Sukses

5 Rahasia Kehidupan Astronot di Luar Angkasa, Nomor 3 Menjijikkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menilai bahwa menjadi seorang astronot adalah profesi yang keren dan sangat membanggakan. Tapi, tahukah kamu bahwa ada beberapa fakta menjijikkan tentang kehidupan para astronot?

Berikut lima fakta seputar astronot yang belum kamu ketahui.

1. Meninggal dunia di luar angkasa

Penerbangan astronot adalah hal yang memiliki perhitungan yang amat matang. Namun ternyata, NASA lupa akan satu hal yaitu menangani astronot yang meninggal dunia di angkasa.

Sampai saat ini, masih belum ada solusi untuk mengatasi hal tersebut, apalagi angka kematian astronot di angkasa terbilang cukup tinggi. Ada salah satu cara yang pernah dicetuskan dengan membuang jasadnya di angkasa. Namun PBB telah melarang manusia untuk membuang sampah di angkasa termasuk jasad manusia.

Jika jasad astronot dibawa kembali ke bumi, juga belum dapat dilakukan karena memiliki faktor yang berbahaya saat penerbangannya.

2 dari 5 halaman

2. Obat-obatan yang kurang efektif

Tahukah kamu bahwa obat-obatan yang kerap kita konsumsi saat kita tengah sakit, ternyata efeknya menjadi berkurang saat berada di ruang angkasa?

Menurut keterangannya, radiasi membuat obat-obatan yang dibawa dari bumi menjadi kurang efektif. Untuk mengakalinya, NASA tiap 6 bulan sekali mengganti obat-obatan secara rutin. Dan karena itu, para astronot juga dituntut untuk rajin berolahraga demi menjaga kesehatan tubuh.

3 dari 5 halaman

3. Meminum urin yang di daur ulang

 

 

Kita semua tahu bahwa di ruang angkasa, akses air bersih sangat sulit untuk didapatkan. Tapi, para astronot telah memiliki solusinya dengan cara yang sedikit bikin merinding.

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, para astronot akan mendaur ulang urin mereka dengan menggunakan mesin khusus, yang nantinya dapat digunakan untuk diminum kembali. Ada yang ingin mencobanya?

4 dari 5 halaman

4. Massa otot - tulang berkurang dan penuaan dini

Ternyata astronot di ruang angkasa memiliki ancaman yang cukup serius, di mana mereka dapat terdampak penuaan dini dan pengurangan massa otot dan tulang.

Sejauh ini kurang lebih dua persen massa tulang dan otot astronot akan hilang setiap bulannya. Selain itu, karena di ruang angkasa tidak ada gravitasi, hal ini membuat kulit para astronot jadi cepat menua. Untuk memperkecil dampak tersebut, para astronot dituntut untuk berolahraga minimal dua jam per hari.

5 dari 5 halaman

5. Sistem reproduksi kurang subur

Fakta lainnya mengenai hal reproduksi para astronot menjadi kurang subur. Meski begitu, sebenarnya hal ini masih menjadi perdebatan antar para peneliti.

Hal ini diungkapkan berdasarkan sebuah eksperimen pada sebuah tikus yang digantung di atas lantai selama enam minggu layaknya efek gravitasi di ruang angkasa. Hasil dari eksperimen tersebut membuat testis tikus menjadi lebih langsing dan sperma yang dihasilkan sangat rendah. Selain itu, eksperimen pada tikus betina yang dikirim di ruang angkasa membuat indung telurnya menjadi kurang berfungsi.

Selengkapnya bisa kamu baca di: https://jalantikus.com/gokil/fakta-astronot/

Loading
Artikel Selanjutnya
Doktor hingga Penembak Jitu, Sosok Astronaut Korea - Amerika Pertama yang Akan Mengangkasa
Artikel Selanjutnya
Spacewalk 2 Astronaut Wanita Sukses Ganti Baterai Stasiun Antariksa Internasional