Sukses

6 Hoaks Sepekan, dari Farel Prayoga Meninggal sampai Resesi AS

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di media sosial semakin bertambah dan beragam, kondisi ini harus diwaspadai agar kita tidak tersesat oleh informasi yang salah.

Salah satu cara agar terhindari dari hoaks adalah membandingkan informasi yang didapat dengan informasi yang sumbernya kredibel.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi yang beredar di media sosial, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Simak kumpulan hoaks hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penyanyi Cilik Farel Prayoga Meninggal Dunia Dibunuh

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim penyanyi cilik Farel Prayoga meninggal dunia dibunuh, kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 13 November 2022.

klaim penyanyi cilik Farel Prayoga meninggal dunia tersebut berupa tulisan sebagai berikut.

"๐˜๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ซ๐˜ช๐˜ถ๐˜ฏ

๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ท๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ญ

๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ข๐˜บ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข

๐˜‹๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ

๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜บ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ข๐˜บ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ,"

Benarkah klaim penyanyi cilik Farel Prayoga meninggal dunia dibunuh? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman ini.

ย 

5.000 Kader Partai Nasdem Mengundurkan Diri Usai Usung Anies Baswedan Jadi Capres 2024

Kabar tentang 5000 kader Partai Nasdem mengundurkan diri dan ribuan atribut dibakar usai mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 8 Oktober 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi cuplikan gambar Anies Baswedan, Surya Paloh, dan beberapa tokoh lain. Video berdurasi 10 menit 22 detik itu juga terdapat narasi bahwa 5000 kader Partai Nasdem mundur setelah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 mendatang.

"Setelah Niluh Jelantik, kini giliran 5000 kader Nasdem yang mundur. Keputusan DPP Partai Nasdem, dengan Ketua Umum, Surya Paloh mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024 ternyata membuat keanggotaan di tubuh partai menjadi renggang.

Boleh dikatakan, saat ini tubuh Partai Nasdem sedang tidak baik-baik saja. Di awal-awal deklarasi saja, satu per satu anggota mengundurkan diri. Dan yang terbaru di Jawa Barat, ribuan kader Partai Nasdem mengundurkan diri berjamaah," demikian pernyataan dari narator dalam video tersebut.

"5000 Kader Partai Nasdem Mundur Massal, Ribuan Atribut Partai Dibakar-- KPK," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 357 kali ditontond dan mendapat 1.700 komentar dari warganet.

Benarkah informasi 5000 kader Partai Nasdem mengundurkan diri dan ribuan atribut dibakar usai mendeklarasikan Anies sebagai capres?ย Simak hasilย penelusurannya di sini.

ย 

Video Penampakan Robot Perang Buatan Militer Amerika Serikat

ย Sebuah video yang diklaim robot buatan Amerika Serikat dan telah disiapkan untuk berperang beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 30 Oktober 2022.

Video berdurasi 1 menit 46 detik itu memperlihatkan sebuah robot sedang dilatih menembak sasaran. Robot tersebut memiliki tangan dan kaki mirip manusia.

Video itu kemudian dikaitkan dengan robot perang yang telah dimiliki militer Amerika Seriat dan siap digunakan untuk berperang.

"Robot perang buatan AS, bukan tidak mungkin kedepan militer AS akan menggunakan robot ini untuk berperang

#terminatorera," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 64 kali ditonton dan beberapa kali direspons warganet.

Benarkah dalam video tersebut merupakan robot perang buatan militer Amerika Serikat?ย Simak hasil penelusurannya di sini.

ย 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Hoaks Berikutnya

Tepung Beras Bisa Meredakan Demam pada Anak

Klaim tentang menempelkan tepung beras di tubuh bisa meredakan demam pada anak beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 31 Oktober 2022 lalu.

Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi tata cara menggunakan tepung beras untuk menurunkan demam pada anak. Yang pertama, tepung beras dicampur dengan air hingga membentuk adonan. Adonan tepung beras tersebut kemudian ditempelkan dan diusapkan pada bagian dada dan perut anak.

"Sekarang ini lagi musim demam,saya share pengalaman ya sama teman teman,andalan mama dulu kami kecil,sampai sekarang saya bikin ke anak anak,setidaknya pertolongan pertama buat anak anak demam, supaya gak kejang kejang dan step.

K*m*k* V*v**nn* pernah panas 40 tapi masih aktif

Habis bikin tepung jangan buka ac ya,ataupun kipas,waktu bikin juga jangan buka ac dan kipas.Please nonton video sampai habis๐Ÿ™

Cukup tepung campur air putih aduk kira bisa di pegang.

Bikin sampai tepung kering ya,kalau kering tandanya hawa panas badan di tarik tepung.

Pointnya yg mesti di lamakan lihat di video.

Habis bikin tepung kasi minyak kayu putih satu badan,lalu urut urut,kasi makan yg hangat hangat.

Obat tetap di minum,kalau demam bukan karena virus atau bakteri ,makaakan cepat sembuh

Selamat mencoba๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Sharing is caring๐Ÿ˜Š," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 11 ribu kali ditonton dan mendapat 161 komentar dari warganet.

Benarkah menempelkan adonan tepung beras di tubuh bisa meredakan demam pada anak? Simak hasil penelusurannya di sini.

ย 

Video Kondisi AS Terkena Dampak Resesiย 

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video kondisi Amerika Serikat atau AS terkena dampak resesi. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 Oktober 2022.

Unggahan klaim video kondisi AS terkena dampak resesi menampilkan situasi tepi jalan terdapat sejumlah orang tergeletak dan ada yang berjalan gontai.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Ini situasi terkini di Amerika serikat Negara super power yg terkena dampak akibat resesi global yg melanda Dunia..coba klu terjadi di Indonesia para Kadrun mngoreng2 tiap hari sambil menari2 teriak2 turunkan Jokowi..๐Ÿ˜๐Ÿ˜"

Benarkah klaim video kondisi AS terkena dampak resesi? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

Nurofen Ibuprofen Mengandung Logam Graphene Oxide

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tablet Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide, klaim tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Agustus 2022.

Unggahan klaim tablet Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide berupa video yang menampilkan seorang mengambil tablet Nurofen Ibuprofen kemudian tablet tersebut dimasukan ke dalam gelas yang berisi air.

Setelah tablet tersebut larut kemudian ada sebuah benda berbahan besi ditempelkan pada gelas terbut dan terlihat gumpalan besi menempel pada dinding gelas.

Dalam video tersebut terdapat narasi suara yang mengatakan sedang menunjukan graphene oxide di dalam tablet.

Benarkah klaim tablet Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.comย dalam halaman berikut ini.

ย 

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS