Sukses

Cek Fakta: Hoaks Kabar Dedi Mulyadi Meninggal Dunia Usai Diracun pada 6 Oktober 2022

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang anggota DPR RI, Dedi Mulyadi meninggal dunia usai diracun beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 6 Oktober 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah sebuah video dari situs berbagi video YouTube dengan judul "INALILLAHI, Kabar Duka dari DEDI MULYADI / Almarhum Meninggal Dunia Usai Diracun".

Gambar dalam video menampilkan sebuah mobil ambulance yang dikerumuni banyak orang. Terdapat juga narasi yang berisi kabar duka dari Dedi Mulyadi.

"LIVE DARI RUMAH DUKA

INALILLAHI KABAR DUKA DARI DEDI MULYADI," demikian narasi dalam gambar tersebut.

"Innalilahi wa innailaihi raaziuun," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan dibagikan warganet.

Benarkah kabar Dedi Mulyadi meninggal dunia usai diracun? Berikut penelusurannya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Dedi Mulyadi meninggal dunia usai diracun. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "dedi mulyadi meninggal dunia diracun" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang memuat bantahan dari kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Dedi Mulyadi jadi korban berita hoaks disebut telah diracun" yang dimuat situs antaranews.com pada 6 Oktober 2022.

Purwakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menjadi korban terkait dengan kabar bohong atau hoaks di media sosial yang menyebutkan adanya kabar duka telah diracun.

"Kalau cari views jangan kebablasan, semoga Allah SWT memberikan kemuliaan bagi kita semua,” kata Dedi, di Purwakarta, Kamis.

Akun YouTube Seputar Berita pada Kamis ini mengunggah sebuah video dengan judul ‘INALILLAHI, Kabar Duka dari DEDI MULYADI / Almarhum Meninggal Dunia Usai Diracun’.

Judul video itu dianggap mengagetkan, karena Dedi Mulyadi saat ini dalam kondisi baik-baik saja dan tidak ada kabar duka.

Dedi menyebutkan judul yang menyebutkan telah meninggal dunia karena racun, sangat melenceng dari fakta alias hoaks. Dalam video berdurasi 3.43 menit itu diawali dengan narasi yang menggambarkan sosok Dedi Mulyadi.

Di tengah video barulah diceritakan bahwa Dedi baru saja ditinggal untuk selama-lamanya oleh bapaknya yang bernama Sahlin Ahmad Suryana. Faktanya, saat ini Dedi masih beraktivitas seperti biasa dan dalam keadaan sehat.

Mengenai bapaknya memang sudah meninggal pada Selasa, 22 Februari 2022. Meninggalnya bukan karena diracun, melainkan sakit di usia 92 tahun.

Terkait hal tersebut, Dedi Mulyadi berharap siapa pun yang memanfaatkan media sosial bisa dilakukan dengan bijak.

"Lebih baik memberitakan atau mengunggah hal-hal yang baik dibanding hoaks," katanya pula.

 

Referensi:

https://www.antaranews.com/berita/3163225/dedi-mulyadi-jadi-korban-hoaks-kabar-duka-usai-diracun

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang Dedi Mulyadi meninggal dunia usai diracun ternyata tidak benar alias hoaks. Dedi Mulyadi mengaku, saat ini dalam kondisi baik-baik saja dan tidak ada kabar duka.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.