh untuk bekerja dan menggali di rumahnya selam 18 jam sehari. Agar sampai menjadi kuil, pria itu harus melakukan pekerjaan sendirian selama 23 tahun.

"Suamiku hanya tidur 3-4 jam, dia menaruh perasaan dan jiwanya ke dalam tempat itu," kata Tosya Garbyan, dilansir dari Oddity Central.

Levon bercerita, tahap pembangunanya terkenal lambat, ia perlu memahat jalan melalui basal hitam yang kokoh yang cukup memakan waktu. Setelah beberapa meter memahat dan menggali, Levon berhasil mencapai batuan vulkanik yang lembut dan membuat pekerjaanya menjadi lebih mudah.

Selama hampir dua dekade, Levon berhasil membuat area bawah tanah yang indah seperti layaknya kuil dengan ukuran 280 meter persegi, dan sedalam 20 meter.

Selain itu, Levon juga berhasil membuat tujuh ruangan yang saling tersambung dengan koridor yang sama. Uniknya, ia juga membuat beberapa dekorasi seni, mozaik, sampai dengan ruangan altar kecil.

Karena sangat menakjubkan, tidak sedikit orang percaya bahwa tempat itu dibuat dengan hanya menggunakan tangan, palu dan alat pahat. Levon juga membuat tempat itu ketika usianya cukup kuat dan muda yakni pada 44 tahun.

3 dari 3 halaman

Menginggal di usia 67 tahun

Dari pembangunan kuil bawah tanah itu, ada sekitar 450 truk yang mengangkut muatan puing-puing dari bawah rumahnya. Levon memberikan puing-puing itu dengan cuma-cuma pada perusahaan lokal yang melakukan berbagai konstruksi.

Sayangnya, Levon yang bekerja mati-matian untuk tempat itu meninggal pada 2008. Di usia 67 tahun, Levon meninggal akibat serangan jantung. Sang istri percaya bahwa kematian suaminya bekerja keras untuk memusatkan perhatiannya terhadap kuil itu. Sampai akhirnya ia tewas akibat kurang istirahat, dan itu membunuhnya.

Setiap turun ke kuil di bawah rumahnya, Tosya selalu merasa sedih karena kehilangan sosok pekerja keras dari suaminya. Di sisi lain, ia bangga dengan apa yang telah dicapai Levon.

"Saya merasa bangga dengan apa yang dia tinggalkan untuk saya dan untuk cucu-cucu kami, itu adalah hadiah," kata Tosya. Meski ia memiliki 12 cucu, tapi tak ada di antara mereka yang tertarik untuk mengembangkan tempat hasil buatan kakek mereka.

Sekarang rumah Tosya dijadikan salah satu tempat wisata yang menjadi daya tarik turis. Lantai satu rumahnya dipenuhi oleh pemeran benda-benda yang digunakan Levon saat bekerja.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini: