Sukses

6 Mitos Penularan Covid-19, Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Ketika pandemi virus Corona baru (Covid-19) meluas di seluruh dunia, informasi tentang wabah ini pun terus menyebar secara online. Sayangnya, banjir informasi yang tiada henti ini membuat sulit untuk memisahkan fakta dan mitos.

Salah satu informasi seputar Covid-19 yang banyak beredar adalah tentang penularan Covid-19, namun informasi tersebut perlu dibuktikan terlebih dahulu sebelum dipercaya.

Dikutip berbagai sumber, berikut 6 mitos penularan Covid-19:

1. Mitos: Covid-19 bisa menyebar lewat gigitan nyamuk

Corona tidak dapat disebarkan melalui gigitan nyamuk. Virus hanya bisa ditularkan melalui tetesan penderita yang terinfeksi Covid-19. Sedangkan nyamuk hanya bisa menyebarkan bakteri.

2. Mitos: Hewan peliharaan dapat menyebarkan virus corona baru

Meskipun hewan peliharaan dapat tertular COVID-19 dalam kasus yang jarang terjadi, tidak ada bukti bahwa mereka dapat menularkannya kepada manusia.

Meskipun hewan peliharaan terkadang terinfeksi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan tidak ada bukti bahwa mereka memainkan peran penting dalam penyebaran virus. Dan sejauh ini, belum ada laporan yang dikonfirmasi tentang orang-orang yang tertular penyakit dari hewan peliharaan.

3. Mitos: Anak-anak tidak dapat tertular virus corona

Anak-anak pasti bisa tertular COVID-19, meski laporan penyakit serius pada anak jarang terjadi.

Sebuah studi CDC terhadap lebih dari 1,3 juta kasus Covid-19 di AS. dari Januari hingga Mei menemukan bahwa tingkat infeksi yang dikonfirmasi pada anak di bawah usia 9 tahun adalah 52 kasus per 100 ribu orang dalam populasi anak-anak tersebut, dibandingkan dengan rata-rata 400 kasus (dari segala usia) per 100 ribu orang di populasi AS secara keseluruhan.

Studi CDC lain menemukan bahwa di antara 52 ribu kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan dari Februari hingga Mei, hanya 16 kematian yang dilaporkan pada orang di bawah usia 18 tahun.

Meski begitu, tidak semua anak terhindar dari COVID-19. Dalam kasus yang jarang terjadi, anak-anak dengan infeksi COVID-19 saat ini atau sebelumnya telah mengembangkan apa yang disebut sindrom inflamasi multisistem (MIS-C).

4. Mitos: Jaringan 5G dapat membantu penyebaran corona

Jaringan 5G tidak dapat menyebarkan corona Covid-19. Virus tidak bisa disebarkan melalui jaringan radio ataupun telepon. COVID-19 juga menyebar di negara-negara yang tidak memiliki jaringan 5G.

COVID-19 disebarkan melalui cairan pernapasan yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin. Orang lain bisa terinfeksi kalau mereka menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau mulut mereka.

5. Mitos: Air seni dan kotoran bisa menularkan virus corona

Informasi beredar virus corona dapat ditularkan melalui kotoran manusia. Namun, ahli kesehatan John Edmunds menyatakan infotmasi tentang penularan virus corona lewat kotoran manusia hanya mitos.

"Kita memang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam tinja. Tapi, virus ini tidak bisa menular ke orang lain karena telah dimusnahkan oleh usus," kata Edmunds.

6. Mitos:  COVID-19 bisa menular lewat kentut

Klaim COVID-19 bisa menular lewat kentut belum terbukti secara ilmiah.

WHO menyatakan, penyebaran utama dari Virus Corona adalah melalui droplets (tetesan) yang disebarkan ketika seseorang batuk, bersin, maupun bicara. 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com  untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.