Sukses

Cek Fakta: Kabar Dusta 2 TKA China Meninggal Dunia Akibat Virus Corona di Area Proyek Weda Bay

Liputan6.com, Jakarta - Pada 28 Januari 2019, akun Facebook bernama Rahman Dibu mengunggah foto dua dokumen berjudul 'Pengumuman Pencegahan Dini Dampak Penyebaran Virus KORONA Di Area Proyek Weda Bay".

Ia menambahkan narasi dalam unggahannya itu. Berikut isinya:

"Weda bay (PT.IWIP) siaga satu.Mengenai virus Corona yang menyebar di dunia.Semalam ada tiga orang dari cina yang terkena virus Corona, dua orang meninggal dunia dan satu orang tidak sadarkan diri. Dan sekarang pihak PT.IWIP menempel pemberitahuan agar supaya dari karyawan tidak berkeliaran dan selalu berhati-hati terhadap dampak virus Corona."

Postingan tersebut kini telah dihapus. Namun sebelumnya, ia telah dibagikan setidaknya sebanyak 299 kali dan menuai 146 komentar.

Benarkah klaim tersebut? Simak penelusuran Cek fakta Liputan6.com berikut ini:

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Tim Cek Fakta Liputan6.com menghubungi pihak PT Indonesia Weda Bay Industrial Park pada Rabu 29 Januari 2019.

"Kami sudah dapat konfirmasi dari Tim Medis di site Lelilef, Tidak ada karyawan di site yang terinfeksi virus korona tersebut. Tidak ada karyawan yang kritis maupun meninggal oleh coronavirus. Postingan Facebook tersebut hoax," demikian pernyataan pihak PT Indonesia Weda Bay Industrial Park kepada Liputan6.com.

Pihak perusahaan juga sedang melakukan investigasi apakah penyebar kabar tersebut adalah karyawan IWIP atau kontraktor.

"Apabila karyawan IWIP tentunya akan kami laporkan kepada pihak yg berwajib. Apabila karyawan kontraktor akan kami komunikasikan kepada kontraktor dan pihak kontraktor yang akan memberikan sanksi."

Setidaknya hingga kabar ini diturunkan, belum ada kasus positif virus corona yang ditemukan di Indonesia.

Dalam artikel berjudul, Menkes: Belum Ada Pasien Positif Terpapar Virus Corona di Indonesia yang dimuat Liputan6.com pada 28 Januari 2019, Menkes Terawan Agus Putranto memastikan hingga kemarin belum ada masyarakat di Indonesia yang positif terjangkit virus Corona.

Berikut isi lengkapnya:

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan hingga kini belum ada masyarakat di Indonesia yang positif terjangkit virus Corona. Virus yang berasal dari Kota Wuhan, China ini diketahui telah menyebar ke sejumlah negara.

"Sampai detik ini belum ada pasien yang positif," ujar Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).Terawan mengakui ada sejumlah pasien yang dirawat di rumah sakit karena terindikasi terpapar virus Corona. Meski begitu, dia menegaskan bahwa pasien tersebut masih belum positif terpapar virus yang telah menewaskan puluhan orang di China itu.

"Kalau yang dirawat masih ada, tapi yang positif belum. Semua masih diperiksa, nanti kalau hasilnya apa, nanti akan kita kemukakan apa adanya," jelasnya.

Terawan mengaku belum mengetahui pasti jumlah pasien terindikasi terpapar virus Corona. Kementerian Kesehatan, kata dia, masih menunggu hasil laboratorium terkait pemeriksaan pasien yang terduga virus Corona.

"Nunggu 1 atau 2 hari, kalau misalnya hasilnya keluar akan diputuskan. Kalau pasien yang sudah tidak panas dan sudah tidak kenapa-napa tapi kan kita harus sesuai SOP," kata dia.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim yang diunggah akun Facebook bernama Rahman Dibu tidak didasarkan pada fakta. Pihak  PT Indonesia Weda Bay Industrial Park membantah bahwa ada 2 tenaga kerja asal China yang meninggal dunia akibat virus corona, dan satu lainnya tak sadarkan diri.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di e-mail cekfakta.liputan6@kly.id.

 

(Data : Eka M)

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Mendikbud Nadiem Makarim Wajibkan Bayar SPP Pakai Aplikasi Online? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Hoaks Foto Luka di Selangkangan karena Azab Menghina Alquran