Sukses

6 Hoaks Sepekan, dari Seputar Piala Dunia sampai KTT G20

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di media sosial semakin beragam, kondisi ini harus diwaspadai agar kita tidak menjadi korban informasi palsu tersebut.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi yang beredar lewat aplikasi percakapan dan media sosial, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Berikut 6 hoaks sepekan yang berdar di tengah masyarakat.

 Uang Baru Bernominal Rp 1 Juta

Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim adanya uang baru pecahan Rp 1 juta. Postingan itu ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 18 Oktober 2022.

Dalam postingannya terdapat video dengan gambar uang bertuliskan 1.0 dengan narasi "uang pecahan 1 juta"

Akun itu juga menambahkan narasi "Udh ad yg punya ????Uang 1 juta, 1 Lembar"

Lalu benarkah video yang mengklaim adanya uang baru pecahan Rp 1 juta? Simak dalam artikel berikut ini...

 

Video Seremoni Pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar

Sebuah video yang diklaim seremoni pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 17 November 2022.

Video berdurasi 49 detik itu memperlihatkan sejumlah anak-anak tengah duduk di lapangan sepak bola. Mereka tampak membaca Alquran. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan seremoni pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar.

"Fifa world cup 2022 opening ceremony at Qatar ❤❤😍😍," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 71 ribu kali dibagikan dan mendapat 119 komentar dari warganet.

Benarkah dalam video tersebut merupakan seremoni pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar? Berikut penelusurannya di sini.

 

AirPods Berbahaya Bagi Otak

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim radiasi AirPods berbahaya bagi otak, klaim tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 November 2022.

Unggahan tersebut berupa video yang menampilkan AirPods yang ditempelkan sebuah alat yang memiliki layar dan terdapat angka dan diagram.

Video tersebut diberi tulisan sebagai berikut.

"This one thing everyone is using is destroying their brain

Airpods emit a dangerous amount of EMF radiation

Double that of even a wifi router. Imagine putting a router in your ear every day for hours."

Here's how to fix the problem

Use airpods with strings instead"

Benarkah klaim radiasi AirPods berbahaya bagi otak? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Hoaks Berikutnya

Video KPK Menyita Harta Mendagri Tito Karnavian

 Beredar di media sosial postingan video yang menyebut harta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian disita KPK. Postingan video ini beredar sejak awal pekan kemarin.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Youtube. Akun itu mengunggahnya pada 13 November 2022.

Akun tersebut mengunggah video berjudul "PAGI INI~KEKAYAAN TITO MENDAGRI DISITA‼️KPK GERAK CEPAT LAKUKAN INI BIAR JERA"

Lalu benarkah video yang mengklaim kekayaan Mendagri Tito Karnavian disita KPK? Simak hasil penelusurannya di sini.

 

Surat Pemanggilan Seleksi Calon Karyawan Pertamina Minta Biaya Akomodasi

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi surat pemanggilan seleksi calon karyawan PT Pertamina (Persero) meminta biaya akomodasi. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan dan email.

Surat pemanggilan seleksi calon karyawan Pertamina terdiri dari empat lembar, pada lembar pertama terdapat kop surat dilengkapi dengan logo Pertamina dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawahnya terdapat alamat dan nomor telepon yang mengarah pada WhatsApp.

Pada lembar tersebut menyebutkan prihal pemanggilan seleksi calon karyawan Pertamina di tujukan untuk peserta tes seleksi. Selain itu juga tercantum waktu dan tempat seleksi yaitu 15 November 2022 di Kantor Pusat Jl. Medan Merdeka Timur 1A, serta jadwal seleksi.

Pada lembar kedua terdapat daftar 40 nama peserta seleksi, dalam lembar ketiga peserta seleksi karyawan diminta untuk konfirmasi kehadiran dengan format sebagai berikut.

"PERTAMINA - NAMA/NO.TES - HADIR/TIDAK"

Konfrimasi tersebut dikirimkan ke Ketua Tim Recruitment Pertamina lewat WhatsApp.

Masih dalam lembar tersebut, peserta pun diimbau untuk membawa perlengkapan yang dibutuhkan dalam mengikuti seleksi, dan peserta diminta untuk menalangi biaya akomodasi selama proses seleksi dan biaya tersebut nantinya akan diganti saat perserta mengikuti seleksi.

Dalam lembar keempat, peserta diarahkan untuk menghubung pihak travel unutk mengurusi akomodasi selama seleksi. Dengan mengisi formulir dan mengirimkannya lewat WhatsApp.

Benarkah informasi surat pemanggilan seleksi calon karyawan Pertamina meminta biaya akomodasi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam artikel berikut ini.

 

Presiden Jokowi Tolak Malaysia Jadi Anggota Penuh G20

Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim Presiden Jokowi menolak Malaysia sebagai anggota penuh G20. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 10 November 2022.

Dalam postingannya terdapat video berjudul "Jokowi Dodo Tolak Malaysia menjadi anggota penuh G20"

Video itu juga disertai narasi "Jokowi tolak Malaysia menjadi anggota penuh G20, jangan remehkan Indonesia"

Lalu benarkah postingan video yang mengklaim Jokowi menolak Malaysia menjadi anggota G20? Simak hasil penelusurannya di sini.

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.