Harga Bitcoin Berpeluang Melonjak, CEO Galaxy Digital Beri Catatan Ini

Salah satu yang menjadi sorotan CEO Galaxy Digital Mike Novogratz mengenai dana investor ritel yang berpindah ke saham AI dari bitcoin.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz menggambarkan kondisi yang akan memicu reli bitcoin (BTC). Namun, saat ini, belum ada satu pun kondisi yang sepenuhnya terpenuhi.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa (21/7/2026), Mike menjabarkan kerangka jangka pendek untuk bitcoin (BTC) dengan ketelitian luar biasa. Skenario dasar, bitcoin berpotensi di kisaran antara US$ 60.000 atau Rp 1,07 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.890) dan US$ 80.000 atau Rp 1,4 miliar. Untuk mencapai angka enam digit, diperlukan sesuatu yang disebut sebagai konvergensi dari tiga perkembangan spesifik.

Novogratz menjelaskan apa yang dibutuhkan bitcoin, salah satunya soal undang-undang (UU). “Kita membutuhkan the Clarity Act. Kita membutuhkan the Federal Reserve (the Fed) untuk menurunkan suku bunga acuan. Dan kita membutuhkan basis pembeli untuk kembali bersemangat,” ujar dia.

The Clarity Act, yang saat ini terhenti dalam negosiasi Senat mengenai bahasa etika dan ketentuan DeFi, mewakili pembukaan regulasi yang telah ditunggu-tunggu pasar.

Seperti yang sebelumnya dicatat Senator Cynthia Lummis, jika Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut tidak lolos dari Senat sebelum reses Agustus, kemungkinan tidak akan terbuka hingga 2030. Ini membuat modal institusional tetap berada di luar pasar untuk waktu jauh lebih lama dari pada yang diinginkan oleh pendukung bitcoin (BTC).

Dana Ritel

Novogratz mengakui pasar saat ini dengan jelas. Sumber energi spekulatif yang pernah mendorong bitcoin lebih tinggi telah berpindah.

"Setiap anak muda yang dulu membeli Solana sekarang membeli Hynix, atau beberapa perusahaan memori," ujar dia.

Ia menunjuk pada saham-saham yang terkait dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan opsi hari yang sama sebagai tujuan baru untuk uang cepat. Selain itu, taruhan olahraga menyerap sebagian lainnya.

 

Prediksi Harga Bitcoin

Hal ini juga menggemakan poin serupa yang dibuat oleh Michael Saylor. Ia menilai, siklus penggalangan dana AI untuk sementara mengalihkan modal dari bitcoin memperkirakan dampaknya sebesar 1%-2% dari permintaan.

Meskipun berhati-hati, Novogratz tetap prediksi penurunan. “Saya pikir bitcoin mungkin bernilai US$ 60.000. Terlalu banyak orang yang percaya pada bitcoin sebagai aset penyimpanan nilai sehingga nilainya tidak akan hilang,” ujar dia.

Selain itu, utang nasional AS yang kini melebihi US$ 39,5 triliun, ia kembali menegaskan keyakinannya dalam jangka panjang. “Inilah mengapa semua portofolio masih membutuhkan beberapa bitcoin. Ini benar-benar tak terhindarkan,” ujar dia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Pendiri Binance Sebut Bitcoin Unggul dari AI, Ini Alasannya

Sebelumnya, Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), kembali menegaskan pandangannya mengenai Bitcoin. Menurut miliarder di industri kripto tersebut, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang menawarkan banyak manfaat, tetapi tidak mampu melindungi nilai kekayaan dari inflasi seperti Bitcoin.

Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun X dalam sebuah unggahan singkat yang telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.

"AI memang hebat, tetapi tidak bisa melindungi Anda dari inflasi. Bitcoin bisa," jelas dia dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (19/7/2026).

Meski hanya terdiri dari satu kalimat tanpa penjelasan panjang, pernyataan tersebut langsung memicu perhatian pelaku pasar. Changpeng Zhao secara tegas membedakan peran AI dan Bitcoin, dua sektor yang selama beberapa tahun terakhir sama-sama menjadi incaran investor.

Menurut dia, AI dan Bitcoin memiliki fungsi yang berbeda. AI berfokus pada peningkatan produktivitas, sedangkan Bitcoin berperan sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan di tengah meningkatnya inflasi.