Sukses

Deretan Hoaks Terkait Produk Susu, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait makanan dan minuman kerap beredar di masyarakat termasuk produk susu. Hoaks ini beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks seputar produk susu? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Susu Milku Berbahaya karena Mengandung Formalin

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim susu Milku mengandung formalin. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 25 Mei 2023.

Dalam postingannya terdapat gambar susu Milku rasa coklat dengan narasi sebagai berikut:

"Sebagai bahan laporan bapak ibu wali, kemarin dari pihak Puskesmas 2 melakukan pemeriksaan uji Lab pada jajanan anak. Ditemukan 1 produk minuman berBPOM yang didalamnya mengandung Formalin, yaitu Milkku.

Jika dikonsumsi 1 atau 2 kali TDK memberikan efek tapi jika dikonsumsi berkali2 akan menyebabkan gagal ginjal, jadi mohon untuk diawasi jajannya anak2. Dan mohon dukungannya supaya terealisasi kantin di dalam sekolah."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim susu Milku mengandung formalin? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Terbukti Susu Beruang Bisa Menangkal Covid-19

Klaim tentang susu beruang atau Bear Brand bisa menangkal virus corona Covid-19 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Anitaa pada 4 Juli 2021.

Akun Facebook Anitaa menuliskan sebuah narasi berisi klaim bahwa susu beruang atau Bear Brand bisa menangkal Covid-19.

"Di indo lagi booming susu beruang bisa mencegah covid

Sampe stok pda kosong

45 nt gaes," tulis akun Facebook Anitaa.

Konten yang disebarkan akun Facebook Anitaa telah 8 kali dibagikan dan mendapat 5 komentar warganet.

Benarkah susu beruang atau Bear Brand bisa menangkal virus corona Covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Permen Susu di Banyumas Mengandung Narkoba, Simak Penelusurannya

Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan yang menyebut permen susu diduga mengandung narkoba. Unggahan itu berada di Facebook milik Bet Aigo NnZz Berau.

Menurut akun tersebut, permen susu mengandung narkoba ini beredar di Banyumas dan sekitarnya. Akun itu mengunggah klaim tersebut pada 23 Februari 2021.

Begini narasinya:

"Assamualaikum...ini ada informasi dari temen dokter.Anaknya bidan di Banyumas makan permen susu,terus 3 hari gk mau makan,ngefly.Disarankan temen dokter dipurbalingga untuk membawa permen tsb ke BNN,ternyata hasilnya positif mengandung narkoba jenis benzodiazepin. Ini permennya....Monggo disebarkan untuk melindungi keluarga kita".

Lalu, benarkah ada permen susu di Banyumas yang mengandung narkoba? Simak dalam artikel berikut ini...

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.