Lawan Scam dan Penipuan Digital, GASA Indonesia Resmi Diluncurkan

ndonesia rawan dalam penipuan online seperti phising, tawaran pekerjaan palsu hingga penipuan investasi.

Diterbitkan 01 Agustus 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di Asia. Namun hal ini juga menjadikan Indonesia rawan dalam penipuan online seperti phising, tawaran pekerjaan palsu hingga penipuan investasi.

Itu sebabnya Global Anti-Scam Alliance (GASA) meluncurkan chapter Indonesia untuk menghadapi ancaman tersebut secara langsung. Penipuan sendiri telah menjadi masalah yang meresahkan, memengaruhi konsumen, bisnis, dan institusi, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi lebih mendesak dari sebelumnya.

GASA Indonesia Chapter akan dipimpin oleh Indosat sebagai Ketua, serta Mastercard dan AFTECH sebagai Wakil Ketua, dengan organisasi terkemuka seperti DANA, Google, GSMA, Meta, Shopee, dan Tech for Good Institute bergabung dalam koalisi ini.

"Indonesia memainkan peran penting dalam ekonomi digital Asia Tenggara dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di dunia. Seiring dengan meningkatnya skala dan kecanggihan penipuan, membangun ekosistem terpercaya untuk perlindungan konsumen menjadi semakin penting," ujar Jorij Abraham, Managing Director Global Anti-Scam Alliance.

"Penipuan bukan lagi insiden yang terisolas, ini telah menjadi ancaman sistemik. Kami percaya bahwa kita memiliki tanggung jawab kolektif untuk bertindak tegas. GASA Indonesia Chapter mewakili front yang bersatu, menyatukan industri, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk melindungi publik dan memulihkan kepercayaan," ucap Reski Damayanti, Ketua GASA Indonesia menimpali.

GASA Indonesia Chapter akan melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan perlindungan konsumen nasional, termasuk kampanye pendidikan dan kesadaran anti-penipuan, penelitian, dan mendorong kolaborasi yang lebih besar antara sektor publik dan swasta dalam melawan penipuan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.