Satgas COVID-19 Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Hoaks Varian Omicron

Pemerintah tengah berupaya mencegah penyeberan lebih luas varian Omicron sembari menunggu hasil penelitian lebih lanjut

Diperbarui 22 Desember 2021, 19:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito meminta, masyarakat tidak terpengaruh informasi palsu atau hoaks terkait varian Omicron.

Menurutnya, pemerintah tengah berupaya mencegah penyeberan lebih luas varian Omicron sembari menunggu hasil penelitian lebih lanjut.

"Alih-alih menyebabkan rasa ketakutan dengan menyebarkan hal-hal yang belum tentu benar, alangkah baiknya kita bersikap lebih berhati-hati dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Wiku dilansir dari Antara, Selasa (21/12/2021).

Wiku menuturkan, per 20 Desember 2021, diketahui bahwa varian Omicron telah ditemukan di 92 negara termasuk Indonesia.

Dari banyaknya jumlah negara yang mengkonfirmasi varian baru tersebut itulah, jumlah kasus akibat Omicron di dunia kini sudah ada sebanyak 62.342 kasus.

Seiring dengan bertambahnya jumlah kasus sejauh ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa temuan karakteristik varian Omicron dengan studi dasar awalan yang dilakukan di antaranya belum ada bukti peningkatan kemampuan penularan dari varian itu.

Berdasarkan penelitian, tes COVID-19 dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) masih dianggap mampu mendeteksi varian Omicron. Sedangkan untuk tes yang menggunakan tes antigen masih dalam tahap penelitian.

Karena itu, Wiku menekankan pada semua pihak untuk tetap tenang dan terus mengikuti perkembangan informasi yang diberikan oleh pemerintah.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.