Sukses

Ketimpangan Rasio Buku Jadi Salah Satu Masalah dalam Literasi Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Berdasarkan hasil riset Internasional, Indonesia adalah negara yang memiliki budaya baca yang rendah. Indonesia berada di posisi ke-60 dari 61 negara dalam hal minat baca.

Muhammad Syarif Bando selaku Kepala Perpustakaan Nasional menyatakan, permasalahan literasi di Tanah Air adalah ketidakstabilan rasio buku dengan jumlah penduduk yang jauh dari kata ideal.

“Hasil riset internasional bisa kita terima karena mereka punya analisanya masing-masing. Akan tetapi dari mana indikator yang menunjukkan Indonesia rendah budaya baca. Bahkan, kita memiliki tidak kurang dari 100 aksara," kata Syarif dalam penandatanganan MoU dan Talkshow Safari Literasi bersama Duta Baca Indonesia, yang diadakan di Jakarta, Selasa (18/1).

Dia menambahkan, "Salah satu yang terbanyak di dunia. Sejatinya persoalan yang terjadi adalah ketimpangan rasio buku dengan jumlah penduduk yang masih jauh dari ideal."

Syarif Bando mengharapkan dengan keberadaan Duta Baca Indonesia, yang digagas Perpustakaan Nasional sanggup mengikis permasalahan baca di masyarakat dan meningkatkan peran aktif pemerintah daerah mengatasi ketimpangan rasio buku. Sekitar 200 juta masyarakat Indonesia, belum terfasilitasi pendidikan formal, sedang yang terakomodasi kurang lebih 65 juta masyarakat.

Peran perpustakaan di sini adalah menjadi titian masyarakat yang dibantu oleh duta baca. “Banyak masyarakat akar rumput dan marjinal yang belum tercerdaskan. Perlu peran duta baca untuk turun langsung mengedukasi," imbuh Syarif Bando.

Heri Hendrayana Harris atau Gol A Gong selaku Duta Baca Indonesia 2021-2025 mengatakan, Indonesia memiliki Undang-Undang Perbukuan, akan tetapi peraturan daerah (Perda) belum menindaklanjuti lebih perundang-undangan ini. Namun sedikit yang membawa kebijakan ini untuk diterapkan di beberapa tempat atau daerah.

“Di Wanayasa bahkan ada peraturan desa (Perdes) mewajibkan rumah makan, kafe, hotel, untuk memiliki pojok baca,” kata Gol A Gong.

Literasi Digital

Safari Literasi Gol A Gong pada tahun ini tertitik pada pemahaman dan penggunaan literasi digital. Tentang cara berinteraksi secara digital, cara mengisi konten di berbagai platform digital yang mana kegiatan ini dapat menjadi inovasi untuk Generasi Z.

"Saring before sharing. Kita akan mengajak masyarakat untuk kampanye cerdas dan cakap bermain digital," ujar penulis novel Balada Si Roy itu.

 Efani Angreini/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2650085/perpusnas-persoalan-utama-literasi-terkait-ketimpangan-rasio-buku

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.