Sukses

Video Hoaks Sepekan: Rizieq Shihab dapat Penghargaan di Malaysia hingga Video Kilang Pertamina Meledak

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Satu di antaranya video yang diklaim eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mendapat penghargaan di Malaysia beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Tri Esthi Handayani pada 31 Maret 2021.

Dalam video berdurasi 4 menit 23 detik itu, memperlihatkan acara penghargaan. Dua pembawa acara menyebutkan bahwa acara tersebut adalah malam anugerah Muslim Choice 2018. Dalam acara itu, Rizieq Shibab mendapat penghargaan kategori Ulama Award.

"ALHAMDULILLAH.HRS DPT.PENGHARGAAN DI MALAYSIA SEMENTARA DI NEGERI.SENDIRI DIHINA2...," tulis akun Facebook Tri Esthi Handayani.

Video yang disebarkan akun Facebook Tri Esthi Handayani telah 14 kali ditonton warganet.

Setelah ditelusuri, video yang diklaim eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mendapat penghargaan di Malaysia ternyata tidak benar.

Faktanya, Rizieq mendapat penghargaan dalam acara Moeslim Choice Award 2018. Acara tersebut digelar di di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu 12 Desember 2018.

Selain video yang diklaim eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mendapat penghargaan di Malaysia, terdapat video hoaks lain yang telah ditelusuri. Berikut rangkumannya.

 

2 dari 4 halaman

Video Detik-Detik Kilang Pertamina Meledak

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video detik-detik kilang Pertamina meledak. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Sinopsi Dayaknes.

Klaim video detik-detik kilang Pertamina meledak menampilkan sebuah bangunan berwarna perak yang terdapat api dalam 1 detik meledak, setelah itu kobaran api dan kepulan asap hitam semakin membesar.

Pada detik ke-11 tayangan video tersebut berubah, menampilkan kobaran api. Pada video tersebut terdapat narasi suara "Akhir jaman, Pertamina terbesar kilang minyak terbesar se Asia meledak jam 00.40 menit, sempat mengeluarkan ledakan empat kali"

Pada detik ke 0.51 narasi suara "Pertamina Balongan tempat pengisan bahan bakar meledak di Inramayu, kalau di RU VI aman. Akibat karena petir katanya. Api nambah gede terus,"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:"Cuplikan detik detik Kilang Minyak Pertamina Meledak di Balongan Informasi ini berdasarkan rilis dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin. Diduga, ketiga orang itu terpental ke sawah saat melewati jalan Balongan setelah pulang dari pondok pesantren. Selain itu, ada lima orang menderita luka berat dan 15 orang mengalami luka ringan. BNPB juga melaporkan, ratusan warga mengungsi akibat ledakan ini. Ada tiga titik lokasi pengungsian yakni GOR Kompleks Perum Pertamina Bumi Patra (200 pengungsi), Pendopo Kantor Bupati Indramayu (300 pengungsi), dan Gedung Islamic Center Indrayu (392 pengungsi). Adapun kerugian materiil akibat ledakan yakni tiga unit tank product Premium 42 T 301 A / B / C terbakar. Masih berdasarkan keterangan BNPB, saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Indramayu telah berkoordinasi dengan TNI/Polri dan Basarnas setempat guna melakukan evakuasi warga setempat serta para pekerja. Selain itu, BPBD Kabupaten Indramayu masih melakukan pendataan di lokasi terbakarnya kilang minyak PT Pertamina itu."

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video detik-detik kilang Pertamina meledak sebagian salah.

Tayangan awal dalam video tersebut bukan kebakaran kilang Pertamina, video tersebut beredar sebelum kilang Balongan yang dikelola Pertamina terbakar dan meledak pada Senin dini hari ini (29/3/2021).

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 

3 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: