Cek Fakta: Tidak Benar Banyak Jenderal TNI Dipecat karena PKI

Cek Fakta klaim banyak jenderal TNI dipecat karena PKI

Diperbarui 29 Juli 2020, 16:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- [Cek Fakta Liputan6.com](4317687 "") mendapati klaim banyak jenderal TNI dipecat karena Partai Komunis Indonesia (PKI), klaim tersebut diunggah akun Facebook Ramissa Daiha, pada 29 Juli 2020.

Akun tersebut memberi keterangan sebagai berikut:

"Banyak jendral tni di pecat, dan vaksin beracun dr cina sdh mulai utk membunuh rakyat,,

Saatnya rakyat pribumi datang ke markas tni utk bersatu lawan pki yg ada dlm istana Negara,,,

sekian mksh dr komando srikandi merah putih power of PAS ahli Strategi tempur".

Pada unggahannya, akun Facebook Ramissa Daiha mencantumkan tautan artikel berjudul "Terjadi Perombakan Besar di BIN, Banyak Jenderal TNI Dimutasi " yang dimuat situs viva.co.id.

Benarkah banyak jenderal TNI dipecat karena PKI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim banyak jenderal TNI dipecat karena PKI dengan membuka tautan yang dicantumkan pada unggahan klaim.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Terjadi Perombakan Besar di BIN, Banyak Jenderal TNI Dimutasi" yang dimuat situs viva.co.id, pada 29 Juli 2020.

Berikut isi artikel tersebut:

"Ternyata tak cuma Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan tiga Panglima Komando Daerah Militer yang ternyata digeser Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI Hadi Tjahjanto dalam mutasi besar-besaran baru-baru ini.

Namun, Jenderal Hadi ternyata juga banyak merombak posisi jenderal-jenderal TNI yang bertugas di tubuh Badan Intelijen Negara (BIN).

Berikut nama-nama para jenderal TNI dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut yang dimutasi di tubuh BIN, VIVA Militer, Rabu 29 Juli 2020.

Brigjen TNI Joni Triman Hasibuan dari Direktur Kontra Separatis dan Konflik pada Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN menjadi Agen Madya pada Direktorat Kontra Separatisme dan Konflik

Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN, Brigjen TNI Alfi Sahri Lubis dari Direktur Sumatera dan Kalimantan pada Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN menjadi Direktur Kontra Separatisme dan Konflik pada Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN.

Brigjen TNI Hendi Hendra Bayu dari Kabinda Banten BIN menjadi Direktur Sumatera dan Kalimantan pada Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN, Brigjen TNI Cahyono Cahya Angkasa dari Kabinda DKI Jakarta BIN menjadi Kabinda Banten BIN.

Kolonel Inf Andi Chandra As’aduddin dari Kasubdit Sulawesi Wilayah I, Dit Sulawesi dan Nusa Tenggara, Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN menjadi Kabinda Sulawesi Tengah pada Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN.

Mayjen TNI Zulfardi Junin dari Agen Madya pada Sahli Bid. Ideologi dan Politik BIN menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Gatot Eko Puruhito, dari Agen Madya pada Direktorat Maluku dan Papua BIN menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), dan Mayjen TNI dr. Asrofi Sueb Surachman dari Kapuskesad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).

Laksma TNI Dr. Ivan Yulivan dari Kadisdikal menjadi Ketua Sekolah Tinggi Intelijen Negara BIN, Kolonel Laut (S) Dr. Diki Atriana dari Paban II Jemen Srenal menjadi Kadisdikal,

Laksma TNI Basuki Riatno dari Direktur Maluku dan Papua pada Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN menjadi Agen Madya pada Direktorat Maluku dan Papua, Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN, Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Adi Legowo dari Kabagdukops pada Binda Kepri, Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN menjadi Direktur Maluku dan Papua pada Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN.".

Dalam artikel tersebut tidak ada kalimat tentang pemecatan jenderal TNI, artikel tersebut mengulas tentang mutasi jabatan dalam tubuh BIN.

Penelusuran dilanjutkan, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'pemecatan jenderal TNI', hasil penelusuran tidak ditemukan informasi pemecatan jenderal karena PKI.

 

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim banyak jenderal TNI dipecat karena PKI tidak benar.

Dalam artikel yang dicantumkan pada unggahan klaim, tidak terdapat kalimat pemecatan jenderal TNI. Artikel tersebut membahas mutasi pejabat dalam tubuh BIN.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.