Kabar Sniper Ditempatkan di Gedung Tinggi Mataram Cuma Hoaks, Ini Penjelasan Polisi

Viral isu sniper ditempatkan di gedung tinggi di Mataram, lalu apa kata pihak Kepolisian? Simak faktanya.

Diterbitkan 02 September 2025, 08:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Informasi penempatan penembak jitu atau sniper di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) beredar di tengah masyarakat lewat media sosial dan aplikasi percakapan, kabar tersebut pun telah mendapat respon dari pihak Kepolisian.

Kepala Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Kombes Pol. Hendro Purwoko menyatakan informasi tentang adanya penempatan sejumlah penembak jitu dari atas gedung dengan target secara acak adalah hoaks.

"Saya Kapolresta Mataram menegaskan bahwa informasi adanya petugas kepolisian yang menembak dari atas gedung secara acak itu adalah tidak benar (hoaks)," kata Kombes Hendro, dikutip Selasa (2/9/2025).

Menanggapi informasi tentang penempatan sniper tersebut, Hendro meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak cepat terprovokasi dengan segala bentuk isu dan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Jangan terprovokasi, segera klarifikasi apabila menerima informasi mencurigakan," ucapnya.

 

 

Hoaks Meresahkan

Penyebaran isu secara masif di media sosial ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurut Hendro isu yang masuk dalam kategori teror itu sengaja disebarluaskan untuk memicu keresahan.

Hendro juga mengingatkan warga untuk lebih bijaksana bermedia sosial dan tidak ikut menyebarluaskan kabar yang belum terverifikasi.

Isu ini menyebar luas di media sosial dengan narasi meminta perhatian untuk tetap waspada sejak pukul 22.00 Wita. Warga diminta tidak keluar rumah karena adanya penembakan secara acak dan tidak memilih.

Dalam narasi yang disebarkan tersebut turut tertulis adanya penempatan sejumlah penembak jitu di wilayah Mataram.

Mereka ditempatkan di beberapa atap gedung, mulai dari hotel berbintang, pusat perbelanjaan, dan masjid Khubbul Wathan Islamic Center Mataram.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.