Persaingan Makin Merata, Jabar dan Jatim Berbagi Gelar di Kejurnas Arung Jeram 2026

Kejurnas 2026 ini juga menjadi persiapan Arung Jeram untuk menghadapi PON 2028 di NTB dan NTT.

OlehThomas
Diterbitkan 30 September 2026, 05:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

NTT kembali mencatat hasil positif. Tim tersebut finis di posisi keempat dengan waktu 19 menit 33,829 detik.

Meski demikian, pada klasemen akhir U-23 putra, NTT berada di peringkat ketujuh. Tiga posisi teratas ditempati Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Di kategori U-23 putri, Jawa Barat menjadi yang tercepat pada nomor DRR dengan waktu 19 menit 58,490 detik.

Jawa Timur sebenarnya membukukan waktu lebih cepat, yakni 19 menit 53,202 detik. Namun, mereka harus menerima penalti 10 menit sehingga harus kehilangan posisi teratas.

Bali B berada di peringkat ketiga dengan catatan waktu 21 menit 56,607 detik.

Jawa Barat akhirnya keluar sebagai juara umum U-23 putri dengan 400 poin. Jawa Timur mengoleksi 350 poin, sedangkan Bali B menempati posisi ketiga dengan 315 poin.

Jawa Barat Dominan di Kategori Senior

Memasuki kategori senior, Jawa Barat kembali menunjukkan kekuatannya.

Pada senior putra, Jawa Barat menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 18 menit 30,718 detik. Banten berada di posisi kedua dengan 19 menit 08,660 detik, disusul DKI Jakarta dengan 19 menit 18,962 detik.

Konsistensi Jawa Barat sepanjang Kejurnas membuat mereka menjadi juara umum senior putra dengan 366 poin. Mereka menjadi yang terdepan pada nomor sprint, slalom, dan DRR.

Pada nomor head-to-head, Jawa Barat memperoleh 66 poin setelah finis di posisi ketujuh.

Jawa Timur mengakhiri kompetisi di peringkat kedua dengan 340 poin, sementara Banten mengumpulkan 328 poin di posisi ketiga.

Sementara pada senior putri, persaingan berlangsung sangat ketat. Jawa Barat dan Jawa Tengah sama-sama mengoleksi 380 poin.

Jawa Barat unggul pada nomor slalom dan DRR, sedangkan Jawa Tengah menjadi yang terbaik pada sprint dan head-to-head. Jawa Timur berada di posisi ketiga dengan 320 poin.

Pada nomor DRR, Jawa Barat menjadi yang tercepat dengan waktu 19 menit 37,943 detik. Jawa Tengah menyusul dengan 19 menit 50,694 detik, sedangkan Jawa Timur mencatat 20 menit 26,737 detik.

 

NTT Jadikan Kejurnas sebagai Modal Pembinaan

Bagi NTT, hasil pada Kejurnas Arung Jeram 2026 tidak semata-mata diukur dari perolehan medali. Keikutsertaan perdana menjadi kesempatan bagi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) NTT untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memetakan kebutuhan pembinaan.

Sekretaris Umum FAJI NTT, Antonius Adryanto, mengatakan pihaknya memang tidak memasang target khusus pada debut di Kejurnas.

"Kami memang tidak menargetkan hasil tertentu. Kami hanya berharap tim bisa memberikan yang terbaik untuk NTT, mengingat ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti Kejurnas," ujar Antonius.

Setelah Kejurnas berakhir, FAJI NTT akan menyusun program pembinaan yang lebih terarah. Program tersebut mencakup pembinaan atlet, peningkatan kapasitas pelatih dan technical official, serta mengikuti berbagai try out, try in, dan kejuaraan lainnya.

Pengalaman di Bali juga dianggap penting sebagai bekal NTT menghadapi persiapan menuju Babak Kualifikasi (BK) PON dan PON 2028.

"Kami akan mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi BK PON maupun PON. Persiapan tersebut akan dilakukan melalui berbagai program, baik pembinaan atlet, peningkatan kapasitas pelatih dan technical official, maupun dengan mengikuti berbagai try out, try in, dan kejuaraan lainnya," kata Antonius.

Selain bertanding, FAJI NTT juga menjadikan Kejurnas di Sungai Ayung sebagai sarana belajar mengenai penyelenggaraan kompetisi. Menurut Antonius, karakteristik wilayah Bali memiliki sejumlah kemiripan dengan NTT sehingga pengalaman tersebut bisa menjadi referensi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan