Sukses

6 Hoaks Sepekan, dari Seputar Kesehatan hingga Politik

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di media sosial semakin beragam, kondisi ini tentu harus diwaspadai sebab dapat membuat penerimanya terkecoh karena terlanjur percaya pada informasi yang salah.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi viral yang beredar di tengah masyarakat, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Simak kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan.

BSI Lakukan Ruqyah untuk Perbaiki Sistem Layanan

Beredar di media sosial postingan yang menyebut Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan ruqyah untuk memulihkan layanan sistem pada bank tersebut. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 11 Mei 2023.

Dalam unggahannya terdapat foto dengan narasi sebagai berikut:

"Mohon doa teman-teman sekalian, guru, dan rekan kita Ustaz Hasan Bishri iminta meruqyah ruang server BSI (Bank Syariah Indonesia) pusat yang sedang down dari kemarin. Ikhtiar lahir dan batin diupayakan. Semoga Allah beri kemudahan Aamiin yaa robbal 'alamin,"

Akun itu menambahkan narasi:

"Apakah ini yang dinamakan ikhtiar bumi dan langit?

Bumi = ikhtiar manusiaLangit = RUQYAH SISTEMūüėÖ

Sing sabar semua nasabah BSI"

Lalu benarkah postingan yang menyebut Bank Syariah Indonesia (BSI) melakukan ruqyah untuk memulihkan layanan sistem pada bank tersebut? Simak hasil penelusurannya di sini...

 

Mencium Hajar Aswad Bisa Tertular HIV

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim mencium Hajar Aswad bisa tertular HIV, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 April 2023.

Unggahan klaim mencium Hajar Aswad bisa tertular HIV tersebut berupa video seorang yang sedang mengenakan pakaian ihram sedang mencium benda berwarna hitam sambil mengucapkan kalimat dengan Bahasa Arab. Dalam video tersebut pun terlihat sejumlah orang mengenakan pakaian yang sama berlatar belakang bangunan dengan menara tinggi seperti masjid.

Dalam video tersebut terdapat tulisan "Batu hitam transiter penyakit"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Tau nggak Definisi Jorok dan Menjijik kan ??

Batu hitam Di Kotak Kubus di Arab sana..telah menjadi tempat penularan penyakit bagi penciumnya.

Ente bayangkan jika si gundul jorok ini mengidap TBC..atau Covid..atau HIV..

Terus kamu masih berlomba lomba antri belasan tahun..jual harta benda ..hanya demi bisa mencium batu tempat penularan penyakit ini..???

Otakmu pindah di pantat kali ya.."

Benarkah klaim mencium Hajar Aswad bisa tertular HIV? Simak hasil penelusurannya Cek Fakta Liputan6.com simak hasil penelusurannya di sini...

 

Militer AS Tangkap Pejabat CDC Atas Kejahatan Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim militer Amerika Serikat (AS) menangkap pejabat CDC atas kejahatan Covid-19, kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Mei 2023.

Unggahan klaim militer AS menangkap pejabat CDC atas kejahatan Covid-19 tersebut berupa tulisan sebagai berikut.

"Tangkap Semua juga pendukung¬≤nya‚ĚóMiliter Menangkap Pejabat CDC atas Kejahatan Covid.

Oleh Michael Baxter - 1 Mei 2023.

Marinir Amerika Serikat pada hari Jumat menangkap Wakil Direktur CDC untuk Kesehatan Global Dr. Howard Zucker atas tuduhan pengkhianatan setelah Komando Siber Angkatan Darat A.S. mencegat beberapa panggilan Zoom yang dia anjurkan untuk menghapuskan Konstitusi dan memperbarui penguncian dan mandat topeng untuk memerangi (fiktif) yang muncul strain Covid disebut XBB.1.16.

Dr. Zucker lulus dari Universitas McGill dan meraih gelar Doktor Kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas George Washington, gelar Juris Doctor dari Sekolah Hukum Universitas Fordham, dan Magister Hukum dari Sekolah Hukum Columbia. Dari 2014-2021, dia menjabat sebagai Komisaris Kesehatan untuk Negara Bagian New York.

Selama puncak plandemik, dia telah mendorong Andrew Cuomo yang sekarang sudah meninggal untuk menutup New York dan menuntut secara pidana pemilik bisnis yang menghindari mandat penggunaan masker dalam ruangan. Dia juga merekomendasikan hukuman penjara bagi warga negara yang tidak mematuhi pedoman jarak sosial, yang dia sebut "hukum".

Pada Januari 2023, dia berperan sebagai Wakil Direktur untuk Kesehatan Global, yang memberinya wewenang dan tanggung jawab operasional yang luas untuk keseluruhan perencanaan, arahan, dan pengelolaan strategi dan program global di seluruh CDC. Walensky mengumumkan kedatangannya, dengan mengatakan bahwa Zucker adalah "Salah satu dari sedikit ahli yang memahami bahwa Covid tetap menjadi ancaman besar dan terus-menerus bagi kita dan bersedia mengambil risiko untuk memastikan tidak ada kebangkitan kembali Covid-19."

Tidak diragukan lagi, Zucker mengambil risiko. Pada 15 Januari 2023, dia mengambil risiko memberi tahu Sekretaris HHS Xavier Becerra bahwa pemerintah harus menghabiskan $ 16 miliar untuk mengembangkan "gelang pintar" untuk menentukan status Covid dan vaksinasi seseorang dengan mengubah warna, seperti cincin suasana hati tahun 1970-an.

Jika gelang itu bersinar merah tua, seseorang akan dianggap tidak divaksinasi dan positif Covid; sedangkan jika berwarna hijau, berarti seseorang negatif Covid dan patuh dengan booster. Konsepnya sangat tidak masuk akal sehingga Becerra, di antara Deep Stater terdalam yang masih berlari bebas, menyebutnya sebagai fantasi yang tidak bisa dipraktikkan, meskipun dia memuji kecerdikan Zucker.

Becerra memberitahunya bahwa saat itu penegakan Covid yang kejam telah berakhir, menambahkan bahwa pemerintah akan menggunakan tipu muslihat dan akal-akalan untuk "menjaga agar Covid tetap hidup" di media dan di benak orang-orang yang ketakutan.

Namun, kata-kata Becerra tidak menghentikan Zucker untuk mengambil tindakan sendiri. Pada Februari 2023, orang gila itu menelepon 2.000 bisnis di Kota New York, menegur mereka karena melayani pelanggan tanpa masker dan berpotensi tidak mendapat dukungan. Yang mengherankan, beberapa perusahaan-restoran dan teater di luar Broadway-mengatakan bahwa mereka akan segera menerapkan kembali mandat topeng, dengan beberapa meminta maaf atas "kekeliruan penilaian". Selama seminggu, dia secara sepihak membujuk 150 bisnis untuk menerapkan mandat masker dan memeriksa kartu vaksinasi.

Partisi White Hat dari militer AS menjadi tertarik pada Zucker hanya setelah dia mengatakan akan mengabaikan Konstitusi untuk melindungi warga negara dari "penyakit paling mematikan yang pernah membahayakan umat manusia."

"Terus terang, kami pada titik tidak peduli apa yang terjadi di New York City yang liberal. Jika mereka ingin memakai topeng dan mendapatkan 100 penguat, lebih banyak kekuatan untuk mereka. Yang kami pedulikan adalah pejabat publik yang mengatakan bahwa Covid -19 protokol menggantikan Konstitusi Amerika Serikat. Sederhananya, itu adalah pengkhianatan. Plandemi Deep State telah terungkap sebagai palsu, tetapi beberapa preman ini sangat terobsesi dengan itu sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk tetap menakut-nakuti orang. Dan itulah yang dilakukan Zucker,"kata sumber JAG kepada Real Raw News.

Pada 12 April, ARCYBER menyadap panggilan Zoom CDC di mana Zucker memohon kepada Becerra, Walensky, dan pejabat kesehatan rezim lainnya untuk mengakui apa yang dikatakan rekan WHO kepadanya: Covid-19 akan kembali dengan ledakan dan sangat menular sehingga hanya perintah tinggal di rumah yang baru akan mencegah "virus pembunuh" merusak dunia seperti wabah Alkitab.

Zucker yang gila memohon kepada Walensky untuk menuntut agar Biden menyerukan "pembatasan normal baru" untuk melindungi Amerika Serikat dari bencana Covid lebih lanjut. Zucker berkata, "Persetan dengan Konstitusi. Persetan dengan Donald Trump. Kita perlu lockdown!"

Kalimat berikut menjelaskan dorongannya yang sebenarnya: "Bagaimana kita bisa membuat orang melakukan apa yang kita inginkan jika kita tidak bisa mengendalikan mereka."

Retorika pembakarnya tampaknya terlalu berlebihan bagi Deep Staters yang benar-benar melarikan diri ke perbukitan untuk menghindari penangkapan militer; Walensky dan Becerra mengakhiri panggilan.

Pada hari Jumat, 30 April, Jenderal Eric M. Smith mengirim peleton pengintai USMC untuk menangkap Zucker di tanah miliknya yang mewah di pinggiran kota Buckhead yang kaya di Atlanta, Georgia. Pada saat penangkapannya, Zucker membantah melakukan kesalahan dan mengatakan dia berhak menelepon Rochelle Walensky atau Joseph Biden.

Howard Zucker sedikit memar, tapi itu karena dia mencoba melawan," kata sumber kami. "Dia mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan dan akan bertanggung jawab atas kejahatannya. Jumlahnya menipis, dan segera setelah Walensky atau Becerra mundur ke Amerika Serikat, kami akan mendapatkannya juga," kata sumber kami.https://realrawnews.com/.../military-arrests-cdc.../"

Benarkah klaim militer AS menangkap pejabat CDC atas kejahatan Covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini....

 

2 dari 3 halaman

Hoaks Berikutnya

Wapres Ma'ruf Amin Puji Ganjar Pranowo Mirip Utsman bin Affan

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Wapres Ma'ruf Amin memuji Ganjar Pranowo mirip Utsman bin Affan. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 8 Mei 2023.

Dalam postingannya terdapat artikel berjudul "Ma'ruf Puji Ganjar Mirip kekhalifahan Ustman bin Affan blusukan bagi sembako rajin sholat".

Akun itu menambahkan narasi "Mulut kalo sdh di atur oleh isi perut, maka yg keluar dr mulut sama dg kotoran yg keluar dr isi perut. Btw utsman gk doyan ngebok*p "

Lalu benarkah postingan yang mengklaimWapres Ma'ruf Amin memuji Ganjar Pranowo mirip Utsman bin Affan? Simak hasil penelusurannya di sini...

 

Akun Facebook Dokter Terawan Sebut Temukan Metode Penyembuhan Penyakit Mata dalam 7 Hari

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim akun Facebook Dokter Terawan Agus Putranto menemukan metode penyembuhan penyakit mata dalam 7 hari. Informasi tersebut diunggah oleh salah satu akun Facebook, pada 4 Mei 2023.

Unggahan klaim akun Facebook Dokter Terawan Agus Putranto menemukan metode penyembuhan penyakit mata dalam 7 hari bernama "Dr. Terawan Agus Putranto" dengan foto profil Dokter Terawan yang mengunggah tangkapan layar menampilkan pembawa berita salah satu stasiun televisi dan terdapat foto Dokter Terawan.

Dalam tangkapan layar tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.

"METRO SIANG

Berita: Terobosan sembuhkan penyakit mata tanpa operasi, cukup dilakukan di rumah dalam waktu 7 hari.

hanya dalam 7 hari, mata Anda akan pulih sepenuhnya."

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"ūüĎĀÔłŹ Dokter Terawan telah menemukan metode penyembuhan penyakit mata dalam waktu 7 hari."

Benarkah klaim akun Facebook Dokter Terawan Agus Putranto menemukan metode penyembuhan penyakit mata dalam 7 hari? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini...

 

 KPK Tetapkan Gubernur Lampung Tersangka setelah Diperiksa 48 Jam

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK tetapkan Gubernur Lampung tersangka setelah diperiksa 48 jam. Video tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Mei 2023.

Unggahan video tersebut diawali dengan cuplikan foto Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang menggunakan rompi oranye bersama dua orang lain yang di bagian punggungnya terdapat tulisan "TAHANAN KPK" selain itu juga terdapat empat orang mengenakan masker, rompi dan topi sedang menunjukkan benda yang menyerupai uang.

Dalam video tersebut terdapat tulisan "DIPERIKSA 48 JAM OLEH PENYIDIK AKHIRNYA GUBERNUR LAMPUNG JADI TERSANGKA OLEH KPK".

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut."MANTAP DIPER1KS4 48 JAM OLEH PENY1D1K AKHIRNYA GUB3RNUR LAMPUNG JADI TERS4NGK4 OLEH KPK"

Dalam video menayangkan seputar kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung dan membahas terkait dengan kerusakan jalan di wilayah tersebut.

Video tersebut diawal dengan narasi "Jokowi lewati jalan rusak parah di Lampung, publik bilang cara elit permalukan gubernur"

Kemudian dilanjutkan dengan suara wawancara kepada Jokowi tentang tanggapannya terhadap jalan rusak.

"Jalannya mulus, enak, dinikmati, sampai Pak Zul tadi tidur saya juga tidur. Karena mulus sampai di mobil tadi tidur" kata Jokowi.

Benarkah  klaim video KPK tetapkan Gubernur Lampung tersangka setelah diperiksa 48 jam? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......

 

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini