Marak Hoaks, Tantangan Vaksinasi di Indonesia Masih Besar

Global Health Strategies (GHS) menyebut tantangan untuk melawan hoaks vaksinasi di Indonesia masih sangat berat.

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Global Health Strategies (GHS) menyebut tantangan untuk melawan hoaks vaksinasi di Indonesia masih sangat berat. Itu sebabnya segala cara dilakukan untuk menggencarkan program vaksinasi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur GHS Indonesia, Ganendra Awang Kristandya. Ia menjelaskan misinformasi terkait vaksin lebih cepat menyebar di masyarakat.

"Sudah 325 tahun kita berperang melawan hoaks vaksin dan sampai sekarang kita belum sepenuhnya merdeka. Misinformasi lebih cepat menyebar karena sifatnya emosional, sementara sains itu rasional," ujarnya dilansir laman Infopublik.id.

"Kampanye imunisasi harus dikemas dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan inilah yang dijalankan melalui Facts Social, program edukasi berbasis digital dengan narasi kuat yang disebarkan melalui WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga kolaborasi dengan tokoh masyarakat," ujarnya menambahkan.

Sepanjang 2024–2025, kampanye Facts Social berhasil menjangkau 40 juta akun, menghasilkan 92 juta impresi, dan mendorong 577 ribu kunjungan ke laman Ayosehat Kemenkes.

Tak hanya di ranah digital, intervensi ini juga berdampak nyata di lapangan. Di empat provinsi intervensi Riau, Kalimantan Barat, Sumatra Utara, dan Sulawesi Utara—terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, serta niat orang tua untuk mengimunisasi anak.

Bahkan, cakupan imunisasi di delapan puskesmas wilayah intervensi meningkat dengan tambahan 866 anak yang berhasil diimunisasi dibanding tahun sebelumnya

"Angka ini memang kecil, tapi menjadi bukti nyata. Jika bisa diperluas ke lebih banyak puskesmas, dampaknya akan jauh lebih besar," Ganendra mengakhiri.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.