Sukses

Sebut Indonesia Bubar 2030, Ini Pidato Lain Prabowo yang Pernah Buat Geger

Liputan6.com, Jakarta Pidato Prabowo Subianto tentang prediksi bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030 menghebohkan masyarakat. Dengan nada berapi-api, Prabowo Subianto mengutarakan tentang potensi buruk yang akan dialami Ibu Pertiwi.

"Saudara-saudara. Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030," kata Prabowo dalam video yang diunggah akun Facebook Gerindra, Senin 19 Maret 2018.

"Bung, mereka ramalkan kita ini bubar," tegasnya lagi.

Pidato Prabowo itu sontak membuat geger berbagai kalangan. Prediksi Indonesia bubar yang diungkapkan Prabowo dianggap beberapa kalangan sebagai ekspresi yang tidak berdasar.

Sebelumnya, beberapa pernyataan Prabowo juga pernah menuai kontroversi di masyarakat. Dilansir dari brilio.net, Kamis (22/3), berikut beberapa pidato Prabowo yang sempat menjadi sorotan publik.

2 dari 3 halaman

Cara Menjarah Santun ala Prabowo

Pidato Prabowo jelang pilpres pada 9 Juli 2014 ini juga menuai kontra. Pidatonya menjelaskan bagaimana Prabowo memberi cara untuk merampok tetangga yang sedang kesusahan.

"Bapak ibu kita kalau mengajarkan kita, Nak belajar yang baik, jadi orang yang baik, kalau besar jadi orang baik membantu orang, membantu tetangga. Kalau strategi tidak begitu, kalau perlu kau rampok tetanggamu yang sedang kesusahan," ungkap Prabowo dalam video tersebut.

3 dari 3 halaman

Prabowo dan Mahar Politik Senilai Rp 300 Miliar

Pidato yang disampaikan Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Modern Al Islah, Bondowoso, Jawa Timur ini juga mengundang perbincangan publik. Pidato Prabowo dinilai terlalu berani sebagai negarawan.

Prabowo pun menjelaskan, "Untuk jadi Gubernur itu, saya akan tanya, ente punya uang berapa, kalau Rp 300 miliar itu mah paket hemat."

 

Reporter: Eko Wahyu Putradinata

Sumber: Brilio.net