Sukses

Cek Fakta: Pengalaman Nadiem Makarim Mematahkan Mitos NEM, IPK, dan Ranking?

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim yang menyebut NEM,IPK, dan Rangking tidak berpengaruh pada kesuksesan seseorang beredar di media sosial.

Kabar ini diunggah salah satunya oleh akun facebook Khoiro Amalia Nasa Tempeh pada 20 Januari 2020. Akun ini mengunggah pesan berantai yang diklaim sebagai pengalaman hidup dari Nadiem Makarim.

Berikut narasinya:

CERDAS BANGET MENDIKBUD

Kata Nadiem MakarimMematahkan Mitos NEM,IPK dan Rangking...

Ada 3 hal ternyata tidakterlalu berpengaruh terhadap *Kesuksesan* yaitu :1. NEM2. IPK3. Rangking

Saya mengarungiPendidikan selama 22 Tahun :- 1 Tahun TK- 6 Tahun SD- 6 Tahun SMP-SMA- 4 Tahun S1- 5 Tahun S2 & S3

Kemudian Saya mengajarselama 15 Tahun di Universitasdi 3 Negara Maju :1. AS2. Korsel3. AustraliaDan juga di Tanah Air.

Saya menjadi saksi betapa*tidak relevannya ke-3 konsepdi atas* terhadap kesuksesan..

Ternyata sinyalemenSaya ini di dukung olehRiset yang di lakukan oleh*Thomas J. Stanley* yangmemetakan 100 faktor yangberpengaruh terhadap tingkatkesuksesan seseorang berdasarkansurvey terhadap 733 Millioner di US

Hasil penelitiannyaternyata nilai yang baik(yakni NEM, IPK dan rangking)*hanya lah faktor sukses urutan ke-30*

*Sementara faktor IQpada urutan ke-21*

*Dan bersekolahdi Universitas/SekolahFavorit di urutan ke-23*

Jadi Saya inginmengatakan secara sederhana :"Anak Anda Nilai Raportnyarendah *Tidak masalah"*

NEM Anak Andatidak begitu besar 🤔🤔Paling banter akibatnyatidak bisa masuk Sekolah Favorit...*Menurut hasil Riset, tidak terlalupengaruh terhadap kesuksesan*

*Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan Seseorang itu* 🤔🤔

Menurut *Riset Stanley berikut iniadalah 10 faktor* teratas yang akanmempengaruhi *KESUKSESAN* :

1. Kejujuran (Being honestwith all People)

2. Disiplin keras(Being well-disciplined)

3. Mudah bergaul(Getting along with People)

4. Dukungan pendamping(Having a supportive spouse)

5. Kerja keras (Working harderthan most people)

6. Kecintaan pada yang di kerjakan(Loving my career/business)

7. Kepemimpinan (Havingstrong Leadership qualities)

8. Kepribadian kompetitif(Having a very competitivespirit/Personality)

9. Hidup teratur(Being very well-Organized)

10. Kemampuan menjualIde (Having an ability to sellmy Ideas/Products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK...

Dalam Kurikulum semua inikita kategorikan : *Softskill*

Biasanya pesertadidik memperolehnyadari kegiatan Ekstra-Kurikuler...10 faktor di atas adadi dalam Pendidikan Pramuka,

Membentuk karakteradalah kebutuhan utamaMengejar kecerdasan Akademiksemata hanya akan menjerumuskan diri,😇😇😇

Bangsa Indonesiabukan tidak butuh orangyang pinter karena bangsaIndonesia sudah banyak orang²pinter namun bangsa Indonesiamembutuhkan orang² yang punyaKarakter beradab sopan santundan ber akhlak mulia...

Bukan teori tapipraktek langsungdi keseharian denganCerdas menyikapi hidup,cerdas menciptakan peluang...

Salam Cerdas 🤫😎👍#Repost#Copas

Konten yang diunggah akun facebook Khoiro Amalia Nasa Tempeh telah 87 kali dibagikan dan mendapat 15 komentar warganet.

 

2 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang Nadiem Makarim yang menyebut bahwa NEM, IPK, dan rangking tidak berpengaruh pada kesuksesan ternyata tidak benar. Pendapat itu bukan milik mantan pendiri Gojek itu.

Informasi ini dikutip dari situs laduni.id dengan judul artikel "Prof Agus Budiyono: Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking".

LADUNI.ID, Jakarta - Ada tiga konsep yang tidak saya percayai sepenuhnya dalam sistem pendidikan yaitu: NEM, IPK dan rangking. Saya mengarungi sistem pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2&3) dan kemudian dilanjut mengajar selama 15 tahun di universitas di tiga negara maju (AS, Korsel, Australia) dan tanah air.

Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas dengan apa yang secara normal didefinisikan sebagai kesuksesan. Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US.

Berdasarkan hasil penelitian beliau ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan tentu saja rangking) hanyalah faktor sukses no ke 30! Sementara itu faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah ke universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana:

▪ Anak anda nilai matematikanya 45 ? Tidak masalah.▪ Tidak lulus ujian fisika ? Bukan masalah besar.▪ NEM tidak begitu sesuai harapan ? Paling banter akibatnya adalah tidak bisa masuk sekolah favorit. Yang memang, menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh ke kesuksesan aniwei.

▪ IPK termasuk golongan dua koma (baik dua koma sembilan….belas maupun dua koma pas) ? Jangan sedih. IPK pan hanya mitos. Paling banter adalah hanya alat ukur. Yang tidak akurat aniwei.

▪ Anak anda sekolah di SMA 11 dan bukan SMA 3 Bandung ?

Lalu apakah faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ? Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)2. Disiplin keras (Being well-disciplined)3. Mudah bergaul (Getting along with people)4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)5. Kerja keras (Working harder than most people)6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)9. Hidup teratur (Being very well-organized)10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.

Dalam kurikulum ini kita kategorikan softskill. Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Mendikbud Nadiem Makarim tidak pernah menyampaikan kesuksesan tidak bergantung pada NEM, IPK, dan rangking. Pesan berantai yang viral itu merupakan pernyataan dari Wakil Ketua ICTE Agus Budiyono. Bahkan dia pernah mengunggah pernyataan tersebut di akun Facebooknya pada 8 November 2018 silam.

Narasi yang disebarkan akun facebook Khoiro Amalia Nasa Tempeh tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Data: Eka M

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Membangun Pondasi Melawan Hoaks Bersama Pegiat Cek Fakta Liputan6.com
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Hoaks Diskotek Tutup dan Pindah ke Istana