Deretan Hoaks Peristiwa di Jakarta dan Sekitarnya, dari Kerusuhan sampai Kesehatan

Hoaks peristiwa di Jakarta dan sekitarnya beredar di tengah masyarakat, lalu apa saja ragamnya? Simak artikel berikut.

Diterbitkan 16 September 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jakarta dan wilayah sekitarnya kerap menjadi sasaran penyebaran informasi palsu atau hoaks yang meresahkan masyarakat. Berbagai klaim menyesatkan, mulai dari isu kesehatan hingga aksi demo terus bermunculan di berbagai platform digital. Fenomena ini menuntut kewaspadaan tinggi dari publik, mengingat dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh informasi yang tidak benar.

Penyebaran hoaks yang masif menunjukkan betapa cepatnya informasi palsu dapat menciptakan kepanikan dan kebingungan di masyarakat.  Selain itu, juga dapat menyebabkan kerugian bagi individu maupun stabilitas sosial.

Cek Fakta Liputan6.com secara rutin melakukan penelusuran dan klarifikasi terhadap berbagai hoaks peristiwa di Jakarta dan sekitarnya. Upaya ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong.

Penting bagi setiap individu untuk selalu kritis dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban umum.

Dengan memahami ragam hoaks terkait peristiwa di Jakarta dan sekitarnya yang beredar, kita dapat lebih bijak dalam menyaring informasi dan mencegah penyebaran disinformasi lebih lanjut di tengah masyarakat, berikut daftarnya.

 

Video Situasi di Jakarta Utara

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video situasi di Jakarta Utara, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Agustus 2025.

Unggahan klaim video situasi di Jakarta Utara menampilkan kobaran api di seberang pengambil video kemudian sejumlah orang yang bergerak menjauhi kobaran tersebut. Dalam video terlihat bangunan jalan layang, restoran cepat saji KFC dan dua pilar bangunan berwarna putih.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Situasi terkini di jakarta utara.. merinding ya allah.. #demo #indonesia #DPR @sorotan"

Benarkah klaim video situasi di Jakarta Utara? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Video Demo di Bandara Soetta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video demo di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), informasi tersebut diunggah salah satu akun TikTok pada 31 Agustus 2025.

Unggahan klaim video demo di Bandara Soetta menampilkan sejumlah orang yang sedang berdiri di dalam ruangan dan sebagian memegang koper.

Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.

"Ingin kabur dari ricuh demo nya jkt malah dibandara soeta juga ada demo

Indonesia sedang tidak baik baik aja"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Demo sampai bandara! #30agustus2025 #demodpr #🇮🇩"

Benarkah klaim video demo di Bandara Soetta? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

 

Video Kerusuhan di Kalimalang Bekasi

Cek Fakta Liputan6.com mendapati kliam video kerusuhan di Kalimalang Bekasi, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Agustus 2025.

Unggahan kliam video kerusuhan di Kalimalang Bekasi, berupa video yang menampilkan korban api dan sejumlah orang berkerumun kemudian sebagian orang tersebut berlarian menjauhi kobaran api.

Terlihat juga dalam video sejumlah orang berkumpul beridir dipermukaan yang lebih tinggi ke arah kobaran api dan sejumlah orang berlarian, sebagian terlihat sedang merekam suasan menggunakan ponsel.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Kalimalang bekasi mulai rusuh"

Benarkah kliam video kerusuhan di Kalimalang Bekasi? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

 

Ratusan Anak Terinfeksi Difteri Akibat Jajanan Cabe Kering Terkontaminasi Kencing Tikus di Jakarta

Beredar di media sosial postingan pesan berantai ratusan anak terinfeksi difteri dan ada yang meninggal dunia karena jajanan cabe kering terkontaminasi kencing tikus di DKI Jakarta. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 29 Juli 2025.

Berikut isi postingannya:

"Di DKI Jakarta, dan Jabar ada 600 orang yang tertular. RS penuh dengan anak2 yang terinfeksi Difteri. Jumlah yang meninggal sudah 38 orang. Jadi ini kejadian luar biasa. Dinkes DKI Jakarta mengadakan imunisasi masal sd tgl 11 Des 2025. Target imunisasi usia 1 sd 19 tahun.

Hati2 jangan jajan yang pakai cabe bubuk, Jangan jajan yang pakaivcabe kering seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jangan pakai cabe bumbu kering. Karena penuh penyakit dari kencing tikus, kasusnya banyak yang meninggal karena penyakit difteri...

PERHATIAN

Untuk kita2 yang keluarga atau putra putrinya suka mengkonsumsi jajanan dengan menggunakan bumbu tabur (terutama yg mengandung cabe kering) spt... cilok, tahu crispy, singkong goreng atau yg lain, silahy dievaluasi kembali.

Mengapa? Di pabrik cabe tabur, tampak bahan cabe kering ditimbun di gudang tidak peduli dijadikan sarang tikus. Tentu saja KENCING TIKUS akan tercecer disana dan membahayakan. Mari kita jaga keluarga kita.

Gejala Difteri

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:

• Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

• Demam dan menggigil.

• Sakit tenggorokan dan suara serak.

• Sulit bernapas atau napas yang cepat.

• Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.

• Lemas dan lelah.

• Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.

DIHIMBAU UTK HATI2 saat ini DIFTERI sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi kalau tidak terpaksa betul, jangan jajan diluar ya. Tolong disampaikan pada semua keluarga dekat. Penularan melalui droplet seperti dari ludah, batuk, dll seperti penularan TBC.

Jadi hindari tempat2 keramaian seperti tempat2 rekreasi dll ini khusus warga Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya.

Info: Dinkes DKI Jakarta. Silahkan share."

Lalu benarkah postingan pesan berantai ratusan anak terinfeksi difteri dan ada yang meninggal dunia karena jajanan cabe kering terkontaminasi kencing tikus di DKI Jakarta? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.