Liputan6.com, Jakarta - Indonesia tengah berjuang melawan ancaman serius penyakit Tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data dari berbagai sumber, jumlah kasus TBC di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta kasus per tahun, bahkan mencapai angka 1.090.000 kasus.
Situasi ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus TBC tertinggi setelah India, menurut laporan Global TB Report 2023. Pemerintah berupaya mengatasi masalah ini melalui berbagai strategi, termasuk deteksi dini dan pengobatan yang tepat.
Advertisement
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa TBC merupakan penyakit menular paling mematikan, lebih parah daripada malaria. Ia menyebut, lebih dari satu juta orang meninggal dunia akibat TBC setiap tahunnya, termasuk sekitar 125 ribu orang di Indonesia.
"Semenit dua orang meninggal karena TBC. Kita bicara lima menit di sini, sepuluh orang sudah meninggal," kata Budi dikutip dari Kanal News Liputan6.com, Jumat (16/5/2025).
Penyebaran TBC di Indonesia tidak merata. Beberapa provinsi di Pulau Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan mencatat angka kasus yang sangat tinggi, masing-masing lebih dari 40.000 kasus. Di Jakarta saja, data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 2.645 warga terjangkit TBC selama Januari-Maret 2025.
Tingginya angka kasus ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih intensif di seluruh wilayah Indonesia. Upaya peningkatan deteksi dan pengobatan TBC terus dilakukan, namun masih banyak kasus yang belum terdeteksi.
Meskipun terdapat perbedaan angka dalam berbagai laporan, antara 816.297 kasus (data Kementerian Kesehatan 2023) hingga lebih dari 1 juta kasus per tahun, jelas bahwa Indonesia menghadapi beban kasus TBC yang sangat tinggi. Perbedaan angka ini disebabkan oleh keterbatasan dalam penemuan dan pelaporan kasus. Namun, satu hal yang pasti, TBC masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Strategi Pengendalian TBC Berbasis Komunitas
Menghadapi tingginya angka kasus TBC, pemerintah Indonesia menjalankan strategi pengendalian TBC berbasis komunitas. Strategi ini melibatkan tenaga kesehatan dan kader warga, termasuk ibu-ibu PKK, yang dikenal sebagai 'Pasukan Putih'. Mereka berperan penting dalam mendeteksi dini kasus TBC, mengedukasi masyarakat, dan memantau pengobatan pasien.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan peran 'Pasukan Putih' dalam mendeteksi kasus dan mengedukasi masyarakat yang berkontak erat dengan penderita TBC untuk menjalani pemeriksaan. Mereka juga berperan dalam memantau kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat TBC, yang membutuhkan waktu hingga enam bulan dengan mengonsumsi 4 hingga 5 jenis obat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan, pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan resistensi obat dan memperparah kondisi penderita. Oleh karena itu, peran 'Pasukan Putih' dalam memastikan kepatuhan pasien sangat krusial dalam keberhasilan program pengendalian TBC.
Di Jakarta, 274 RW telah ditetapkan sebagai wilayah siaga TBC, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan penyakit ini. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka kasus dan kematian akibat TBC di Ibu Kota.
Advertisement
Ancaman TBC dan Harapan Vaksin Baru
Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, menghadapi tantangan besar dalam mengatasi TBC. Jumlah kasus yang mencapai lebih dari 1 juta per tahun dan angka kematian yang mencapai puluhan ribu jiwa menunjukkan urgensi penanganan penyakit ini. Provinsi-provinsi di Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan menjadi daerah dengan angka kasus tertinggi.
Salah satu tantangan terbesar adalah masih banyaknya kasus TBC yang belum terdeteksi. Hal ini menyulitkan upaya pengendalian wabah dan meningkatkan risiko penularan. Keterlambatan deteksi dan pengobatan seringkali berakibat fatal, memperparah kondisi penderita dan meningkatkan risiko kematian. TBC menjadi salah satu sepuluh penyebab kematian terbanyak akibat penyakit menular di Indonesia.
Meskipun angka kasus TBC di Indonesia sangat tinggi, harapan muncul dengan adanya pengembangan vaksin baru. Vaksin ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap TBC dan membantu mengurangi angka kasus dan kematian di masa mendatang. Namun, sebelum vaksin tersebut tersedia secara luas, upaya pencegahan dan pengendalian TBC yang intensif tetap diperlukan.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/174/original/037183100_1563269409-20190716_162639.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5220872/original/088604900_1747294602-20250515-BPOM-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8769101/original/055174700_1782831715-Gempa_BMKG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8755603/original/054569300_1782826896-20260630_170742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715578/original/043189700_1782810581-ChatGPT_Image_30_Jun_2026__16.03.17.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8761372/original/080386200_1782829034-654375ab-1904-4a28-87d9-e10b25d021d1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261012/original/099121400_1781673446-1000350977.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8730012/original/040623900_1782817431-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_17.55.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8757689/original/005044800_1782827560-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_17.11.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715476/original/043474700_1782806204-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK__Friderica_Widyasari_Dewi-30_Juni_2026e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715384/original/062201200_1782802875-IMG_5086.jpeg)